Harakatuna.com. Jakarta-Bripda Nesti Ode Samili ditangkap untuk kedua kali oleh kepolisian karena diduga terpapar paham radikal. Bripda Nesti diduga berkiblat pada kelompok radikal Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS). Pihaknya sudah lama diduga berafiliasi ke ISIS. Lebih-lebih ketika ia sering meninggalkan tugasnya dengan alasan yang tidak jelas.
Densus 88 Antiteror menangkap anggota Polda Maluku Utara, Bripda Nesti Ode Samili, atas dugaan terlibat dalam jaringan teroris. Penangkapan ini merupakan yang kedua kalinya. “Anggota Polwan ini sudah dua kali diamankan karena diduga terpapar radikalisme ISIS,” ucap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri.
Pihaknya menegaskan bahwa yang bersangkutan telah lama pula diduga berafiliasi ke ISIS. “Diduga terafiliasi dengan ISIS,” tutur Asep saat diwawancarai media di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).
Dari dua kali penangkapan tersebut, untuk pengamanan kedua kalinya ini Asep belum mengungkap detail waktu dan lokasi penangkapan yang bersangkutan. Ia belum menjelaskan detil perkara yang melibatkan Nesti. “Ini sudah dua kali dia diamankan karena terpapar paham radikal. Yang (penangkapan) pertama dilakukan pendalaman Densus 88,” ujar Asep.
Pihaknya menerangkan, Densus 88 kini masih memeriksa Nesti untuk mengetahui seberapa jauh perempuan itu terpapar paham radikalisme. Jika betul terbukti, ia dapat dipecat dari kepolisian. “Secara aturan organisasi, (kini) menuju untuk menjalani sidang kode etik. Jika nanti memang terbukti, maka akan dilakukan PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat),” kata Asep.
Pada 26 Mei 2019, jajaran Polda Jawa Timur meringkus Nesti di Bandara Juanda, Surabaya, lantaran menggunakan identitas palsu dan meninggalkan tugas tanpa izin atasan. Saat penangkapan Mei lalu, ia tiba di Bandara Juanda dari Maluku menggunakan maskapai penerbangan Lion Air. Ia menggunakan nama samaran, Arfila M Said, ketika melancong. Saat dimintai keterangan oleh petugas, Nesti mengaku ke Surabaya untuk berbelanja dan mengklaim memiliki kerabat yang tinggal di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur.


















