25.9 C
Jakarta

Curhatan Fairuz (Bagian XXIII)

Artikel Trending

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Apa Itu MaʻRûf dan Apa Itu Munkar

Kedua kata maʻrûf dan munkar merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab. Kemudian keduanya diserap ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga penulisan keduanya dalam Kamus...

Beberapa bilik, termasuk Masjid Akbar pesantren, berselimut petang. Hanya lampu halaman bilik dan masjid yang menerangi sekitar, pun juga sinar lampu menara masjid. Santri sedang tidur kecuali beberapa orang saja yang suka begadang, termasuk Fairuz. Biasanya dia bertengger di beranda masjid dekat menara yang menjulang ke langit.

Begadang Fairuz hanya bertahan sampai jam satu pagi. Satu jam tidur, jam dua bangun sebatas shalat Tahajud. Begadang bukan suatu yang melanggar peraturan pesantren. Hanya saat menjelang waktu tidur jam sebelas malam para pengurus keamanan merayap di sekitar lingkungan pesantren sambil membawa senter sentrong untuk menyemprot santri yang riuh, entah karena ngobrol ataupun diskusi.

Fairuz duduk seorang diri ditemani secangkir kopi dan rokok kretek. Beberapa kata mengalir dari pena yang menari-nari di atas selembar kertas. Pikiran bebas berimajinasi dan merambah ke negeri antah berantah. Begitu pikiran mandek, tak ada kata yang mengalir, secangkir kopi diseruput diikuti kepulan asap rokok yang terbang entah ke mana.

Saat berimajinasi di tengah malam pandangan mata tertuju ke puncak menara. Tidak hanya sekali duduk di dekat menara. Tapi, baru kali ini punya kesan berbeda. Seolah menara ini hidup dan mendengar suara hati.

Pena tetap tergenggam di tangan Fairuz. Pandangan tak terasa menatap menara yang mencakar langit. Agak lama menengadah dengan tatapan mata tajam, tiba-tiba imajinasi bertandang. Fairuz menulis kembali dengan imajinasi baru.

Di bawah menara aku menulis tentangmu, Div. Mengagumimu adalah takdir. Kau datang membawa anugerah. Baru tahu, kalo itu cinta.

Aku termasuk orang yang sulit jatuh cinta. Tapi, entah kenapa saat membaca suratmu, aku dibuat bertanya-tanya, siapakah Diva yang sebenarnya.

Berbulan-bulan tidak ada kabar, karena kita tidak ada komunikasi kembali. Hanya sekali lewat surat itu. Pertanyaan itu akhirnya berlalu. Entah ke mana. Aku tidak mengerti.

Aku dibuat kaget saat kamu berdiri di depan mata dengan presentasi yang memukau. Seakan Tuhan datang mendengar doaku yang sudah-sudah.  

Baru aku tahu, kamu itu…. Ah… Kamu perempuan sederhana yang cerdas dan cerewet. Aku termasuk dari sekian orang yang tidak suka orang yang cerewet. Tapi, kecerewetanmu bikin aku menarik komitmenku.

Div, aku akan menjaga cinta ini, entahlah apa yang terjadi nanti. Ingin rasanya aku naik ke atas puncak menara masjid untuk meneriakkan kebahagian ini. Aku bahagia mencintaimu. Bila cinta membahagiakan, apakah itu pertanda jodoh dari Tuhan? Ah… aku makin tidak mengerti.

Di tengah malam biarlah Tuhan mendengar bisikan hatiku sembari disaksikan menara ini. Ingin rasanya menyampaikan rindu ini tanpa batas apa pun, termasuk batas tembok yang mengelilingi lingkungan pesantren.

Aku menyadari kita saling mencintai, tapi kita masih terikat peraturan yang serba ketat. Ingin rasanya menerobos tembok tebal itu, tapi aku sadar, cinta yang baik hendaknya dikemas dengan sikap yang baik pula. Biarkan hati kita rindu. Titipkan kerinduan itu pada menara cinta ini.

Kalimat demi kalimat yang memenuhi kertas putih mengingatkan momen kemarin saat di Jakarta. Ingin rasanya momen itu terulang kembali. Entahlah kapan itu akan terbingkai kembali.

“Hah,” Fairuz kaget melihat jarum arloji menunjuk jam dua pagi. Belum tidur. Tak dinyana cinta menenggelamkan dalam kebahagian tak bertepi sampai lupa waktu, seakan satu jam itu satu menit. Secarik kertas dilipat dan bergegas ke dalam masjid. Shalat dua rakaat Tahajud. Berdoa penuh kekhusyukan di sela-sela jidat menempel di tempat sujud. Pesan ulama, berdoalah sebanyak mungkin saat sujud, apalagi saat shalat malam, karena doa pada saat itu mudah terkabul.

* Tulisan ini diambil dari buku novel “Mengintip Senja Berdua” yang ditulis oleh Khalilullah

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Otak Politik Terorisme

Judul Buku : Politik Para Teroris, Penerbit : Kanisius, Yogyakarta, Penulis : Mutiara Andalas Radikalisme seakan tidak pernah mati di Nusantara ini. Dasawarsa ini di...

Ustadz Maaher dan Tren Ceramah Hinaan

Ustadz Maaher at-Thuwailibi, sebutan ustadz milenial dengan nama lengkap Soni Eranata yang memiliki banyak followers, mulai dari Instagram, Twitter bahkan Facebook. Ini baik, sebab...

Memanas, Iran Akan Serang Pangkalan Israel di Luar Negeri

TEL AVIV - Rezim Zionis Israel mulai khawatir bahwa kepentingan pangkalan Israel di luar negeri akan jadi target yang diserang Iran. Kekhawatiran muncul setelah...

Ulama Harus Tunjukkan Sikap dan Perilaku yang Baik

Harakatuna.com. Jakarta - Dakwah hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan, maka mengajak kepada kebaikan harus dengan cara yang baik. Seperti itulah metode yang dilakukan para...

Tiga Amal Saleh Yang Menyelamatkan Anda

Dalam sebuah hadis yang yang riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim terdapat sebuah kisah yang menakjubkan. Yaitu selamatnya tiga orang yang terjebak dalam gua lantaran...

Gabungan TNI dan Polri Tangkap Kelompok Teroris MIT di Kabupaten Sigi

Harakatuna.com. Sigi - Hingga sepekan pascaserangan terorisme di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, aparat gabungan TNI dan Polri mengintensifkan pengejaran kelompok teroris MIT. Tak hanya...

Agar Tidak Bosan Saat Menulis

Writer’s block, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh psikoanalis Edmund untuk menggambarkan keadaan penulis yang tidak bisa menggambarkan apapun dalam tulisannya. Situasi seperti ini hampir...