33.4 C
Jakarta

Suara Hati Emma’ (Bagian XXXII)

Artikel Trending

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Jangan Sampai Mendewa-dewakan Mereka yang Mengaku Keturunan Nabi

Gelar “habib” (jamaknya “habaib”) menjadi pembeda antara keturunan Nabi Saw. dan selain beliau. Sakralitas gelar habib tak kalah menarik dibandingkan dengan predikat nabiyullah yang...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Sebelum sore menjelang, Fairuz pamit dari pesantren untuk pulang kampung. Tidak ingin mengintip senja yang berkejaran di bilik-bilik pesantren seperti yang ditunggu hampir setiap hari selama tiga tahun. Biarkan senja menceritakan kisah luka dengan sendirinya.

Begitu sampai di halaman rumah, Emma’ menakar jagung yang sedang dijemur. Fairuz dari kejauhan berlari sambil memanggil, “Emmaaa’”. Emma’ kaget melihat Fairuz pulang dengan menggendong ransel. Emma’ berdiri dan menyambut kedatangan anaknya. Fairuz memeluk Emma’ erat yang terasa hangat badannya karena disentuh terik matahari.

“Na’ Fairuz pulang,” ucapnya datar seakan tak mendengar perasaan anaknya yang sedang kabut.

“Emma’ tidak sedih, kan?” pertanyaan Fairuz membuat Emma’ bingung.

Melihat muka Fairuz kusut, Emma’ mengajak duduk di beranda rumah sembari berteduh. Emma’ melihat anaknya tidak seperti sebelumnya. Biasanya setiap ketemu selalu sumringah. Tapi, sekarang dia seakan berbeda.

“Na’ Fairuz kenapa?” tanyanya lembut. Kipas yang terbuat dari rakitan bambu diambil dan dikibas-kibaskan.

Fairuz menceritakan isi surat Diva yang dibacanya tadi pagi di warnet. Emma’ tiba-tiba diam. Tak berbicara. Tapi, mukanya tetap tidak berubah. Eppa’ belum tahu kedatangan anaknya, karena sedang keluar, entah ke mana mulai pagi.

“Sabar, Na’. Jodoh tidak akan ke mana.” Emma’ membesarkan hati Fairuz, sekalipun dengan rasa hati yang hancur. Karena, baru tahu setelah mendengar cerita anaknya, seorang menantu yang diharap-harapkan adalah putri Kyai besar.

Emma’ tetap tidak patah semangat setelah mendengar penolakan ini. Karena, budaya Madura sangat kuat menyangkut soal pernikahan, apalagi di tengah keluarga Kyai. Hampir seluruh Kyai Madura menjodohkan putranya dengan sesama putra Kyai pula, karena peribahasa “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” masih sangat kuat dipertahankan. Apalagi, kepercayaan keluarga Kyai terhadap hadis yang menyarankan dalam memilih jodoh hendaknya diperhatikan agama, nasab/keturunan, kekayaan, dan kecantikan/ketampanan.

“Fairuz telah membuat Emma’ dan Eppa’ sedih,” keluh Fairuz di depan Emma’ dengan mata berair.

“Emma’ tidak kecewa,” ucapnya pelan, “Na’ Fairuz sudah banyak membahagiakan Emma’. Emma’ bersyukur diberi karunia anak seperti Na’ Fairuz. Penurut. Patuh sama orangtua.”

Kata-kata Emma’ membuat Fairuz terobati. Emma’ memang tipikal perempuan yang tidak suka menuntut dan selalu menerima. Saat dahulu Eppa’ marah-marah karena Fairuz kesiangan dan tidak shalat Subuh, Emma’ hanya diam dan tidak ada perasaan dendam.

“Jodoh itu cerminan diri. Allah menginginkan Na’ Fairuz memperbaiki diri dulu, sehingga pada waktunya Allah akan kasih tanpa Na’ Fairuz minta.” Pesan Emma’ semakin terdengar bijak tak ubahnya motivator Merry Riana. Begitulah orangtua, termasuk ibu, tidak ingin anaknya sedih, malah ingin anaknya bahagia. Maka, di balik senyum orangtua kadang tergores luka yang perih. Demimu, Na’, batin Emma’.

Emma’ bahagia melihat anaknya mulai tersenyum dan mencium kening Emma’. Diusaplah ubun-ubun anaknya sambil berpesan, “Biarlah Emma’ yang tahu tentang masalah Na’ Fairuz dan Diva. Takut nanti Eppa’ naik emosi begitu mendengar cerita anaknya. Doa Emma’ tiada bertepi buat kebahagian Na’ Fairuz.”

Biasanya apabila emosi, Eppa’ langsung ketemu orang yang dimaksud dan menuntut carok. Karena, lebih baik, bagi Eppa’, mati daripada menanggung malu. Eppa’ tipikalnya keras, tapi teguh pendirian.

Emma’ memang gagal sekolah, tapi dalam menyikapi hidup, Emma’ tak ubahnya lulusan sarjana. Dia mampu menyulam sedih menjadi bahagia. Mengubah tangis menjadi senyum.

* Tulisan ini diambil dari buku novel “Mengintip Senja Berdua” yang ditulis oleh Khalilullah

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Muhammad Rizieq Shihab, Quraish Shihab, dan Habib Lutfi

Muhammad Rizieq Shihab semakin viral. Sejak kembalinya dari Arab Saudi, sampai penjemputan, perayaan Maulid Nabi, hingga perayaan nikah anaknya menjadi tilikan banyak orang. Bahkan...

Organisasi Mahasiswa Riau Gelar Aksi Tolak Radikalisme

harakatuna.com. Pekanbaru - Sebanyak 41 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi mahasiswa Riau menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (23/11/2020). Dalam aksi...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ulama Austria Minta Aparat Tak Kaitkan Terorisme dengan Agama

Harakatuna.com. WINA -- Saat rasialisme dan diskriminasi terhadap Muslim di Austria melonjak, ulama di negara Eropa memperingatkan pihak berwenang tidak mengaitkan terorisme dengan agama apa pun. Setelah...

Jangan Mudah Menuduh Orang Dengan sebutan Lonte

Kata lonte dalam tradisi masyarakat Indonesia adalah bermakna kasar. Yaitu bermakna sebagai pezina ataupun pelacur. Kata lonte ini kembali viral di media sosial karena...

Lumpuhkan Radikalisme, Munas MUI Usung Tema Islam Wasathiyah

Harakatuna.com. Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menyampaikan pidato dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-19 di Hotel Sultan,...

Munas MUI ke-X; Saatnya MUI Kembali ke Khittah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah melaksanakan pemilihan Ketua Umum MUI baru periode 2020-2025. Pemilihan dilaksanakan pada Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-10 di Hotel Sultan,...