Langkah Persuasif Tangkal Masuknya Ideologi ISIS


0
80 shares

Terorisme merupakan sebuah paham yang sulit dihapuskan. Pada dasarnya tumbangnya pelaku terorisme bukanlah sebuah kendala yang mampu menghapus ajaran yang telah tertanam. Banyaknya anggota kelompok yang berjatuhan dan gugur di medan perang, membuat mereka bersemangat menyebarluaskan paham-paham radikalisme.

Seperti halnya terjadi pada Pasukan ISIS di timur tengah yang sudah kehilangan tempat setelah dikalahkan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Hal ini menandai bendera kemanusiaan mulai berkibar kembali, bukan hanya di Suriah dan Irak, bahkan di seluruh dunia.

Kehilangan kekuasaan akan membuat pergerakkan ISIS terhambat karena keterbatasan dana untuk membiayai setiap teror yang dilakukannya. Sebelumnya mereka mendapatkan dana dari sumber daya minyak dari wilayah yang dikuasainya.

Hancurnya wilayah kekhalifahan yang diklaim dikuasai oleh ISIS telah menimbulkan banyak kerugian bagi kelompok mereka baik dari alat propaganda, sarana perekrutan, serta keperluan akan pemasokan barang. Praktik-praktik kekejaman ISIS seperti praktik pembunuhan atas setiap penghianatan akan hilang. Namun, di sisi lain kelompok ini dapat menjadi musuh dalam selimut yang sangat berbahaya.

Kekalahan pasukan ISIS, tentu akan merubah strategi pemberantasan tindak terorisme. Pasalnya pergerakan ISIS yang secara terang-terangan menyatakan membangun negara Islam telah hancur lebur oleh pasukan SDF. Kekalahan ISIS pada pertempuran tidak membuat gerakan mereka mati, tapi mereka hanya mengubah arah pergerakannya ke bentuk yang lain. Sehingga Pengalaman menanggulangi kekerasan akan berubah mengikuti setiap perkembangan radikalisasi yang terjadi baik secara strategi, metode, dan cara mengikuti tantangan kekerasan yang disebarkan oleh kelompok radikal.

Mengutip pernyataan Letnan Jendral Angkatan Darat AS, Paul LaCamera bahwa ISIS dan seluruh kelompok upaya-upaya militer mereka keluar Levant (Irak dan Suriah-red) dan mereka akan mengubah taktik, dari tadinya membentuk kehadiran geografis menjadi lebih condong pada pertempuran gerilya, baik di kawasan itu atau di lokasi lain.

Baca Juga:  Aswaja sebagai Solusi Pembaharuan

Dengan adanya perubahan pergerakan dari yang terang-teragan ke bentuk yang lebih halus, tentu harus ada tindak lanjut untuk mengatasi hal itu. Untuk itu, semua elemen masyarakat harus aktif terlibat dalam penolakan ideologi ISIS. Tidak hanya anggota keamanan saja yang harus berperan, namun tokoh agama, ulama, serta seluruh lapisan masyarakat harus hadir didalamnya.

Untuk langkah pencegahan ideologi ISIS dapat dilakukan penguatan kembali konsep 4 pilar. Ideologi 4 pilar tersebut harus disosialisasikan ke penjuru masyarakat tanpa terkecuali. Pasalnya dalam 4 pilar kebangsaan tersebut, terdapat  cita-cita dan prinsip bangsa yang telah dibangun sejak lama oleh para pendahulu dan para pahlawan yang telah menumpahkan darahnya.

Pancasila

Pancasila merupakan salah satu pilar kebangsaan yang sudah teruji kehebatannya melawan ideology yang menyimpang. Sila pertama, menyebutkan ketuhanan maha esa. Dengan kata lain kita harus memilih agama dalam hal ini ideologiyang sudah di setujui oleh semua elemen negara. Ideologi yang sudah mendapat restu dari elemen negara, telah teruji kehebatannya dalam menegakkan kerukunan dan ketentraman masyarakat.

Sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ini mengajarkan kepada kita bahwa ideologi yang mementingkan ideologi kemanusiaan lebih utamakan dari segalanya. Ideologi yang dibawakan oleh kelompok ISIS sangat bertentangan dengan konsep kemanusiaan, dimana mereka melakukan berbagai kekerasan untuk memuluskan tujuan dan cita-cita mereka.

