Harakatuna.com. Ambon — Wakil Uskup Ordinariat Castrensis Indonesia (OCI), Yosef Maria Marcellinus Bintoro, melakukan audiensi dengan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Maluku, R. Harys Soeriyo Mahhendro, di Kantor Binda Maluku, Kota Ambon, Senin (8/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut berjalan dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, audiensi juga dimanfaatkan untuk membahas sejumlah isu kebangsaan yang menjadi perhatian bersama.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menyoroti perkembangan situasi nasional, termasuk pengaruh konten media sosial yang mengandung narasi radikalisme terhadap pola pikir generasi muda. Berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat dan berpotensi memengaruhi kehidupan berbangsa juga turut menjadi pembahasan.
Yosef Maria Marcellinus Bintoro menjelaskan bahwa kunjungannya ke Maluku merupakan bagian dari program Sabbatical Journey sekaligus menjalankan tugas pastoral sebagai Wakil Uskup OCI yang membina umat Katolik di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Dalam kesempatan tersebut, Yosef turut menyerahkan buku berjudul Kiprah 75 Tahun Pengabdian Pelayanan Umat Katolik di Lingkungan TNI dan Polri: Setia Pada Iman Teguh Dalam Tugas kepada Kabinda Maluku.
Buku tersebut memuat perjalanan sejarah serta kontribusi pelayanan Gereja Katolik bagi anggota TNI dan Polri selama lebih dari tujuh dekade.
Pertemuan itu juga menjadi momentum memperkenalkan Angky Kandunmas yang turut mendampingi audiensi. Sebagai Pastor Pelayanan Militer dan Kepolisian (Pasyanmilpol) wilayah Keuskupan Amboina, ia bertugas melakukan pendampingan mental dan pembinaan rohani bagi umat Katolik yang bertugas di lingkungan TNI dan Polri di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Dalam suasana dialog yang terbuka, kedua pihak menekankan pentingnya memperkuat persatuan bangsa serta membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, budaya, dan ideologi di era digital.
“Kolaborasi dan komunikasi yang baik antarelemen bangsa menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan tetap berlandaskan semangat kebangsaan,” menjadi salah satu semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama yang konstruktif sebagai upaya mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan berwawasan kebangsaan.









Leave a Comment