28.5 C
Jakarta
Array

HTI : Indonesia Milik Allah

Artikel Trending

HTI : Indonesia Milik Allah
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

HTI: Indonesia Milik Allah

Harakatuna.com. Jakarta. Syabab HTI atau orang-orang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan kelompok yang anti terhadap pemerintahan Indonesia. Orang-orang tersebut beranggapan bahwa Negara Kesatuan Republika Indonesia (NKRI) merupakan negara kufur.

Mereka juga menolak Pancasila sebagai dasar negara yang telah disepakati oleh komponen bangsa, termasuk didalamnya umat Islam.

Dengan kata lain, orang-orang HTI adalah bagian dari orang-orang Islam yang keluar dari kesepakatan atau melanggar penjanjian bersama bangsa.

Orang-orang HTI dibeberapa kesempatan sering berkata “Kalau tidak mau berhukum dengan hukum Allah, keluar dari bumi Allah” atau “Indonesia milik Allah”. Dengan berkata seperti itu, seolah-olah mereka telah mendapat mandat langsung dari Allah. Tetapi hal itu hanyalah propaganda orang-orang HTI untuk memonopoli kebenaran, agar orang-orang awam beranggapan bahwa kebenaran hanya di pihak HTI sebagai “wakil” Allah.

Disisi lain, syabab HTI banyak dibuat geram dengan tulisan-tulisan menyinggung mereka. Misalnya tulisan “Jangan Tinggal di Indonesia Kalau Anti Pancasila”. Mendapati tulisan tersebut, kebanyakan syabab HTI akan tersinggung sebab mereka menyadari bahwa diri mereka tidak respect terhadap Pancasila. Dan kebiasaan mereka, membalas dengan memposisikan diri mereka sebagai “wakil” Allah: “Jangan tinggal di Bumi Allah, kalau anti Hukum Allah”. Seolah-olah pihak yang berlawanan dengan HTI adalah pihak yang anti hukum Allah. Padahal kebanyakan syabab HTI yang tidak mengerti mengenai apa itu hukum Allah.

MUSLIMEDIA NEWS

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel SebelumnyaKhairuddin Pasya al-Tūnisī (3)
Artikel SelanjutnyaDzikir Itu Menyehatkan

Artikel Terkait

Artikel Terbaru