Berteman Akrab, AS Minta UEA Turut Biayai Perang Lawan Iran

Ahmad Fairozi, M.Hum.

01/04/2026

2
Min Read
Berteman Akrab, AS Minta UEA Turut Biayai Perang Lawan Iran

Harakatuna.com. Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka meminta negara-negara Arab, khususnya sekutu di kawasan Teluk seperti Arab Saudi yang selama ini dikenal sebagai negara bersahabar dengan AS, untuk ikut membiayai operasi militer Amerika Serikat dalam menghadapi Iran.

Permintaan tersebut muncul di tengah meningkatnya intensitas serangan militer AS ke wilayah Iran dalam satu bulan terakhir. Laporan Anadolu Agency pada Selasa (31/3/2026) menyebutkan bahwa beban anggaran militer Washington mengalami peningkatan signifikan, sehingga mendorong AS mencari dukungan finansial dari negara-negara sekutunya.

Langkah ini sekaligus menandai upaya pembentukan koalisi baru antara Amerika Serikat dan negara-negara Teluk. Namun, permintaan tersebut memicu kontroversi karena menempatkan negara-negara Muslim, termasuk Arab Saudi, dalam posisi dilematis untuk mendanai konflik yang berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.

Desakan tersebut juga muncul di tengah belum efektifnya peran Board of Peace (BOP) dalam menjalankan agenda perdamaian di kawasan. Hingga kini, lembaga tersebut dinilai belum mampu memberikan solusi konkret terhadap konflik yang terus berlanjut.

BACA JUGA  Macron Desak Israel Hentikan Serangan Brutal di Lebanon

Di sisi lain, sejumlah pihak menilai kebijakan Washington justru bergeser dari upaya kemanusiaan. Alih-alih fokus pada rekonstruksi Gaza yang diperkirakan membutuhkan dana hingga 75 miliar dolar AS, pemerintahan Trump dinilai lebih mengedepankan mobilisasi dukungan militer untuk menghadapi Iran.

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump berpotensi memperkeruh situasi kawasan. Upaya membangun koalisi militer bersama negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, dinilai tidak serta-merta memberikan jaminan stabilitas maupun kedaulatan bagi negara-negara di Timur Tengah.

Sejumlah pengamat juga menilai, keterlibatan negara-negara sekutu dalam pembiayaan konflik berisiko memperluas eskalasi dan memperdalam ketegangan geopolitik di kawasan yang sudah rentan terhadap konflik berkepanjangan.

Leave a Comment

Related Post