Skip to content
Harakatuna.com
  • X
  • Instagram
Kirim Tulisan

  • Editorial
  • Agenda
  • Khazanah
    • Inspiratif
    • Ekonomi Syariah
      Artikel yang membahas tentang ekonomi syariah
    • Literasi
    • Opini
    • Perempuan
    • Perspektif
    • Resensi Buku
    • Resonansi
    • Suara Pembaca
    • Telaah
  • Asas-asas Islam
    • Akhlak
    • Al-Qur’an
    • Fikih Islam
    • Hadist
    • Ibadah
    • Sirah Nabawiyah
    • Syariah
    • Tafsir
    • Tasawuf
  • Akhbar
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
  • Islam dan Timur Tengah
    • Islam dan Kebangsaan
    • Ulasan Timur Tengah
  • Milenial Islam

Perempuan

Perempuan Tasawuf

Perempuan dalam Sudut Pandang Tasawuf, Bagaimana?

Harakatuna.com – Tasawuf asal maknanya dari bahasa Arab yaitu tashowwafa yang artinya berbulu banyak. Makna tersebut dinisbatkan kepada mereka yang gemar mempergunakan baju

by

Abdur Rahmad

26/03/2023

Hukum Perempuan Menggunakan Obat Penunda Haid Ketika Ramadhan

Harakatuna.com. – Beberapa hari lagi kita akan masuk di bulan ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan suci dalam agama Islam yang dipercayai sebagai bulan

by

Harakatuna

22/03/2023

Anak Radikal

Tangkal Paham Radikal Dimulai dengan Identifikasi Kecenderungan Anak

Harakatuna.com – Tak hanya menyasar usia dewasa, gerakan radikal juga menargetkan anak-anak untuk dijadikan bakal calon penerus ideologi sesatnya. Cukup ironis memang, anak

by

Lutfiana Dwi Mayasari

19/03/2023

Non-Qital

Perjuangan Non-Qital Perempuan Melawan Terorisme

Harakatuna.com – Keterlibatan perempuan dalam tindak terorisme sudah berlangsung sejak lama. Menyisir sejarah, Indonesia sudah mengalami beberapa kejadian terorisme perempuan, baik yang masih

by

M. Nur Faizi

12/03/2023

Jakarta – Segala bentuk tindak kekerasan, baik di sekolah, perkantoran, ataupun di lingkungan tempat tinggal, bersumber dari pola pendidikan yang diterapkan di keluarga masing-masing. Pada tingkatan sosial terkecil yaitu rumah tangga, perempuan memiliki peranan penting dalam menentukan model pengasuhan yang dijalankan bagi anak-anaknya. Momentum Hari Perempuan Internasional kiranya dapat menjadi pengingat bagi semua tentang pentingnya peranan perempuan dalam lingkup keluarga dan lingkungan. Perempuan diharapkan dapat menjadi benteng yang kokoh untuk menghalau praktik kekerasan dan intoleransi sedari dini dari rumah tangganya masing-masing. Direktur Nasional GusDurian Network Indonesia (GNI) yang juga Aktivis Pemerhati Isu Perempuan dan Anak, Alissa Wahid mengatakan, tingkat pendidikan seorang perempuan sangat berpengaruh terhadap pola asuh yang diberikan kepada anak-anaknya. Praktik kekerasan dalam keluarga yang berulang dan turun temurun banyak disebabkan oleh kurangnya pendidikan yang didapatkan oleh perempuan. Padahal, menggunakan kekerasan dalam mendidik anak adalah cara yang tidak efektif dan hanya menimbulkan trauma berkepanjangan. “Sudah semestinya kita mendorong perempuan supaya berpendidikan lebih tinggi, walaupun nantinya perempuan tersebut memilih untuk jadi ibu rumah tangga. Harus dipahami bahwa pendidikan yang lebih tinggi itu tidak akan terbuang begitu saja,” ujar Alissa di Jakarta, Rabu (8/3/2023). Alissa juga menekankan pentingnya kerjasama antara ayah dan ibu dalam keluarga. Putri pertama dari Presiden Ke-4 Republik Indonesia KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini mencontohkan, kerjasama yang baik antara kedua orang tua dengan mencapai kesepakatan dalam pembagian peran. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab untuk menendidik sebetulnya bukan hanya pada ibu, tapi juga ada pada bapak. Walaupun begitu, ia menyadari pada realitanya di Indonesia, beban pendidikan anak lebih banyak diberikan kepada ibu. “Ini pengalaman pribadi ya. Saya pernah mau ikut camping, lalu tidak diizinkan sama ibu. Alasannya karena Ibu khawatir saat camping laki-laki dan perempuan bareng (dicampur) gitu. Kemudian saya mengadu ke bapak (Gus Dur) dengan harapan akan diizinkan untuk berangkat camping. Waktu itu, Gus Dur menjawabnya begini, ‘urusan pendidikan kalian, ibu itu komandannya. Jadi kalau ibu bilang tidak boleh, bapak ikut ibu.’ Nah, di situ saya belajar banget bagaimana kemudian orang ketika menghormati orang lain itu harus secara utuh gitu loh ya. Tidak ada perkataan, ‘kok pendapatku beda, jadi aku harus begini,’ tidak ada itu. Karena sudah kesepakatan beliau berdua, kalau urusan pendidikan anak, yang akan menjadi jenderalnya adalah ibu. Jadi bapak akan mengikuti ibu,” kenangnya. Alissa juga mengemukakan bahwa pembentukan karakter anak akan sangat dipengaruhi oleh keluarganya di rumah. Ia memberikan gambaran seperti pada kasus pemukulan yang dilakukan oleh anak dari seorang PNS Ditjen Pajak. “Akar kehidupan seorang manusia terdapat di keluarganya. Pada kasus Mario Dandy kita melihat cara mengelola keluarga yang diterapkan orang tuanya Mario itu bermasalah. Dengan menggunakan cara-cara yang tidak baik, akhirnya pola asuh tersebut jadi akar (penyebab) kepada anaknya. Memang dimulainya dari keluarga,“ ungkap wanita yang menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU periode 2022-2027 ini. Menurutnya, kasus kekerasan yang dilakukan oleh Mario Dandy merupakan salah satu contoh dari relasi kuasa. Ia berharap, praktik relasi kuasa ini tidak dilakukan bahkan pada lingkup keluarga karena akan menimbulkan ketidakharmonisan. “Relasi kuasa itu contohnya seperti pada pemukulan yang dilakukan Mario, karena dia yakin bahwa bapaknya akan bisa menyelesaikan semuanya. Bahkan hal itu yang dia sampaikan ke temannya. ‘Nanti di urus bapakku.’ Dia pakai relasi kuasa. Ketika dia melakukan penyiksaan, dia pakai relasi kuasa. Karena dia merasa sebagai anak orang yang lebih berkuasa, kemudian menghajar orang yang dipandang sebagai rakyat jelata. Dia (Mario) tidak tahu siapa keluarga David (korban), sehingga korban diperlakukan sebagai orang kebanyakan atau rakyat kecil. Itu relasi kuasa,” jelas Alissa. Ia berharap perempuan Indonesia memiliki kemauan untuk terus mengembangkan dirinya. Dengan semakin berkembang dan bertambahnya pendidikan serta wawasan yang didapat, diharapkan kaum perempuan dapat memiliki kontribusi yang lebih baik di lingkup keluarga dan masyarakat. “Dari sikap tumbuh dan mau belajar terus menerus itu, kita bisa berproses menjadi perempuan yang baik untuk dirinya sendiri. Kemudian yang kedua, dia bisa menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Lalu yang ketiga, dia baik dalam kehidupan bermasyarakat,” tandas Alissa.

