Macron Desak Israel Hentikan Serangan Brutal di Lebanon

Ahmad Fairozi, M.Hum.

29/05/2026

2
Min Read

Harakatuna.com. Paris – Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Israel segera menghentikan serangan udara yang disebutnya “membabi buta” di Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya intensitas serangan Israel yang menghantam wilayah sipil dan memicu krisis kemanusiaan di negara itu.

Dalam keterangannya di Paris, Jumat (29/5/2026), Macron menegaskan bahwa eskalasi militer Israel tidak dapat dibenarkan karena telah menyebabkan jatuhnya korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

“Serangan terhadap wilayah sipil harus segera dihentikan. Situasi ini berisiko memperluas konflik di kawasan Timur Tengah,” ujar Macron, seperti dilaporkan media Al-Mayadeen.

Macron juga memperingatkan bahwa operasi militer yang terus berlangsung dapat memicu konflik regional yang lebih luas dan semakin mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah. Karena itu, Prancis bersama sejumlah negara Eropa terus mendorong dilakukannya gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah melalui jalur diplomasi.

Menurut Macron, penyelesaian konflik harus dilakukan melalui dialog dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, bukan melalui kekuatan militer yang memperbesar penderitaan warga sipil.

BACA JUGA  AS Kerahkan Pasukan Elite ke Timur Tengah, Opsi Serangan ke Iran Menguat

Pemerintah Prancis turut menyerukan agar seluruh pihak menahan diri demi mencegah memburuknya situasi kemanusiaan di Lebanon. Dalam beberapa pekan terakhir, serangan Israel dilaporkan menghantam sejumlah wilayah di Lebanon Selatan hingga pinggiran Beirut.

Akibat serangan tersebut, berbagai infrastruktur sipil seperti permukiman warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan parah. Organisasi kemanusiaan internasional juga melaporkan ribuan warga Lebanon kembali mengungsi karena meningkatnya intensitas pemboman.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama pasukan penjaga perdamaian UNIFIL turut menyampaikan kekhawatiran atas kondisi yang terus memburuk di perbatasan Lebanon-Israel. PBB memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat memperparah krisis pengungsi dan menghambat distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak.

Prancis menilai penghentian serangan dan pembukaan jalur diplomasi menjadi langkah penting untuk mencegah meluasnya konflik serta menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.

Leave a Comment

Related Post