34.1 C
Jakarta

Begini Peran Perempuan Dalam Pencegahan Gerakan Radikal

Artikel Trending

AkhbarDaerahBegini Peran Perempuan Dalam Pencegahan Gerakan Radikal
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Sidoarjo – Anggota MPR RI, Syaikhul Islam Ali memastikan perempuan memiliki peran sangat strategis dalam mencegah gerakan radikalisme di Indonesia. Karena itu, dalam Sosialiasi 4 Pilar Kebangsaan yakni mulai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Syaikhul mengajak anggota dan pengurus Fatayat NU Surabaya untuk menggunakan perannya dalam mencegah gerakan radikalisme.

Peren perempuan sangatlah penting terutama setelah mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan itu. Apalagi sudah memiliki modal pemahaman soal peran strategisnya dalam mencegah gerakan radikalisme yang bertentangan dengan 4 Pilar Kebangsaan bagi warga di sekitar rumah dan lingkungannya.

“Sangat penting sifatnya, kita sebagai wakil rakyat memberikan pemahaman kepada kaum perempuan (Fatayat NU) soal perannya dalam mencegah gerakan radikalisme. Karena dengan mencegah gerakan radikalisme berarti kita mampu menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Syaikhul Islam Ali saat Sosialiasi 4 Pilar Kebangsaan bersama puluhan anggota dan pengurus Fatayat NU Surabaya, Selasa (23/01/2024) kemarin.

Bagi Syaikhul memberi pemahaman kaum perempuan soal pencegahan gerakan radikalisme, khususnya para ibu rumah tangga sebagai bagian inti dari keluarga, sangatlah penting. “Apalagi, saat ini wacana intoleran dan paham radikal atas nama agama semakin meluas dan terinternalisasi di tengah-tengah kalangan masyarakat,” ungkap Syaikhul.

Gus Syaikhul menilai kaum ibu-ibu (emak-emak) saat ini memiliki peran signifikan dan waktu lama dibanding kaum laki-laki (ayah) untuk memberi pendidikan kepada putra-putrinya. Padahal, keluarga menjadi lingkungan paling intim dan benteng pertahanan terdepan dalam mencegah masuknya paham-paham buruk seperti radikalisme dengan menanamkan secara kuat nilai 4 pilar kebangsaan kepada anak-anaknya.

BACA JUGA  Indahnya Toleransi, Komunitas Lintas Agama Ikut Amankan Salat Ied di Malang

“Nah, saat ini paham radikalisme cenderung banyak menyerang anak-anak usia muda. Keluarga, khususnya ibu, harus memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang baik soal isu radikalisme dan pencegahannya. Tujuannya agar ancaman bahaya radikalisme di Indonesia tidak semakin meluas,” tegasnya

Pihaknya juga mengungkapkan terdapat tiga peran penting perempuan dalam pencegahan paham dan gerakan radikalisme. Terutama di era digital dan serba cepat saat ini. Pertama, kognisi (cognitive) berupa kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan, penalaran dan pemikiran. Hal ini dibagi lagi menjadi enam tingkatan, di antaranya pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), analisis (analyzis), sintesis (synthesis), dan evaluasi (evaluation).

Kemudian, kedua afektivitas (affective) yakni kemampuan yang mengutamakan perasaan, emosi dan reaksi-reaksi yang berbeda dalam penalaran. Hal ini dibagi dalam tahapan penerimaan (receiving), partisipasi (responding), penilaian (valuing), organisasi (organization), dan pembentukan pola (gaya) hidup (characterization by a value).

“Sedangkan yang ketiga adalah psikomotorik (psychomotoric) yakni menghubungkan aktivitas kegiatan dengan pikiran. Dengan kata lain aspek keterampilan jasmani. Meliputi persepsi (perception), kesiapan (set), gerakan terbimbing (guided response), gerakan yang terbiasa (mechanical response), gerakan yang kompleks (complex response), penyesuaian pola gerakan (adjusment), dan kreativitas (creativity),” tandasnya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru