Keunikan Bahasa Arab

0

Keunikan Bahasa Arab                    

Oleh: Amirah Ahmad Nahrawi*

Coba kita baca ungkapan bahasa Arab di bawah ini :

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ كَفَّ فَكَّهُ وَفَكَّ كَفَّهُ
وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ فَكَّ فَكَّهُ وَكَفَّ كَفَّهُ
ْفَكَمْ مِنْ فَكَةِ كَفٍّ كَفَتْ فُكُوكَهُمْ
ْوَكَمْ مِنْ كَفَةِ فَكٍّ فَكَتْ كُفُوفَهُمْ
كَفُّوا فُكُوكَكُمْ وَفَكُّوا كُفُوْفَكُمْ .

artinya:

Sebaik² manusia adalah orang yang bisa menahan mulutnya (yaitu menjaga ucapannya) dan membuka tangannya (yaitu ringan tangan dan suka membantu)

Sejelek² manusia adalah orang yang suka membuka mulutnya (yaitu tidak menjaga mulutnya) dan menahan tangannya (yaitu tidak suka menolong)

Betapa banyak orang yang membuka tangannya (suka menolong) menahan mulutnya (menjaga ucapannya)

Dan betapa banyak orang yang menahan tangannya (tidak suka menolong) membuka mulutnya (tidak menjaga ucapannya)

Tahanlah mulut² kalian (yaitu jagalah mulut kalian) dan bukalah tangan² kalian (yaitu suka menolong)

Ini adalah keistimewaan bahasa Arab, hanya berbekal dua huruf utama, yaitu huruf ف dan ك yang terkombinasi bisa menjadi petuah yang manfaat.

Perhatikan ketika huruf ف dan ك terkombinasi :
Berfungsi sebagai “fi’il”  (verba)
Kata كفّ  bermakna منع yaitu mencegah / menahan. Kata فكّ bermakna حل وفض وأطلق yaitu melepaskan, membuka atau membebaskan

Berfungsi sebagai “isim” (nomina)
Kata كف atau الكف yang bentuk plural nya الكفوف، bermakna tangan, telapak tangan beserta jari jemarinya. Kata فك atau الفك yang bentuk plural nya الفكوك, bermakna rahang, tulang rahang.

Kekayaan kosakata dan sinonim (muradif). Untuk menyebutkan kata mulut, di dalam bahasa Arab bisa disebut
ثَغْر ؛ فَم ؛ فُتْحَة ؛ فُو ؛ فُوْه ؛ فُوّهَة ؛ فِيه ؛ فاه ؛ مَبْسِم؛ فك

Kecermatan (diqqah) makna pada tiap kata, walaupun kaya dengan sinonim.

Keindahan bahasa Arab inilah yang membuat para orientalis semisal Ignazio Guidi (Orientalis Italia), atau Ernest Renan (padahal dia pembenci Arab), harus mengakui bahwa keistimewaan bahasa Arab itu kosakatanya begitu bersenandung, kaya dengan tasybihât (metafor) yg begitu memukau, lafazh (redaksi) walau kaya sinonim (muradif) yang begitu signifikan, struktur gramatikal yg ringkas dan sederhana, dan kaya akan komposisi baik dari tarkib (sintaksis), sharaf (morfologi), isytiqaq (derivasi) atau dilalah (semantik)-nya.

Sungguh, alangkah meruginya orang yang enggan atau tidak mau belajar bahasa Arab.

*Penulis adalah dosen Universitas Paramadina dan kandidat Doktor UIN Jakarta