32.1 C
Jakarta

Upaya Bersih-bersih Jaringan JI di Sulawesi Tengah Perlu Dilakukan Bersama, Ini Keterangan Para Pihak

Artikel Trending

AkhbarDaerahUpaya Bersih-bersih Jaringan JI di Sulawesi Tengah Perlu Dilakukan Bersama, Ini Keterangan...
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Palu – Penumpasan mata rantai jaringan terorisme di Sulawesi Tengah hingga kini masih dilakukan. Usai aparat memberangus kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, warga kembali dikejutkan dengan pencokokan delapan orang yang diduga terafiliasi dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Poso menjadi titik lokasi penangkapan dalam waktu 2 hari. Sejauh ini aparat telah berupaya melakukan bersih-bersih anggota JI di kawasan Sulawasi Tengah. Penangkapan pertama dilakukan pada 16 April 2024. Tujuh orang langsung diamankan Densus 88 di tiga lokasi berbeda. Empat warga Kota Palu, dua warga Sigi, dan seorang warga Kabupaten Poso.

“Pasti pertanyaannya, apa betul? Ya, betul. Berikan kesempatan kepada kami untuk terus bekerja, ya,” ucap singkat Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho yang membenarkan penangkapan tersebut.

Informasi yang disampaikan Polri kepada media usai penangkapan menerangkan bawa Densus 88 Antiteror langsung melakukan penggeledahan di beberapa rumah di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Rumah yang digeledah terletak di Jalan Lagarutu, Kota Palu, dan kompleks perumahan Kelapa Mas Permai Kalukubula dan Tinggede. Dokumen, handphone, laptop, dan sejumlah barang lain jadi barang bukti hasil penggeledahan.

Penangkapan kedua terjadi pada 18 April malam. Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali melakukan penggeledahan di area kompleks perumahan Masjid Al Munnawarah Palu. Dari informasi lurah setempat, seorang penghuni rumah itu telah diamankan oleh Densus 88 saat melakukan perjalanan dari Kota Makassar menuju ke Kota Palu.

Dari pihak kelurahan juga mendukung upaya bersih-bersih jaringan anggota JI di Sulawesi Tengah. Sahdin, Lurah Lolu Selatan turut memberi kesaksian bahwa jaringan JI menyusup ke berbagai ormas dan lintas daerah. “Dia anak menantu, yang ditangkap inisialnya RF. Ada kendaraan Dewan Masjid Indonesia (DMI), itu yang mereka tumpangi dari Makassar tadi. Mereka ini ‘kan dari Makassar,” terang Lurah Lolu Selatan.

Mereka yang diamankan pada hari pertama dan kedua itu diduga kuat terafiliasi dengan jaringan Jamaah Islimiyah. Meskipun demikian belum diketahui apa peran kedelapan orang tersebut.

BACA JUGA  FKPT Sumsel Terus Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

Kedelapan orang yang diamankan masing-masing berinisial RF, AR, BS, GN, dan BK, warga Kota Palu, kemudian dua warga Sigi berinisial MH dan HR serta warga Poso berinisial SK. Penangkapan ini menandakan masih adanya jaringan JI yang tersebar di Sulawesi Tengah.

Saat ini, pihak Densus 88 Antiteror masih menyelidiki dan melakukan pengembangan terkait penangkapan delapan orang yang diduga terafiliasi dengan kelompok JI.

Pada bulan Maret 2023, Densus 88 juga menangkap lima warga Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang terlibat dalam kelompok teroris jaringan JI.

Selain itu, Pengamat Terorisme Sulawesi Tengah, Prof. Lukman S. Thahir juga memberi keterangan bahwa terorisme di Sulteng bak fenomena gunung es yang perlu dileburkan bersama-sama. Pihaknya turut mendukung upaya bersih-bersih jaringan JI yang dilakukan aparat keamanan.

“Terorisme adalah fenomena gunung es. Yang kita lihat di permukaan tenang dan tidak terlalu banyak gelombang, tetapi sangat dalam dan sangat banyak faktor yang mempengaruhi,” ucapnya.

Gerakan sejumlah anggota terduga JI ini bisa memberikan efek kepada masyarakat Sulteng karena gerakan terorisme bermain di balik isu ketidakadilan dan kekecewaan yang dirasakan oleh masyarakat terhadap pelayanan.

“Persoalan terorisme di Sulawesi tengah itu seakan-akan berakhir dengan penangkapan, padahal tidak. Oleh karena itu, penanganannya betul-betul harus serius. Kenapa kita harus serius? Karena terorisme itu bermain di balik rasa ketidakadilan masyarakat. Isu ini bisa jadi pemantik bagi mereka untuk kemudian mendapatkan semacam pengaruh dari kelompok kelompok ini,” ucapnya.

Walakin, Lukman tetap mengapresiasi penangkapan yang dilakukan oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri terhadap delapan terduga anggota JI ini.

“Kita berterima kasih kepada pihak Polda dan seluruh jajarannya yang sudah sangat cepat mengantisipasi persoalan itu sehingga tidak memberikan semacam dampak yang merugikan masyarakat,” kata Lukman.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak melihat terorisme di wilayah Sulawesi Tengah dengan seksama karena masih menjadi masalah yang serius yang harus ditangani bersama. Pihaknya juga memninta untuk dilakukan pendampingan dan pencegahan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penanganan terorisme itu sendiri.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru