34 C
Jakarta

7 Pelaku Pengeroyokan Ade Armando Pendukung Rizieq Shihab

Artikel Trending

AkhbarNasional7 Pelaku Pengeroyokan Ade Armando Pendukung Rizieq Shihab
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – 7 orang sudah ditangkap polisi terkait kasus penganiayaan pegiat media sosial, Ade Armando. Menurut Denny Siregar, mayoritas mereka adalah pendukung Rizieq Shihab.

“Hampir semua pemukul Ade Armando yang ditangkap polisi adalah pendukung Rizieq Shihab. Ini menunjukkan bahwa FPI sudah mencuci otak mereka jadi manusia bodoh, militan, dan barbar dengan balutan agama,” cuit @Dennysiregar7 yang dikutip, Jumat (15/4).

Polda Metro Jaya sendiri langsung bergerak cepat dengan meringkus para pelaku penganiayaan terhadap Ade Armando. Hingga saat ini sudah ada 7 tersangka yang sudah ditahan.

Mereka adalah Komar, M Bagja, Dhia Ul Haq, Arif Ferdini W, Abdul Latip, Marcos Iswan dan Alfikri Hidayatullah. Arif Ferdini disebut polsi diduga menghasut massa aksi sebelum pengeroyokan Ade Armando.

Hal senada juga diungkapkan advokat Muannas Alaidid. Melalui akun Twitternya, Muannas menyebut tersangka Marcos Iswan, adalah salah satu pengeroyok Ade Armando.

Dia diduga ikut memukul dan menendang di bagian kepala. Muannas menegaskan Marcos Iswa bukan mahasiswa.

“Kabarnya dia punya warung 212, terinformasi yg bersangkutan sdh ditangkap dan ditahan,” tulis @muannas_alaidid seperti dikutip FIN pada Jumat (15/4/2022).

Dalam cuitan lanjutannya, Muannas menambahkan tersangka lainnya Al Fikri diduga ikut memukul dan menendang Ade Armando juga di bagian kepala. Muannas menyatakan untuk tersangka Komar, telah terindentifikasi bukan mahasiswa.

“Dia adalah anggota Laskar Pembela Islam FPI. Negara tak boleh kalah dari kelompok intoleransi dan radikalisme,” tutupnya.

Marcos Iswan dan Alfikri Hidayatullah ditangkap di tempat berbeda. Marcos Iswan diringkus di kawasan Sawangan, Depok pada Kamis (14/4) dini hari. Sementara Alfikri Hidayatullah ditangkap di Jagakarsa, Jakarta Selatan, sekitar pukul 02.55 WIB.

“Terhadap mereka yang kita lakukan penangkapan ini telah kita lakukan pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi kekerasan ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan.

BACA JUGA  Hajatan Budaya Betawi 2022, BNPT Lawan Radikalisme dengan Pendekatan Kebudayaan

Seperti diberitakan, tersangka pengeroyokan dosen Universitas Indonesia Ade Armando saat demo di depan Gedung DPR/MPR mengaku kesal.

Salah satu tersangka pengeroyokan terhadap pegiat media sosial Ade Armando mengaku kesal dengan tulisan korban di media sosial.

“Saudara Muhammad Bagja menyampaikan dalam pemeriksaan bahwa yang bersangkutan kesal dengan apa yang selama ini disuarakan korban di media sosial,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan.

Sedangkan tersangka kedua, yakni atas nama Komarudin mengaku ikut mengeroyok Ade Armando karena situasi yang ada di tempat kejadian perkara.

Untuk motif tersangka ketiga atas nama Dhia Ul Haq masih belum bisa disampaikan. Sebab, yang bersangkutan baru saja ditangkap pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Selain tiga tersangka tersebut, masih ada tiga tersangka pelaku pengeroyokan yang masih buron atas nama Ade Purnama, Abdul Latief dan Abdul Manaf. Selain itu, polisi juga telah menangkap satu orang provokator pengeroyok Ade Armando, yakni Arif Ferdini.

“Di video yang beredar di media sosial, yang bersangkutan ini melakukan provokasi di antaranya mengeluarkan kata-kata ‘Ade Armando sudah mati’ dan ‘Semua, turun semua yang ada di Jakarta’,” tutur Zulpan.

Diketahui, pegiat media sosial (medsos) sekaligus Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando dikeroyok oleh massa saat mengikuti demonstrasi mahasiswa oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Komplek Parlemen Senayan.

Ade diselamatkan petugas dari amuk massa yang berada di lokasi unjuk rasa. Ade Armando menderita luka di bagian kepala sehingga harus mendapatkan perawatan intensif.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru