Eks Kepala BNPT Ingatkan Bahaya Intervensi Asing ke Indonesia

Ahmad Fairozi, M.Hum.

23/04/2026

2
Min Read
Eks Kepala BNPT Ingatkan Bahaya Intervensi Asing ke Indonesia

Harakatuna.com. Jakarta — Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Boy Rafli Amar, mengingatkan bahwa ancaman intervensi asing terhadap Indonesia tidak boleh dianggap remeh. Ia menegaskan, pengaruh dari luar memiliki dua sisi yang perlu disikapi secara bijak.

Menurut Boy Rafli, intervensi asing dalam bentuk investasi masih dapat dinilai sebagai hal positif selama tidak mengganggu kepentingan nasional. Namun, situasi menjadi berbahaya ketika pihak asing mulai mencampuri bahkan mendikte kebijakan dalam negeri. “Kalau dia mendikte kita agar mengikuti kepentingannya, apalagi sampai mengganggu kedaulatan negara, itu yang harus kita waspadai,” ujar Boy Rafli dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah podcast di kanal YouTube Hendri Satrio Official. Dalam kesempatan itu, ia juga mengibaratkan Indonesia sebagai “gadis cantik” yang menjadi incaran banyak pihak di dunia.

Menurutnya, keberagaman Indonesia yang menjadi kekuatan justru bisa dimanfaatkan oleh pihak luar untuk memecah-belah jika tidak dikelola dengan baik. “Kalau ada pihak yang ingin Indonesia tidak stabil, mereka bisa memanfaatkan celah-celah itu,” katanya.

BACA JUGA  Pesan Prabowo di Dharma Santi: Perkuat Persatuan dan Harmoni

Boy Rafli juga mengingatkan agar Indonesia tidak bersikap naif dalam menjalin hubungan internasional. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap motif di balik setiap kerja sama yang ditawarkan negara lain. “Ada apa di balik kebaikan itu? Kalau kita tidak waspada, bisa saja mereka akhirnya mengatur kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menjaga konsistensi terhadap prinsip politik luar negeri bebas aktif, sebagaimana juga ditekankan Presiden Prabowo Subianto. “Satu musuh terlalu banyak, seribu teman terlalu sedikit. Tapi ketergantungan terhadap negara lain jangan sampai mengorbankan kedaulatan kita,” pungkasnya.

Ia berharap Indonesia tetap mampu menjalin kerja sama internasional secara terbuka, namun tetap mengedepankan kepentingan nasional dan menjaga kedaulatan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Leave a Comment

Related Post