Harakatuna.com. Bogor – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional melalui berbagai langkah pencegahan dan penanggulangan terorisme. Salah satu fokus yang kini menjadi perhatian adalah mengantisipasi berkembangnya fenomena nihilistic violent extremism atau ekstremisme kekerasan nihilistik yang mulai menjadi tantangan baru di berbagai negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Jenderal Listyo Sigit saat memberikan sambutan pada Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Pusat Latihan (Satlat) Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintah. Dalam sambutannya, Kapolri menjelaskan bahwa upaya penanggulangan terorisme dilakukan secara berkelanjutan melalui kombinasi pendekatan soft approach dan hard approach. Strategi tersebut dinilai berhasil menjaga Indonesia tetap berada dalam kondisi zero terrorist attack atau tanpa serangan terorisme sejak tahun 2023.
“Penanggulangan aksi terorisme juga kami lakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan soft approach dan hard approach, sehingga dapat mempertahankan zero terrorist attack sejak tahun 2023,” ujar Jenderal Sigit.
Selain mempertahankan situasi keamanan, Polri juga terus mengantisipasi munculnya bentuk-bentuk ancaman baru, termasuk fenomena nihilistic violent extremism yang memanfaatkan ruang digital sebagai media penyebaran paham ekstrem. Menurut Kapolri, Polri telah melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk pasca-insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, serta memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
“Bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait untuk mengantisipasi berkembangnya fenomena nihilistic violent extremism dengan melakukan penanganan terhadap 137 anak terpapar radikalisme dan 130 anak terpapar kekerasan,” ungkapnya.
Kapolri menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui rehabilitasi, edukasi, dan perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak. Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Sigit juga menyoroti transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, dan humanis.
Ia mengatakan, salah satu perubahan yang terus diperkuat adalah pola pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum dengan mengedepankan pendekatan pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, Polri tetap akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pihak-pihak yang melakukan tindakan anarkis dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat. “Namun demikian, jika terdapat pelaku aksi anarkis, Polri akan melakukan tindakan tegas terukur agar kamtibmas tetap terjaga,” tegasnya.
Kapolri menambahkan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menciptakan keamanan dalam negeri yang kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan tenteram.

















Leave a Comment