Perempuan Benteng Kokoh Halau Kekerasan dan Intoleransi Sejak Dini

Harakatuna.com. Jakarta – Segala bentuk tindak kekerasan, baik di sekolah, perkantoran, ataupun di lingkungan tempat tinggal, bersumber dari pola pendidikan yang diterapkan di

by

Harakatuna

09/03/2023

Badriyah Fayumi

Badriyah Fayumi: Mufasir Perempuan dan Muslimah Emansipatif

Harakatuna.com – Dalam dunia Islam, mufasir Al-Quran masih didominasi oleh laki-laki. Lebih-lebih di Indonesia sendiri, sangat jarang ditemui ulama bahkan mufasir perempuan. Hal

by

Miftahus Syifa Bahrul Ulumiyah

05/03/2023

Older posts
Newer posts
← Previous Page1 … Page7 Page8 Page9 … Page15 Next →

Latest Post

Generative AI Terorisme

21/07/2026

Generative AI dan Generating Terror: Ketika AI jadi Pengganda Kekuatan Terorisme

cv

21/07/2026

Kekerasan Proksi atau Conveyor Belt? Mengurai Dilema Hizbut Tahrir dalam Kajian Terorisme

Memahami Hakikat Zikir di Tengah Pusaran Kesibukan Dunia

21/07/2026

Memahami Hakikat Zikir di Tengah Pusaran Kesibukan Dunia

Polisi Pastikan Ledakan Bom Rakitan di Sekolah Padang Bukan Aksi Terorisme

21/07/2026

Polisi Pastikan Ledakan Bom Rakitan di Sekolah Padang Bukan Aksi Terorisme

Polri Tegaskan WN Palestina yang Ditangkap di Indonesia Berstatus Buronan Terorisme Interpol

21/07/2026

Polri Tegaskan WN Palestina yang Ditangkap di Indonesia Berstatus Buronan Terorisme Interpol

20/07/2026

Yaman Siapkan Pernyataan Penting, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

penembakan

20/07/2026

Penembakan Massal di Sekolah

Roblox: Mimbar Dakwah Digital atau Ladang Propaganda bagi Generasi Muda?

20/07/2026

Roblox: Mimbar Dakwah Digital atau Ladang Propaganda bagi Generasi Muda?

20/07/2026

BNPT Perkuat Literasi Digital dan Kolaborasi Cegah Radikalisme di Ruang Siber

20/07/2026

Pelajar Kalsel Diajak Cerdas Bermedia Sosial untuk Cegah Hoaks dan Radikalisme

Popular

Densus 88 Tangkap Terdugga Teroris Afiliasi JI

Bus Pembawa Anak-Anak Jadi Target Bom Saudi di Yaman, 29 Orang Tewas

Catatan Akhir Tahun 2019: Terorisme Musuh Semua Negara dan Agama

Dalil Doa dan Amalan Mengusap Mata Saat Adzan

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Bagi Istri, Ridho Allah Itu Ada Pada Ridho Suami

Hadis Nabi, Di Akhir Zaman Islam Tinggal Nama Saja

Berapa Usia Para Istri Rasulullah Ketika Dinikahi? Ini Jawabannya

Harakatuna ©2026

Maintenance and Developed by Pondokgue Digital

Perdoman Media Siber Redaksi

KIRIM TULISAN