Peringati Kembalinya Papua ke NKRI, Pemuda Diminta Jauhi Narkoba dan Radikalisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

02/05/2026

2
Min Read
Peringati Kembalinya Papua ke NKRI, Pemuda Diminta Jauhi Narkoba dan Radikalisme

Harakatuna.com. Jayapura — Pentas Seni dan Budaya Papua 2026 yang digelar untuk memperingati kembalinya Papua ke dalam NKRI resmi ditutup pada Jumat (1/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Expo Waena ini menjadi momentum penguatan nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

Di tengah suasana perayaan, pejabat Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias Benoni Mano menyampaikan pesan tegas kepada pemuda Papua agar menjauhi narkoba, kekerasan, dan radikalisme. “Pemuda Papua harus menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, menjauhi pengaruh negatif seperti narkoba, kekerasan, dan radikalisme, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah,” ujarnya di hadapan tokoh adat, tokoh agama, dan para pemuda yang hadir.

Acara yang digelar selama dua hari tersebut diprakarsai oleh Barisan Merah Putih Provinsi Papua. Mengusung tema “Solidaritas Pemuda Papua Memperkokoh NKRI”, kegiatan ini dinilai sebagai wujud nyata semangat persatuan dan nasionalisme generasi muda Papua.

Mano menegaskan, pentas seni dan budaya tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana strategis untuk memperkuat jati diri serta membangun harmoni sosial. “Seni dan budaya bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga kekuatan membangun karakter, menyampaikan pesan damai, dan menciptakan harmoni sosial,” tambahnya.

BACA JUGA  Ancaman Terorisme di Ruang Digital, Pemuda Lampung Diminta Waspada

Kegiatan ini juga bertepatan dengan sejumlah momentum penting, seperti peringatan Hari Tari Internasional, Hari Integrasi Papua ke NKRI, dan Hari Pendidikan Nasional. Puncak acara diisi dengan pesta budaya yang menampilkan berbagai penampilan seni dari artis Papua.

Sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua “Papua Cerah”, Mano mendorong generasi muda untuk terus berkarya dan menjadi agen perubahan. “Saya percaya, jika pemuda Papua bersatu, bergerak, dan berkarya, maka Papua akan menjadi daerah yang maju, damai, dan sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BMP RI, Max Abner Ohee, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini membuka ruang bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan sanggar seni, untuk menampilkan serta memasarkan produk mereka. “Kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk menampilkan atau menjual apa saja yang bisa mereka produksi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin setiap tahun sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui seni, budaya, dan kegiatan sosial lainnya.

Leave a Comment

Related Post