Harakatuna.com. Kalimantan Barat – Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan Hak Asasi Manusia (Ditjen IDP HAM) Kalimantan Barat terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM), termasuk dalam penggunaan media digital dan kehidupan sosial sehari-hari.
Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kalbar, Untung Wibawa, mengatakan penghormatan terhadap HAM harus dimulai dari sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai pendapat orang lain, tidak melakukan diskriminasi, serta menjaga toleransi dan saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.
“Penghormatan terhadap hak asasi manusia harus dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai pendapat orang lain, tidak melakukan diskriminasi, serta menjaga sikap toleransi dan saling menghormati,” kata Untung Wibawa di Pontianak, Kamis (28/05).
Ia menjelaskan, nilai-nilai HAM harus menjadi bagian dari budaya masyarakat yang diterapkan secara nyata, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik. Menurutnya, penghormatan terhadap HAM tidak hanya berkaitan dengan aturan hukum, tetapi juga menyangkut sikap menghargai perbedaan dan menjaga martabat sesama manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
Untung menilai masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis melalui penerapan nilai-nilai HAM di berbagai aspek kehidupan. Kesadaran terhadap HAM, lanjut dia, mampu mencegah berbagai bentuk diskriminasi, kekerasan, perundungan, hingga perlakuan tidak adil di tengah masyarakat.
“Kesadaran terhadap HAM mampu mencegah berbagai bentuk diskriminasi, kekerasan, perundungan, maupun perlakuan tidak adil di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, perkembangan teknologi informasi dan media sosial juga menjadi tantangan tersendiri dalam penguatan nilai-nilai HAM. Karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam menggunakan ruang digital agar tidak menyebarkan ujaran kebencian, hoaks, maupun konten yang merugikan pihak lain.
“Etika dalam ruang digital juga merupakan bagian penting dari implementasi penghormatan terhadap hak asasi manusia,” katanya.
Dalam berbagai kesempatan, Ditjen IDP HAM Kalbar terus melaksanakan kegiatan sosialisasi, edukasi, dan penguatan kapasitas terkait HAM kepada masyarakat, pelajar, mahasiswa, aparatur pemerintah, hingga komunitas sosial. Kegiatan tersebut bertujuan membangun pemahaman bahwa HAM merupakan hak dasar yang melekat pada setiap individu sejak lahir dan wajib dihormati oleh seluruh pihak tanpa terkecuali.
Untung menambahkan, penguatan nilai-nilai HAM juga diharapkan dapat mendukung pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di Kalimantan Barat. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penghormatan HAM, hubungan sosial yang harmonis di tengah keberagaman diharapkan dapat terus terjaga.
Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadi agen perubahan dalam menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia di lingkungan sekitarnya.
“HAM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan saling menghormati hak satu sama lain, kita dapat menciptakan kehidupan sosial yang lebih damai, adil, dan bermartabat,” tuturnya.
Melalui komitmen edukasi dan penguatan HAM yang terus dilakukan, Ditjen IDP HAM Kalbar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
















Leave a Comment