MUI Jatim dan FKPT Dorong Literasi Digital untuk Cegah Radikalisme di Media Sosial

Ahmad Fairozi, M.Hum.

13/06/2026

3
Min Read

Harakatuna.com. Surabaya — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Timur menggelar forum edukasi untuk mendorong masyarakat agar lebih cerdas, kritis, dan bijak dalam menggunakan media sosial. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus MUI, FKPT, Fatayat, Muslimat, PMII, Aisyiyah, RMI, hingga HMI.

Dalam sambutannya, Sekretaris Umum MUI Jawa Timur menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikal yang dinilai mulai merambah berbagai sektor strategis di Indonesia. Ia menyoroti adanya laporan yang menunjukkan indikasi masuknya paham fundamentalis ke sejumlah lingkungan, termasuk aparatur negara, perguruan tinggi, dan sektor BUMN.

“Di sinilah peran penting Majelis Ulama Indonesia bersama badan yang menangani penanggulangan terorisme dan radikalisme, termasuk sinergi dengan BNPT dan FKPT di Jawa Timur untuk mengantisipasi berbagai tantangan tersebut,” ujarnya pada Kamis (11/06) di Kantor MUI Jawa Timur.

Menurutnya, kolaborasi antar-lembaga dan penguatan edukasi publik menjadi langkah penting untuk mencegah berkembangnya pemahaman yang berpotensi mengancam persatuan masyarakat.

Pesan mengenai pentingnya literasi digital juga disampaikan dalam forum melalui analogi penggunaan media sosial yang diibaratkan seperti air.

“Media sosial itu seperti air. Jika dikelola dengan baik akan menjadi sumber kehidupan, tetapi jika diabaikan bisa berubah menjadi banjir yang menenggelamkan,” ungkap perwakilan penyelenggara saat memandu jalannya kegiatan.

Peserta forum pun diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mengendalikan aktivitas digital mereka agar tidak ikut menyebarkan konten yang bersifat provokatif ataupun memicu perpecahan.

BACA JUGA  Densus 88 Ingatkan Bahaya Radikalisasi Anak Melalui Game Online

Sementara itu, narasumber utama forum, Prof. Dr. Hj. Mutimadul Faidah, M.Ag., selaku pengurus Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PPRK) MUI Jawa Timur, mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi bangsa Indonesia.

“Bangsa kita dibangun oleh cinta, dibangun oleh kekeluargaan, serta tumbuh di atas nilai keramahan dan perdamaian,” kata Prof. Mutimadul di hadapan peserta.

Ia menilai semangat persatuan dan kehidupan yang damai menjadi modal utama yang membuat Indonesia mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan yang terus muncul.

Dalam paparannya, Prof. Mutimadul juga menyoroti tingginya paparan konten digital yang memuat narasi kekerasan dan penolakan terhadap nilai kebangsaan di ruang siber. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi memengaruhi cara pandang masyarakat apabila dikonsumsi tanpa penyaringan.

“Jika narasi seperti ini terus dikonsumsi setiap hari, maka pandangan yang menggambarkan Indonesia sebagai negara yang rusak atau harus mengganti sistem dan ideologinya dapat dengan mudah menyebar,” jelasnya.

Melalui forum ini, MUI Jawa Timur dan FKPT berharap terbangun langkah berkelanjutan bersama seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat literasi digital, membentengi pola pikir umat, serta menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Leave a Comment

Related Post