Wali Kota Makassar Resmikan Cetiya Zhen An Kong, Dorong Toleransi dan Kebersamaan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

15/06/2026

3
Min Read

Harakatuna.com. Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meresmikan Cetiya Zhen An Kong “Sam Ong Hu” yang berlokasi di Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/6/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya fungsi rumah ibadah umat Buddha tersebut.

Dalam kegiatan yang dihadiri tokoh agama dan pengurus yayasan, Munafri menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan rumah ibadah yang dinilai memiliki konsep modern dengan tetap mempertahankan identitas budaya dan nilai arsitektur Tionghoa.

Ia mengaku terkesan dengan kualitas bangunan dua lantai tersebut yang dibangun dengan perhatian terhadap detail, baik dari sisi arsitektur maupun interior.

“Saya benar-benar takjub melihat rumah ibadah ini dibuat dengan sangat serius dan sangat baik. Semua ornamen dan detailnya benar-benar luar biasa,” ujar Munafri.

Meski demikian, Munafri menekankan bahwa keberadaan rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ibadah, tetapi juga harus menjadi ruang yang memperkuat hubungan sosial dan mempererat interaksi antarwarga.

Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah keberagaman.

“Rumah ibadah harus menjadi tempat asimilasi bagi para penganut agama untuk bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya. Bukan hanya bangunannya yang bagus, tetapi juga bagaimana kita memperhatikan saudara-saudara yang ada di sekitar rumah ibadah,” katanya.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu juga mengajak seluruh pengurus rumah ibadah untuk terus menjaga semangat toleransi dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan di Kota Makassar.

Munafri menyampaikan bahwa toleransi merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menilai capaian Makassar yang masuk dalam 10 besar kota toleran di Indonesia perlu dipertahankan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA  KPPAD Bali Soroti Ancaman Kejahatan Siber terhadap Anak, Dorong Regulasi Ruang Digital yang Lebih Aman

“Alhamdulillah, Kota Makassar tahun ini sudah masuk 10 besar kota toleransi di Indonesia dan berada di peringkat sembilan. Ini harus terus kita jaga dengan membangun kebersamaan di tengah keberagaman yang kita miliki,” tuturnya.

Lebih lanjut, Munafri menilai kehidupan masyarakat yang harmonis akan berdampak langsung terhadap stabilitas sosial dan perkembangan ekonomi daerah.

Menurutnya, suasana yang aman dan inklusif dapat menciptakan iklim investasi yang sehat serta membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Toleransi sangat penting untuk menjaga stabilitas sebuah daerah. Kalau stabilitasnya baik, investasi akan berjalan lancar. Jika investasi aman, semakin banyak orang datang ke Makassar membawa peluang ekonomi dan pada akhirnya masyarakat akan semakin sejahtera,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Yayasan Zhen An Kong Makassar atas kontribusi mereka dalam menghadirkan rumah ibadah yang tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga simbol kehidupan yang harmonis.

Ia berharap kehadiran Cetiya Zhen An Kong dapat memperkuat nilai toleransi sekaligus menjadi bagian dari wajah pembangunan Kota Makassar yang inklusif dan menghargai keberagaman.

Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama Buddha, di antaranya Ketua DPD WALUBI Sulawesi Selatan Henry Sumitomo, Ketua DPD Majubuthi Sulawesi Selatan Pendeta Roy Rushim, perwakilan DPD KCBI Sulawesi Selatan Caroline Couri, Dewan Pembina Yayasan Zhen An Kong Makassar Wilson Tiodang, Ketua Yayasan Zhen An Kong Makassar Erdy Wijaya, serta jajaran pengurus yayasan.

Momentum peresmian Cetiya Zhen An Kong menjadi simbol penguatan semangat toleransi dan kebersamaan di Kota Makassar yang terus berkembang sebagai kota yang terbuka dan harmonis di tengah keberagaman masyarakatnya.

Leave a Comment

Related Post