32.2 C
Jakarta

Read Aloud, Pembiasaan Budaya Baca Sejak Kecil

Artikel Trending

KhazanahLiterasiRead Aloud, Pembiasaan Budaya Baca Sejak Kecil
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.comRead Aloud atau membaca nyaring adalah salah satu teknik mengenalkan buku kepada anak di usia dini. Anak-anak di bawah usia lima tahun mereka belum bisa diajak melakukan sesuatu dengan konsentrasi dalam waktu yang lama. Anak usia golden Age ini mereka masih berada dalam fase bermain. Oleh karena itu perlu upaya khusus dalam mengenalkan minat baca pada anak di tahapan usia tersebut.

Nadiem Makarim pada peringatan hari Baca Nyaring Sedunia bulan Februari 2022 yang lalu menyatakan bahwa membaca nyaring dapat meningkatkan hubungan orang tua dan anak serta membangun pengetahuan yang dibutuhkan ketika membaca. Pernyataan Menteri Pendidikan tersebut memang benar adanya.

Kegiatan Read Aloud dapat membangun hubungan ikatan batin antara orang tua dan anak lebih kuat. Dalam kegiatan membaca nyaring tersebut terhubung semua panca indra antara orang tua yang membacakan dengan anak yang mendengarkan. Mereka berdua terlibat dalam komunikasi yang intim.

Masa golden age adalah masa-masa penting bagi tumbuh kembang anak. Sehingga perlu dipersiapkan sebaik mungkin. Orang tua hendaknya menyesuaikan  bahan bacaan sesuai dengan jenjang usia anak. Bahan buku bacaan pun perlu disesuaikan pula dengan perkembangan usianya.

Anak yang masih usia di bawah 2 tahun mereka senang bereksplorasi diantaranya adalah dengan merobek-robek kertas. Maka siapkan buku dengan bahan yang terbuat dari kain sehingga anak tetap bisa memegang buku dengan bebas namun tetap aman dan tidak merusak buku.

Manfaat Read Aloud

Membaca nyaring mempunyai banyak manfaat untuk anak usia dini. Mengenalkan buku kepada mereka sejak dini adalah hal yang paling utama. Membaca adalah sebuah pembiasaan. Jika tidak dikenalkan dan dibudayakan dalam kehidupan dan lingkungannya sejak usia anak-anak maka mereka tidak akan mempunyai minat terhadap kegiatan membaca.

Begitupun dengan keteladanan. Jangan pernah berharap anak akan mau membaca dan mempunyai minat baca jika tidak pernah melihat orang tuanya membaca. Budaya baca hendaknya ditumbuhkan dalam lingkungan keluarga sedini mungkin.

Dengan mengenalkan buku sejak dini kepada anak maka diharapkan tumbuh kecintaan mereka terhadap kegiatan membaca. Menurut hemat penulis, merasa tertarik terhadap sebuah benda yang bernama buku adalah tujuan pertama yang diharapkan dari kegiatan literasi baca ini.

Selanjutnya adalah ingin memegang dan mengetahui apa yang terdapat di dalamnya. Kemudian adalah anak merasa penasaran bagaimana caranya agar ia bisa mengetahui apa yang ada di dalam buku. Pada akhirnya dengan  kegiatan literasi baca ini anak akan paham bahwa membaca adalah cara agar dia bisa mengetahui informasi yang ada di dalamnya.

Orang tua perlu membangun komunikasi dengan anak. Komunikasi adalah salah satu cara agar orang tua dapat menyampaikan pola pendidikan kepada anak. Pola komunikasi yang dibangun hendaknya menggunakan cara yang baik agar pesan dapat tersampaikan kepada anak secara benar.

Membaca nyaring adalah salah satu cara yang bisa digunakan oleh para orang tua dalam membangun komunikasi dengan anak di usia dini. Disini orang tua ingin menyampaikan pesan bahwa orang tua berharap anak mempunyai minat baca. Namun bagaimana agar pesan tersebut bisa tersampaikan dengan cara yang menyenangkan dan anak merasa nyaman. Terbangunnya komunikasi yang hangat dan menyenangkan selain dapat menyampaikan pesan pendidikan terhadap anak juga sekaligus meningkatkan ikatan batin diantara mereka.

BACA JUGA  Mendongkrak Gelora Menulis, Bagaimana Caranya?

Read Aloud juga sangat bermanfaat dalam melatih daya berfikir kritis anak sejak dini. Dengan membacakan cerita mereka mendengarkan kemudian otak akan mengolah dan menyerap pesan yang ditangkap melalui bacaan tersebut. Proses berpikir akan terjadi ketika proses membaca nyaring berlangsung. Pada saat itu anak akan mencoba menangkap pesan dari bacaan yang didengarkannya.

Selain indra pendengaran, anak pun akan menangkap pesan dari bahasa verbal dan tubuh yang disampaikan orang tua diantaranya dari cara bertutur, gerakan mata, gerakan tangan dan intonasi suara. Dengan rutin membacakan buku melalui read aloud kepada anak maka daya berpikir kritisnya akan selalu terlatih.

Bagaimana Melakukan Kegiatan Read Aloud?

Read Aloud hendaknya menjadi kegiatan menyenangkan bagi anak. Read Aloud juga seyogyanya menjadi salah satu pilihan kegiatan favorit mereka. Ada beberapa langkah bisa kita lakukan agar anak-anak menyukai kegiatan read aloud. Langkah pertama adalah mengenalkan mereka kepada buku dari usia sedini mungkin.

Menyimpan beberapa buku penuh warna di dekatnya adalah langkah awal yang baik untuk mengenalkan buku terhadap anak. Sehingga ketika mereka bangun tidur dan menjelang tidur atau saat bermain benda yang pertama mereka lihat adalah buku.

Memberikan buku kesukaan anak-anak adalah salah satu cara agar mereka mau mengikuti kegiatan read aloud yang dilakukan oleh orang tua. Bagaimana mengetahui bacaan apa yang mereka sukai? Jenis cerita apa yang mereka sukai? Orang tua hendaknya memperhatikan bagaimana respon anak ketika mereka sedang mendengarkan cerita.

Selain itu mengajak anak mengunjungi toko buku atau pameran buku. Orang tua memberi kebebasan kepada mereka untuk memilih buku yang disukai. Tentu saja dengan bimbingan dan pengawasan orang tua. Ajak anak ke stand atau rak buku khusus bacaan anak yang sesuai dengan usianya.

Saat kegiatan read aloud dilakukan ajaklah anak untuk melihat buku yang sedang dibacakan. Orang tua sebisa mungkin memperlihatkan tulisan yang ada di dalam buku dan huruf –huruf serta gambar yang ada di dalamnya. Dengan demikian anak akan semakin tertarik dengan buku yang sedang dibacakan oleh orang tua. Dengan demikian terbangun komunikasi dua arah antara anak dengan orang tua.

Orang tua menyediakan barang atau makanan yang sesuai dengan alur cerita yang ada di dalam buku jika di dalamnya terdapat benda tersebut. Misalnya ketika orang tua membacakan buku yang berisi cerita tentang buah-buahan maka orang tua menyediakan salah satu jenis buah yang terdapat di dalam buku. Sehingga anak mempunyai pengetahuan baru dalam jenis yang lebih nyata.

Membuat jadwal  rutin membacakan buku secara nyaring kepada anak agar mereka terbiasa dengan kegiatan read aloud tersebut. Jadwal yang sudah dibuat seyogyanya dilaksanakan oleh orang tua secara konsisten sesuai waktu yang sudah ditentukan. Saat sebelum tidur adalah waktu yang pas dalam melakukan kegiatan membaca nyaring karena waktu-waktu tersebut adalah saat yang santai bagi anak dan orang tua  karena sudah tidak banyak kegiatan yang dilakukan.

Heni Hikmayani Fauzia
Heni Hikmayani Fauzia
Librarian, Sukabumi Jawa Barat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru