29.6 C
Jakarta

Serial Pengakuan Mantan Teroris (XLXI): Mantan Kelompok Teroris JAD Gilang Nabaris Putuskan Kembali Tobat Usai Dikafirkan Teman Senasib

Artikel Trending

KhazanahInspiratifSerial Pengakuan Mantan Teroris (XLXI): Mantan Kelompok Teroris JAD Gilang Nabaris Putuskan...
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Pengaruh radikalisme benar-benar kuat menghipnotis banyak orang. Tak terkecuali warga negara Indonesia. Salah seorang yang pernah terpapar paham membahayakan ini adalah Gilang Nabaris.

Gilang adalah salah satu mantan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang mengkampanyekan pemahaman jihad yang keliru. Gilang mengaku tertarik pada dunia jihad usai muncul rasa iba melihat penderitaan yang dialami oleh para korban kemanusiaan di Timur Tengah.

Gilang mulai terdorong mencari jalan yang bisa mengantarkannya ke suatu tempat di mana penderitaan itu berada. Dia pun mulai berpindah-pindah tempat pengajian untuk menemukan jalur berangkat ke Timur Tengah itu.

Gilang mulai mengenal kelompok JAD. Jaringan tersebut memberi doktrin-doktrin kuat pada Gilang dengan mengandalkan isu-isu Timur Tengah. Di situlah dia menemukan jalan untuk ke Timur Tengah.

Ketika bergabung dengan JAD, Gilang mendapatkan support berjihad. Dia mendapatkan pelatihan fisik supaya siap saat diterjunkan ke medan tempur.

Gilang tidak diajarkan untuk membuat bahan peledak. Karena, biasanya orang yang mendapat pengajaran itu adalah orang yang diberangkatkan ke Suriah. Mereka berjihad dengan teroris internasional ISIS. Jadi, Gilang cukup mendapat pelatihan fisik saja, semisal naik gunung, berenang, dan bela diri.

BACA JUGA  Serial Pengakuan Eks-ISIS (XLVI): Mantan ISIS Abu Farros yang Lolos dari Doktrin ISIS berkat Ibunya

Sesuatu yang Gilang ingat sampai sekarang adalah bahwa setiap tugas yang diberikan pada perorangan tidak boleh bocor ke orang luar, bahkan sesama teman yang tergabung dalam JAD. Sungguh sangat tertutup.

Sayangnya, Gilang tertangkap polisi saat bertugas sebagai kurir untuk mengirimkan uang ke Filipina. Kemudian, waktu di penjara Gilang dan teman-temannya sesama JAD terputus.

Maka dari itu, Gilang memutuskan hijrah. Dia meninggalkan radikalisme dan kembali ke pangkuan NKRI. Selain itu, yang disayangkan di JAD adalah banyak anggota JAD yang saling mengkafirkan satu sama lain, padahal sebelumnya mereka adalah teman senasib dan seperjuangan.[] Shallallah ala Muhammad.

*Tulisan ini disadur dari cerita Gilang Nabaris yang dimuat di media online Pikiranrakyat.com

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru