Pramono: Jakarta Harus jadi Rumah Bersama dan Barometer Toleransi Dunia

Ahmad Fairozi, M.Hum.

20/06/2026

2
Min Read
Pramono: Jakarta Harus jadi Rumah Bersama dan Barometer Toleransi Dunia
Pramono: Jakarta Harus jadi Rumah Bersama dan Barometer Toleransi Dunia

Harakatuna.com. Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang terbuka bagi seluruh golongan dan mampu menjadi contoh kehidupan harmonis di tengah keberagaman. Menurutnya, sebagai kota global, Jakarta harus tampil sebagai barometer toleransi yang mencerminkan persatuan dalam keberagaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta tokoh lintas agama.

Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa kemajuan Jakarta tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga harmoni sosial dan kehidupan yang inklusif. “Untuk itu, kota ini harus menjadi rumah bagi berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat agar dapat hidup berdampingan dengan damai,” ujar Pramono.

Ia mengungkapkan, kehadiran tokoh lintas agama dalam rangkaian haul bukan semata inisiatif pemerintah, melainkan lahir dari usulan para habaib Betawi sendiri. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman yang tumbuh dalam budaya Betawi memiliki karakter yang terbuka, toleran, dan menghargai keberagaman.

Pramono menilai langkah tersebut menjadi pesan penting bahwa ruang-ruang keagamaan juga dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan kebangsaan serta membangun dialog antarumat. Ia juga menyebut berbagai kegiatan keagamaan yang selama ini difasilitasi di Jakarta merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat dalam mengekspresikan nilai dan keyakinannya.

BACA JUGA  Prabowo Terima Pejabat Keamanan China, Bahas Penguatan Stabilitas Global

Menurut Pramono, pendekatan tersebut mulai mendapatkan perhatian dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat internasional. “Masyarakat dunia mengapresiasi apa yang kita lakukan. Teman-teman saya dari jauh-jauh mengatakan, ‘Kok Jakarta sekarang ini bisa seperti itu?’,” katanya.

Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa cita-cita menjadikan Jakarta sebagai kota global tidak dapat dipisahkan dari penguatan nilai moral dan kehidupan sosial yang sehat.

Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus ditopang oleh masyarakat yang memiliki akhlak baik, menjunjung toleransi, dan mampu menjaga kerukunan. “Kemajuan juga ditentukan oleh kuatnya akhlak masyarakat, terjaganya harmonisasi sosial, serta tumbuhnya rasa saling menghormati di tengah keberagaman,” pungkasnya.

Melalui momentum Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap semangat kebersamaan dan toleransi terus tumbuh sebagai fondasi dalam mewujudkan Jakarta yang maju, inklusif, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh warganya.

Leave a Comment

Related Post