31.5 C
Jakarta

Stop Ekstremisme dalam Rumah Tangga!

Artikel Trending

KhazanahResensi BukuStop Ekstremisme dalam Rumah Tangga!
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF
Judul Buku: Rumah Tangga Seindah Surga, Kisah Keseharian Rumah Tangga Nabi, Penulis : Azkiya Khikmatiar, M.Ag. dan Ulummudin, M.Ag., Penerbit: Araska, Cetakan: I, Juli 2022, Tebal: 228 halaman, ISBN: 978-623-6335-13-0, Peresensi: Sam Edy Yuswanto.

Harakatuna.com – Pernikahan termasuk ke dalam kategori ibadah bagi mereka yang telah mampu untuk menunaikannya. Namun, realitas memaparkan, tak semua orang mau mempelajari tentang seluk-beluk pernikahan sebagaimana telah dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad saw. Maka, tak heran bila ada orang yang menikah tapi kemudian berakhir dengan tragis: perceraian.

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab seseorang memutuskan untuk bercerai. Salah satunya yang akan saya bahas di sini adalah faktor kekerasan dalam rumah tangga. Baik kekerasan yang dilakukan oleh suami kepada istri, maupun kekerasan yang dilakukan istri terhadap suami. Yang lebih tragis ketika ada orang yang dengan begitu tega membunuh pasangannya sendiri. Na’uzubillaahi min dzaalik.

Perihal kekerasan dalam rumah tangga, kita tentu sudah mendengar kabar yang tengah santer diberitakan di berbagai media belakangan ini. Tentang aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh seorang artis dangdut perempuan ternama. Kekerasan fisik yang dilakukan oleh sang suami yang juga seorang artis, menyebabkan istrinya harus dirawat di rumah sakit. Padahal sebelumnya, pasangan artis terkenal tersebut kerap menampakkan kemesraannya di depan publik.

Menurut saya, kekerasan yang terjadi dalam sebuah rumah tangga ditengarai oleh kurangnya ilmu pengetahuan tentang pernikahan. Mestinya, setiap orang yang hendak mengakhiri masa lajang, harus berusaha mendalami tentang seputar hukum dan hikmahnya menikah, apa saja kewajiban yang harus ditunaikan oleh suami dan istri dalam rumah tangga, apa saja hal-hal yang harus dihindari, dan seterusnya.

Tanpa mengetahui hak dan kewajiban masing-masing, tentu sebuah rumah tangga akan rentan mengalami hal-hal yang tidak dibenarkan dalam ajaran agama, misalnya melakukan aksi kekerasan terhadap pasangannya.

Sebagaimana telah dimaklumi bersama, yang namanya menjalani kehidupan berumah tangga tentu akan berhadapan dengan sederet persoalan. Di sinilah sebenarnya suami dan istri harus saling menguatkan dan mencari jalan keluarnya bersama. Jangan sampai masing-masing mengedepankan ego, saling menyalahkan, hingga berujung pertengkaran bahkan memicu salah satunya untuk melakukan kekerasan fisik.

Kita seharusnya selalu meneladani kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad Saw. bersama istri-istrinya. Tak pernah sekali pun beliau melakukan aksi kekerasan fisik terhadap mereka. Beliau adalah sosok yang sangat bijaksana dan penyayang. Beliau begitu menghormati istrinya.

Dalam buku “Rumah Tangga Seindah Surga” diungkap bahwa dalam sejarah pernikahannya, Nabi Muhammad Saw. belum pernah melakukan kekerasan kepada istrinya. Jangankan kepada istri, kepada pembencinya pun beliau selalu berlemah lembut. Beliau menyadari bahwa kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan permasalahan rumah tangga. Jika beliau marah, beliau cukup mendiamkan istrinya. Kelembutan beliau bukanlah isapan jempol belaka. Hal ini dapat ditelusuri melalui hadis dari Aisyah berikut ini:

BACA JUGA  Mewaspadai Bibit Radikalisme di Kalangan Anak Muda

“Telah menceritakannya kepada kami Abu Kuraib: Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam dari bapaknya dari Aisyah dia berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah memukul pelayan beliau ataupun seorang wanita pun dengan tangannya, kecuali saat berjihad di jalan Allah, beliau tidak pernah membalas suatu kesalahan yang dilakukan orang kecuali bila keharaman-keharaman Allah ‘azza wa jalla dilanggar, beliau membalas karena Allah ‘azza wa jalla.

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ibnu Numair keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdah dan Waki’; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib; Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah seluruhnya dari Hisyam melalui jalur ini dengan adanya penambahan masing-masing dari mereka.’” (HR. Muslim).

Hadis di atas adalah bukti bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak pernah memukul istri ataupun pembantunya. Satu-satunya keadaan yang memaksa beliau untuk memukul orang adalah ketika beliau berjihad di jalan Allah. Beliau memahami bahwa istri adalah orang yang harus disayangi dan bukan disakiti. Walaupun berbuat kesalahan, beliau tidak tega untuk melakukan kekerasan fisik dengan cara memukul (halaman 213).

Sungguh sangat aneh bukan? Bila ada sebuah rumah tangga yang sebelumnya tampak harmonis, romantis, saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain, tiba-tiba saat didera persoalan, salah satunya tak bisa mengontrol emosinya dan melakukan aksi kekerasan. Terlebih bila yang melakukan kekerasan itu adalah pihak suami terhadap istrinya. Sungguh suatu sikap yang tidak gentle. Laki-laki yang seharusnya melindungi istri, malah tega menganiaya istrinya hingga menyebabkannya harus masuk rumah sakit.

Orang-orang yang kerap melakukan aksi kekerasan dalam rumah tangga, menjadi pertanda bahwa mereka tidak memahami apa sebenarnya tujuan pernikahan. Dalam buku ini diuraikan, tujuan yang paling hakiki dalam sebuah pernikahan adalah untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah (tenang) dihiasi dengan mawaddah (rasa cinta) dan rahmah (kasih sayang).

Karenanya, penting bagi setiap orang yang hendak menikah untuk belajar terlebih dahulu tentang seputar ilmu tentang pernikahan, agar terhindar dari melakukan hal-hal yang dibenci oleh Allah seperti melakukan kekerasan alias ekstremisme terhadap pasangan. Wallahu a’lam bish-shawaab.

Sam Edy Yuswanto
Sam Edy Yuswanto
Bermukim di Kebumen, tulisannya dalam berbagai genre tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional, antara lain: Koran Sindo, Jawa Pos, Republika, Kompas Anak, Jateng Pos, Radar Banyumas, Merapi, Minggu Pagi, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, dll.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru