Densus 88 Bekali Garda Pramuka Kesatria Sumut dengan Edukasi Pencegahan Radikalisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

05/07/2026

3
Min Read
Densus 88 Bekali Garda Pramuka Kesatria Sumut dengan Edukasi Pencegahan Radikalisme

Harakatuna.com. Deli Serdang – Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri memberikan pembekalan mengenai pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) kepada peserta pembentukan dan pengukuhan Garda Pramuka Kesatria Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (3/7/2026), tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan selama tiga hari yang bertujuan memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, dan ketahanan ideologi generasi muda. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bela Negara dan Mental Spiritual Garda Pramuka Kesatria, Iptu Shandi Yuda, S.H., M.M., jajaran panitia, pengurus Gerakan Pramuka, serta peserta Garda Pramuka Kesatria dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, penyerahan perlengkapan Pramuka secara simbolis kepada perwakilan peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pembekalan mengenai pengembangan keterampilan interpersonal (interpersonal skill). Setelah itu, peserta melaksanakan Salat Jumat sebelum mengikuti sesi materi pencegahan radikalisme.

Pada sesi tersebut, Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri, Ipda Kunto Adi Wibowo, S.H., M.H., menyampaikan materi mengenai upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Dalam pemaparannya, Kunto menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah dimanfaatkan oleh berbagai kelompok untuk menyebarkan propaganda dan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan melalui media digital.

BACA JUGA  Gubernur Kalbar Ingatkan Bahaya Media Sosial bagi Anak

Ia mengatakan generasi muda, khususnya Generasi Z, menjadi kelompok yang paling rentan terpapar karena tingginya intensitas penggunaan media sosial, permainan daring (online game), dan berbagai platform digital lainnya. “Generasi muda harus memiliki kemampuan menyaring setiap informasi yang diterima serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif maupun ajakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan bangsa,” ujarnya.

Selain meningkatkan literasi digital, peserta juga diajak memperkuat nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, dan toleransi, serta membangun komunikasi yang sehat dengan keluarga, lingkungan, dan teman sebaya sebagai benteng utama dalam mencegah penyebaran paham radikal.

Menurutnya, ketahanan keluarga dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar tidak mudah dipengaruhi ideologi ekstrem yang banyak beredar di ruang digital. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, Tim Pencegahan Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri dijadwalkan tetap berada di lokasi untuk memberikan pendampingan, edukasi, serta berdiskusi dengan peserta mengenai berbagai bentuk ancaman penyebaran paham radikal di era digital.

Melalui kegiatan tersebut, Densus 88 Antiteror Polri berharap lahir kader-kader Garda Pramuka Kesatria yang memiliki wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta mampu menjadi pelopor dalam mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sehingga turut memperkuat ketahanan nasional dari tingkat akar rumput.

Leave a Comment

Related Post