30.3 C
Jakarta
Array

5 Ormas Tolak Kedatangan Felix di Kota Semarang

Artikel Trending

5 Ormas Tolak Kedatangan Felix di Kota Semarang
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com, Semarang — Lima organisasi kemasyarakatan menolak tegas kedatangan Felix Siauw. Penolakan Felix bukan karena anti-Islam, melainkan di samping aktivis HTI yang getol menyuarakan pergantian sistem yang ada di Indonesia dengan sistem yang utopis, yakni Khilafah, juga Felix dikenal tokoh HTI yang bertugas sebagai perekrut, penggalang dan yang membrifing remaja-remaja yang akan ngampus di kampus-kampus umum.

HTI, sebagaimana kita ketahui memiliki bawahan bernama Gema Pembebasan, yang dibentuk dan bertugas sebagai penggalang masa saat pendaftaran mahasiswa baru di kampus-kampus. Setelah terjaring, maka calon mahasiswa dan mahasiswi di doktrin oleh tokoh-tokoh HTI.

Jelas adanya, penolakan lima ormas atas kedatangan Felix di Kota Semarang, Jawa Tengah. Di mana rencana kedatangan Felix disebabkanya adanya undangan dari Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) untuk mengisi dua agenda acara, yaitu halal bihalal di Masjid At Taufiq, Jalan Durian Raya, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (9/7), dan acara milad ke 63 YBWSA di Universitas Sultan Agung (Unisulla) Kota Semarang, Senin (10/7).

Baca: Felix Siauw: Pembajakan Halal, Menurut Fatwa MUI Haram!

Baca: Aktivis Anti NKRI Masuk Ke Kampus UNISSULA Semarang

Baca: Toha Putra dan Kontribusinya Terhadap HTI

Lima organisasi kemasyarakat tersebut yaitu GP Ansor, Patriot Garda Nasional (PGN), PMII Semarang, Ganaspati dan IPNU menggelar pertemuan di Polrestabes Semarang. Adanya pertemuan tertutup dan dimediasi Kasat Intelkam Polrestabes AKBP Ventie Bernard Musak dan Kapolsek Genuk Kompol Eko Heru di Mapolrestabes Semarang Jalan Dr Sutomo, Kota Semarang, Jumat (7/7).

Salah satu keberatan yang disampaikan perwakilan ormas, “Intinya kami tidak setuju Felix Siauw datang ke Semarang, karena latar belakangnya yang tidak sejalan dengan NKRI,” ungkap Komandan Banser GP Ansor Suharmanto kepada awak media di sela pertemuan.

Sekretaris PGN, Choirul Anwar mengungkapkan pernyataan yang sama, Felix dinilai salah satu aktivis HTI. “HTI bagian dari ormas yang selalu menyampaikan propaganda-propaganda yang justru merusak kerukunan itu sendiri. Pemerintah juga sudah melarangnya dan akan membubarkan melalui pengadilan. Bagi kami Kota Semarang selama ini dikenal sebagai kota yang aman dan rukun. Untuk itu, kami menolak kedatangannya di Kota Semarang,” ungkapnya.

Ketua YBWSA Hasan Toha Putra, usai mediasi mengaku akan membatalkan kehadiran Felix ke Kota Semarang. Pembatalan itu adalah hasil dari mediasi yang dilakukan sejumlah ormas dengan pengurus YBWSA di Polrestabes Kota Semarang.

“Usai dilakukan mediasi, kami menerima saran dari Kasat Intel dan pertimbangan yang lain, agar kehadiran ustaz Felix Siauw dalam acara kami ditangguhkan,” ujar Hasan Toha.

Kasat Intelkam Polrestabes Semarang, AKBP Ventie Bernard Musak menjelaskan, upaya mediasi ini adalah inisiatif dari pihaknya. Selain itu, Ventie juga memperjelas jika pihak Kepolisian dalam hal ini berlaku sebagai penengah dari kedua belah pihak. “Mediasi ini inisiatif dari kami. Mediasi ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Redaksi Harakatuna menerima beberapa surat terkait kedatangan Felix, yaitu:

                                Ganaspati
Ikatan Alumni PMII UNISSULA Semarang
Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru