Densus 88 Bekali Calon PMI di Medan, Perkuat Wawasan Kebangsaan Sebelum Bekerja ke Luar Negeri

Artikel Trending

AkhbarDaerahDensus 88 Bekali Calon PMI di Medan, Perkuat Wawasan Kebangsaan Sebelum Bekerja...

Harakatuna.com. Medan — Sebanyak 125 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan serta pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRET) melalui kegiatan sosialisasi yang digelar Tim Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri di Kantor Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2PMI) Medan, Jalan Pendidikan No. 357/22, Marindal I, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Tim Pencegahan Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri yang diwakili Ipda Kunto Adi Wibowo, S.H., M.H., didampingi Briptu Fitrah Pulungan, dan disambut langsung Kepala BP2PMI Medan Kombes Pol Budi Novijanto, S.H.

Dalam sambutannya, Kepala BP2PMI Medan menekankan pentingnya membekali para calon pekerja migran dengan nilai-nilai kebangsaan sebelum menjalani aktivitas kerja di luar negeri.

Menurutnya, pekerja migran Indonesia tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga menjadi representasi bangsa Indonesia di negara tujuan.

“Para calon pekerja migran perlu dibekali wawasan kebangsaan, semangat cinta tanah air, serta pemahaman tentang pentingnya menjaga nama baik Indonesia saat berada di luar negeri. Karena mereka nantinya juga menjadi duta bangsa,” ujar Budi Novijanto.

Sementara itu, Katim Pencegahan Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Ipda Kunto Adi Wibowo, memperkenalkan tugas dan fungsi Densus 88 dalam upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Ia menjelaskan bahwa pembekalan tersebut menjadi penting mengingat para peserta akan memasuki lingkungan sosial dan budaya yang berbeda ketika bekerja di luar negeri.

“Kegiatan ini kami laksanakan agar para calon pekerja migran memiliki pemahaman yang baik terkait wawasan kebangsaan sekaligus mampu mengenali berbagai bentuk penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang dapat muncul di mana saja, termasuk di ruang digital,” jelas Ipda Kunto.

Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

BACA JUGA  Densus 88 dan Polda Riau Perkuat Pencegahan Radikalisme

Materi tersebut juga menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, menghormati keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta membangun sikap saling menghargai di tengah kehidupan masyarakat global.

Ipda Kunto mengingatkan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga citra bangsa selama berada di luar negeri.

“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, para pekerja migran harus mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai perkembangan modus penyebaran paham radikal yang kini semakin banyak memanfaatkan media sosial, platform digital, grup percakapan, dan jejaring pertemanan.

Ia mengimbau para peserta untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada intoleransi maupun tindakan ekstrem.

“Kenali pola penyebaran paham radikal melalui media digital. Gunakan media sosial secara bijak, jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, dan tegas menolak setiap ajakan yang mengarah pada tindakan intoleran maupun radikal,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta menunjukkan antusiasme serta menyampaikan komitmen untuk tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan, menaati hukum yang berlaku, dan menolak segala bentuk paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Kepala BP2PMI Medan juga menyampaikan apresiasi atas langkah preventif yang dilakukan Densus 88 sebagai bagian dari penguatan ketahanan masyarakat dan perlindungan warga negara Indonesia yang akan bekerja di luar negeri.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para calon pekerja migran Indonesia memiliki bekal wawasan kebangsaan yang kuat serta mampu menjadi pribadi yang adaptif, toleran, dan tetap menjunjung nilai-nilai Indonesia di mana pun berada.

Ahmad Fairozi, M.Hum.
Ahmad Fairozi, M.Hum.https://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru