Lapas Subang Jawa Barat Catat Keberhasilan Deradikalisasi Dua Napiter

Ahmad Fairozi, M.Hum.

12/05/2026

2
Min Read

Harakatuna.com. Subang – Upaya pembinaan dan deradikalisasi kembali menunjukkan hasil positif di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Subang. Dua narapidana tindak pidana terorisme (napiter) secara resmi mengucapkan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam seremoni yang berlangsung di Aula Lapas Subang, Selasa (12/5/2026).

Prosesi ikrar berlangsung khidmat dan penuh nuansa nasionalisme. Momen tersebut menjadi simbol kembalinya kedua warga binaan ke pangkuan Ibu Pertiwi setelah menjalani rangkaian pembinaan kepribadian dan program deradikalisasi secara bertahap.

Kegiatan itu dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIA Subang dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Densus 88 Antiteror Polri, Kementerian Agama Kabupaten Subang, Badan Intelijen Negara, Balai Pemasyarakatan Subang, serta unsur aparat penegak hukum lainnya.

Sinergi lintas instansi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial para warga binaan, khususnya mantan pelaku tindak pidana terorisme.

Dalam naskah ikrar yang dibacakan, kedua napiter menyatakan kesetiaan kepada NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Mereka juga berkomitmen meninggalkan paham radikalisme serta menolak segala bentuk aktivitas terorisme.

BACA JUGA  Dai Berperan Penting Cegah Radikalisme di Masyarakat

Kepala Lapas Kelas IIA Subang menegaskan bahwa ikrar setia tersebut bukan sekadar seremoni formal, melainkan bagian dari indikator keberhasilan program deradikalisasi yang dijalankan secara kolaboratif di lingkungan pemasyarakatan.

“Ini bukan sekadar seremoni formalitas. Kami berharap ini menjadi lembaran baru bagi mereka. Tumbuhkan cinta tanah air, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, sadar hukum, serta produktif,” ujarnya.

Ia menambahkan, lembaga pemasyarakatan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran paham radikal.

Menurutnya, melalui pembinaan yang berkelanjutan, para warga binaan diharapkan mampu kembali ke masyarakat dengan semangat baru dan menjadi agen perdamaian di lingkungan sekitarnya.

Kegiatan ikrar setia tersebut ditutup dengan penghormatan kepada Sang Merah Putih oleh kedua narapidana. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Leave a Comment

Related Post