Sila ketiga, persatruan Indonesia. Menggusung konsep sila ini, warga negara haruslah bersatu padu membentuk negara yang damai, bertoleransi yang tinggi, serta menghargai perbedaan. Sistem khilafah yang mau dibangun oleh ISIS akan memecah belah bangsa. Kalau kita melihat sejarah, ketika dirumuskan Pancasila yang sekarang menjadi Piagam Jakarta, semua kelompok di luar Islam memberontak dan mengancam memisahkan diri apabila sila pertama tidak digantikan. Oleh karena itu, konsep yang bertoleransi terhadap agama manapun harus diutamakan.

Baca Juga:  Merebut Tafsir: Herankah ada ISIS di PAUD?

Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Kita tahu bahwa pengambilan keputusan secara sepihak tanpa memperhatikan semua sisi akan berdampak buruk bagi negara. Video pemenggalan, aksi bom bunuh diri merupakan sebuah contoh pengambilan keputusan secara sepihak tanpa memerhatikan sisi kemanusiaan dan kasih saying. Oleh karena itu, ideology yang seperti ini perlu ditolak.

Sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sangat dijunjung tinggi di negara Indonesia apalagi masalah ideologi. Konsep keadilan tidak serta merta dikaji secara mentah-mentah. Konsep keadilan harus dibarengi dengan tinjauan berbagai aspek agar tidak salah mengambil keputusan.

Undang-Undang Dasar 1945

Konsitusi yang menjerat tindak pidana akan membatasi tingkah laku seseorang. Dimana suatu hukuman yang tepat akan memberikan efek jera bagi pelakunya. Misalnya orang yang melakukan tindakan terorisme akan dihukum dengan hukuman yang seberat-beratnya. Namun, dalam menangani tindak radikalisme tidak hanya menerapkan sistem hukuman saja karena seorang teroris tidak gentar menjalani hukuman apalagi kematian. Oleh karena itu PP. Nomor 32 tentang syarat dan tat cara pelaksanaan hak warga binaan permasyarakatan, memberikan hadiah berupa remisi apabila pelaku membuang semua ideologi khilafahnya dan kembali kepada Pancasila.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Konsep negara kesatuan yang berlandaskan Pancasila, telah mampu menjadi suatu tameng tangguh membendung serangan ideologi kekerasan. Apabila seseorang memaksakan ideologi kekerasan, maka konsep kesatuan inilah yang mampu membendung dan merombak pola pikirnya. Dengan mengutamakan kesatuan, seseorang akan berfikir dua kali untuk melakuakan tindak kekerasan yang berakibat terjadinya permusuhan. Tentunya, permusuhan yang terus menerus terjadi akan menyebabkan banyak terjadi perpecahan baik antara golongan maupun kelompok. Oleh karena itu, konsep ini sangat cocok dan ideal untuk membangun negara.

Baca Juga:  Membubarkan HTI Secara Bermartabat

Bhineka Tunggal Ika

Bhineka Tunggal Ika berarti berbeda beda tetapi tetap satu jua. Dengan adanya rasa persatuan, segala sesuatu yang berbeda akan indah. Akan tetapi untuk mencapai pola kesatuan, harus melewati konsep toleransi, saling menghormati terhadap semua perbedaan.

Semua ideologi yang membenci bahkan sangat garang terhadap konsep toleransi, akan cenderung membawa perpecahan dan permusuhan. Sehingga dapat dipastikan seseorang yang meyakini ideologi tanpa adanya rasa toleransi, hidupnya akan dipenuhi oleh permusuhan dan rasa benci yang sangat tinggi. Pada akhirnya kehidupannya tidak akan tenang, karena resah memikirkan perbedaan yang terjadi di sekelilingnya.

Bhineka Tunggal Ika menawarkan konsep yang lebih baik daripada ideologi tanpa toleransi. Dalam Bhineka Tunggal Ika, seseorang diajarkan untuk saling menghormati dan bertoleransi terhadap semua perbedaan. Sehingga akan timbul keeja sama dan kekuatan yang sangat kuat untuk membangun negara.

Konsep empat pilar sangat berhubungan dan saling melengkapi dalam membangun suatu negara. Tugas utama yang harus dilakukan oleh semua kalangan adalah mensosialisasikan dan menanamkan konsep empat pilar kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dengan begitu bukan suatu hal mustahil untuk membendung, bahkan mengusir ideologi kekerasan keluar dari Indonesia.


Like it? Share with your friends!

0
80 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
M. Nur Faizi