24.6 C
Jakarta

Meneladani Sifat Lemah Lembutnya Nabi Muhammad

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Jangan Sampai Mendewa-dewakan Mereka yang Mengaku Keturunan Nabi

Gelar “habib” (jamaknya “habaib”) menjadi pembeda antara keturunan Nabi Saw. dan selain beliau. Sakralitas gelar habib tak kalah menarik dibandingkan dengan predikat nabiyullah yang...

Nabi Muhammad adalah manusia paripurna. Yaitu manusia yang memiliki kesempurnaan baik secara ciptaan maupun akhlak. Karena kesempurnaan tersebut maka dalam diri Nabi Muhammad terdapat suri tauladan yang sempurna untuk diteladani manusia. Dan salah satu yang harus diteladani adalah tentang sifatnya lemah lembutnya Nabi Muhammad.

Dalam Al-Quran diterangkan bahwa sifat lemah lembutnya Nabi Muhammad tersebut merupakan rahmat dari Allah. Dengan rahmat dari Allah tersebut Nabi Muhammad bersifat lemah lembut terhadap umatnya. Hal ini seperti keterangan dalam Al-Quran Surat Ali Imron, Ayat 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.

Meneladani Sifat Lemah Lembutnya Nabi

Dari ayat di atas dengan jelas bahwa sifat lemah lembutnya Nabi Muhammad tersebut merupakan rahmat dari Allah SWT. Yang dengan rahmat Allah tersebut Nabi Muhammad bisa berlaku lemah lembut terhadap umatnya.

Sifat lemah lembutnya Nabi Muhammad ini dapat terimplementasikan dalam bebebapa tindakan sebagai berikut

Pertama, tidak berlaku keras terhadap terhadap manusia. hal ini sangat jelas sekiranya Nabi Muhammad berlaku keras tentu para sahabat akan menjauhinya. Dengan bersikap lemah lembut ini menjadikan dakwah Nabi Muhammad sukses besar bahkan hanya butuh waktu 23 tahunan. Nabi Bersabda

“Sesungguhnya lemah lembut tidaklah terdapat dalam sesuatu kecuali memperindahnya. Dan lembah lembut tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali memperkeruhnya”.

Kedua, memberi maaf dan memintakan maaf kepada siapa saja.

Ketiga, bermusyawarah terhadap suatu urusan. Nabi Muhammad sangat menganjurkan umatnya untuk selalu bermusyawarah untuk mencapai mufakat. Perlu diketahui dengan sifat lemah lembutnya Nabi ini, Rasullulah suka mempermudah urusan dan tidak suka mempersulit urusan. Sebagaimana sabdanya

يسرا ولا تعسرا بشرا ولا تنفرا

Artinya: “Mudahkanlah setiap urusan dan janganlah engkau mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan kamu membuatnya berlari”. [HR Bukhori]

Keempat, apabila engkau telah membulatkan tekat terhadap suatu urusan yang baik maka bertawakkalah kepada Allah. Meneladani lemah lembutnya Nabi Muhammad yaitu dengan tekat yang kuat. Bersifat lemah lembut itu lembek. Ibnu Asyur dalam tafsirnya Ruhul Ma’ani menyatakan bahwa maksud lemah lembutnya Nabi ini adalah ketegasan di balik kelembutan. Lemah lembut di sini bisa dipahami sebagai ketabahan hati atas segala cobaan disertai ketegasan dalam menyelesaikan masalah itu.

Semoga kita semua bisa meneladani lemah lembutnya Nabi Muhammad, Amin.

 

Khalwani Ahmad
Khalwani Ahmad
Pemerhati Sejarah Peradaban Islam Nusantara

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Rouhani Tuduh Israel Bunuh Pakar Nuklir Fakhrizadeh

Harakatuna.com. Taheran - Presiden Iran Hassan Rouhani tuduh Israel membunuh pakar nuklir Mohsen Fakhrizadeh. Pembunuhan itu semakin meningkatkan ketegangan di wilayah Timur Tengah dan lebih luas...

Agenda Kegiatan: Virtual Learning Desain

🏅VIRTUAL LEARNING DESIGN Batch#4🏅 ( Selasa-Rabu-Kamis, 1-2-3 Desember 2020 ) Kelas On Line/virtual menjadi New Normal di bidang Learning, Coacing, bahkan Training. Dengan pemberlakuan PSBB, proses...

Menggeser Paradigma Mayoritas-Minoritas Dalam Beragama

Konflik antar umat beragama kembali memanas di India. Pasalnya, pengesahan Amandemen Undang-Undang Kewarganegaraan India (CAB) pada Desember 2019 lalu dinilai diskriminatif terhadap umat muslim...

Kearifan Lokal Dapat Dijadikan Sarana Mencegah Paham Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta - Indonesia sejak masa lalu sudah memiliki beragam kearifan lokal. Hampir tujuh ribu tahun sebelum masehi, Indonesia sudah mewarisi nilai – nilai...

Mengapa Tidak Ada Basmalah di Awal Surat At-Taubah, Ini Penjelasannya?

Salah satu yang menjadi pertanyaan ketika membaca Al-Quran adalah mengapa di semua surat Al-Quran terdapat basmalah. Sedangkan disurat At-Taubah sendiri tidak ada basmalahnya. Berawal...

Kuatkan Pilar Kebangsaan Untuk Pencegahan Paham Radikalisme

Harakatuna.com. Surakarta-Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) bekerja sama dengan website Harakatuna menggelar seminar Nasional di Aula Red Chilies Hotel, Lantai 5. Jalan Ahmad Yani, Surakarta,...

Peran Sunan Giri dalam Islamisasi Indonesia Timur

Judul: Jaringan Ulama dan Islamisasi Indonesia Timur, Penulis: Hilful Fudhul Sirajuddin Jaffar, Penerbit: IRCiSoD, Cetakan: Oktober 2020, Tebal: 132, Peresensi: Willy Vebriandy. Bagaimana islamisasi Nusantara...

Yordania Khawatirkan Kondisi Palestina yang Semakin Terancam

Harakatuna.com. Amman - Kerajaan Yordania khawatir hubungan Arab Saudi dengan Israel yang mulai "mesra" dapat mengancam hak pengelolaannya atas Masjid al-Aqsa, salah satu situs tersuci Islam di...