31.7 C
Jakarta

Lima Cara Mudah Menemukan Ide Menulis yang Harus Anda Kuasai

Artikel Trending

KhazanahLiterasiLima Cara Mudah Menemukan Ide Menulis yang Harus Anda Kuasai
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Bagi seorang penulis, ide merupakan hal yang sangat penting sebelum mengawali sebuah tulisan. Tanpa memiliki ide, seorang penulis tentu akan merasa sangat kesulitan merangkai kata demi kata untuk kemudian menjadi sebuah tulisan yang menarik dan mencerahkan. Bagi saya, ide ibarat tempat atau tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah perjalanan.

Bagaimana kita bisa melakukan sebuah perjalanan tanpa memiliki tujuan hendak ke mana? Begitu juga saat menulis, tanpa ide tentu kita akan kebingungan mengawali kata-kata. Karenanya, dibutuhkan sebuah ide terlebih dahulu sebelum memulai aktivitas menulis. Tanpa menemukan ide terlebih dahulu, tentu setiap penulis akan merasa kesulitan untuk menciptakan tulisan.

Arti ide, sebagaimana dikutip dari kbbi.web.id adalah rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita. Seorang penulis dituntut untuk jeli melihat berbagai peluang ide yang terhampar di hadapannya. Kejelian dalam memandang setiap hal yang terpampang di depan mata menjadi aset berharga bagi para penulis.

Dengan kejelian tersebut itulah, hal sekecil apa pun akan bisa dijadikan sebagai ide tulisan yang unik, menarik, dan memiliki nilai jual yang tinggi. Bahkan mampu menginspirasi para pembaca untuk melakukan hal-hal positif.

Namun realitasnya, tak semua penulis mudah dalam menemukan ide menulis. Karenanya lewat tulisan kali ini, saya akan berbagi sedikit tips atau kiat menemukan ide menulis dengan mudah dan sederhana. Berdasarkan pengamatan saya, setidaknya ada lima cara mudah mendapatkan ide sebelum menulis:

  1. Cobalah perhatikan benda-benda yang ada di sekitar rumah. Lalu ambil sebuah benda yang memiliki nilai kenangan atau sejarah yang mengesankan. Misalnya televisi. Coba ingat-ingat kapan orangtua kita membeli televisi tersebut. Apa kira-kira alasan orangtua membelinya, dan seterusnya. Nah, benda berupa televisi ini sepintas sangat sederhana, tetapi karena kejelian kita maka dapat dijadikan sebagai ide menarik sebagai bahan tulisan. Misalnya tulisan berupa opini atau cerita pendek yang berkaitan dengan benda yang disukai banyak orang tersebut. Ceritakan dalam tulisan tersebut, apa kita benar-benar sangat membutuhkan televisi? Mengapa orang-orang sangat tergila-gila dengan benda yang bisa menampilkan gambar hidup dan suara yang dapat memekakkan telinga itu? Bisakah kita hidup tanpa televisi?
  2. Melihat gambar. Ya, hanya dengan melihat atau mengamati secara detail sebuah gambar, dapat memancing ide tulisan di benak kita. Misalnya, gambar seekor anjing terluka yang sedang dibopong oleh seorang perempuan. Silakan amati gambar tersebut, lalu kita bisa berimajinasi tentang kronologi anjing tersebut mengapa sampai terluka. Buatlah sebuah cerita dengan ide seekor anjing yang hidupnya terlunta-lunta lalu dia ditemukan oleh seseorang yang baik hati yang mau merawatnya hingga ajal tiba.
  3. Nonton film atau video pendek. Seperti halnya melihat gambar, menonton film-film atau video berdurasi pendek juga dapat menerbitkan ide tulisan di benak kita. Terlebih bila film dan video tersebut memiliki muatan nilai-nilai yang positif seperti kritik sosial. Misalnya film yang bercerita tentang perjuangan orangtua dalam membesarkan anak-anaknya. Dari kisah tersebut kita bisa membuat sebuah tulisan bertema suka-duka orang tua bersama anak-anaknya, tentu saja dengan sudut pandang berbeda atau menurut versi kita sendiri. Satu hal yang penting diperhatikan di sini, jangan sampai kita menceritakan hal serupa (sama persis dengan kisah dalam film tersebut) karena hal ini bisa dikategorikan sebagai perbuatan menjiplak atau memplagiat karya orang. Terinspirasi dari film boleh, tapi jangan sampai kita memplagiasi keseluruhan cerita di dalamnya.
  4. Melakukan Perjalanan. Ide menulis sebenarnya bertebaran di mana saja. Termasuk saat kita sedang melakukan perjalanan. Baik perjalanan jauh semisal keluar kota, maupun perjalanan pendek semisal jalan-jalan ke tempat wisata lokal atau sekadar bersantai di ruang-ruang publik seperti alun-alun dan taman kota. Biasanya saat melakukan perjalanan, akan banyak kita temukan peristiwa menarik yang bisa dijadikan ide tulisan. Misal saat berada di lampu merah, kita melihat para penjual koran dan para pengamen jalanan. Hal-hal semacam ini sepintas terlihat remeh dan tak berharga. Namun kalau kita berusaha melihat dengan jeli, kita bisa menuliskan kisah mereka dengan permainan imajinasi kita. .
  5. Rajin membaca beragam jenis buku juga dapat melahirkan banyak ide tulisan yang segar dan menginspirasi pembaca. Saya yakin seorang penulis sejati tak akan pernah mengabaikan kegiatan membaca beragam buku-buku. Ya, karena membaca dan menulis merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan. Keduanya merupakan satu kesatuan. Seorang penulis bila mengaku kehabisan ide, biasanya karena dia kurang atau malas membaca. Karenanya, perbanyak membaca berbagai jenis buku, majalah, dan koran, agar ide-ide segar dapat dengan mudah kita temukan.
BACA JUGA  Mewujudkan Literasi Ideal Melalui Critical Thinking

Itulah lima cara mudah menemukan ide menulis versi saya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca, khususnya mereka yang sedang belajar menekuni dunia kepenulisan.

Sam Edy Yuswanto
Sam Edy Yuswanto
Bermukim di Kebumen, tulisannya dalam berbagai genre tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional, antara lain: Koran Sindo, Jawa Pos, Republika, Kompas Anak, Jateng Pos, Radar Banyumas, Merapi, Minggu Pagi, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, dll.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru