26.9 C
Jakarta

Husin Shihab Sebut Jika UAS Terbukti Berafiliasi Dengan Terorisme

Artikel Trending

AkhbarNasionalHusin Shihab Sebut Jika UAS Terbukti Berafiliasi Dengan Terorisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Husin Shihab membahas mengenai radikalisme, Ustadz Abdul Somad (UAS) dan terorisme di Indonesia dalam akun media sosial pribadinya. Dilansir dari hops.id, Kamis 26 Mei 2022, Husin Shihab melalui akun Twitter pribadinya @HusinShihab menuliskan sebuah pernyataan yang menduga bahwa UAS menyebar paham yang sesat dan penuh dengan radikalisme.

Husin Shihab juga menilai bahwa UAS diduga ingin menguasai daerah Madura dengan pendukung yang berasal dari mantan anggota HTI dan FPI.

Seharusnya menurut Husin Shihab, jika UAS bisa dibuktikan bahwa dirinya memiliki kaitan dengan terorisme, maka dirinya akan bisa segera ditangkap oleh Densus 88. Lebih lanjut lagi, Husin Shihab menyamakan UAS dengan kasus terorisme lainnya, seperti kasus Munarman dan Dokter Sunardi.

“Ketika dilarang oleh negara menjelma jadi NU dan mencari legitimasi dari warga Madura dgn tabliq keliling ke ponpes2 di Madura dan didukung oleh eks HTI & FPI,” tulis Husin Shihab dalam akun Twitter @HusinShihab, dikutip dari hops.id, Kamis 26 Mei 2022.

Husin Shihab juga berujar mengenai tidak adanya aturan soal ustadz radikalis di Indonesia, sehingga jika terbukti ada pemuka agama penyebar radikalisme maka mereka tidak bisa diadili di depan hukum.

“Yang jadi problem saat ini di Indonesia ustad radikalis tidak dapat ditindak secara hukum. Namun apabila ada bukti permulaan UAS dalam ceramahnya ada afiliasi dengan terorisme atau seperti contoh kasus Munarman dan dokter Sunardi, UAS uda pasti diciduk oleh Densus 88,” jelasnya.

BACA JUGA  Pangdam Jaya Cegah Radikalisme pada Pelajar di Sekolah

Hal lainnya yang diucapkan oleh Husin Shihab adalah mengenai masjid yang dikunjungi oleh UAS. Masjid tersebut diduga memiliki koneksi dengan organisasi Islam yang telah dibubarkan negara, yaitu FPI dan HTI.

“Masjid Nur Muhammad ini yang juga mengundang residivis Sugik Nur, HH untuk ceramah di Masjidnya. Masjid Nur Muhammad ini juga diduga berafiliasi dengan HTI FPI,” tambahnya. Pihaknya mengungkapkan bahwa salah satu misi dari Masjid tersebut adalah bisa mengundang UAS datang ke daerahnya.

“Mayoritas pengurus Masjid ini didominasi oleh oknum dari Muhammadiyah yang selalu membangun sentimen dikalangan Nadliyin di Sumenep. Ngundang UAS merupakan bagian dari misi mereka. Saya jg menduga pelopor UAS keliling di Ponpes di Madura itu berafiliasi dengan HTI FPI,” tuturnya.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa kemungkinan warga Sumenep itu radikalis mungkin benar adanya. Namun perlu diketahui bahwa paham radikalisme tidak hanya berasal dari penganut agama Islam, bisa juga penganut agama lain memiliki paham tersebut.

Bagi Husin Shihab UAS merupakan salah satu yang bisa dimasukkan dalam kategori radikalis. “Apakah di Sumenep gak ada yang menganut paham Radikal? Ya pasti ada, semua tempat ada, bahkan di tempat mayoritas non-muslim juga ada radikalis. Apalagi di Sumenep,” ungkapnya.

“Tapi apakah warga Sumenep semua radikal, itu yg bilang media abal-abal, bukan saya. Tapi apa UAS radikalis? Iya,” imbuhnya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru