Nasrudin Joha, Narasi Radikal, dan Literasi Siluman ala eks-HTI
“Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis—literasi—adalah bekerja untuk keabadian,”
by
14/01/2020
“Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis—literasi—adalah bekerja untuk keabadian,”
by
14/01/2020
Coba kita googling tentang isu-isu yang tengah santer dibicarakan hari-hari ini, kira-kira apa yang search engine terbesar tersebut suguhkan? Mungkin hasilnya tak jauh
by
13/01/2020
Setelah semua yang kita saksikan bersama tentang bagaimana radikalisme—betapa pun menjemukan—bereksistensi diri, kira-kira apa yang diinginkan kaum radikal? Jawabannya panjang. Apakah tegaknya khilafah
by
09/01/2020
Hijrah. Kata yang sama sekali tak asing, mungkin, untuk kita semua. Seseorang yang awalnya suka mengumbar aurat, tiba-tiba bertutup seluruh badan. Masa lalu
by
05/01/2020
Tahun 2019 sudah berlalu. Kini, kita berada di tahun 2020. Pergantian tahun mestinya tidak sebatas pergantian kalender belaka. Harus ada perubahan. Harus ada
by
02/01/2020
Bismillah. Sebelum menuju pembahasan, ada tiga hal yang mesti saoya tegaskan terlebih dahulu. Pertama, ‘Yutub’ dalam judul tulisan ini adalah serapan dari kata
by
31/12/2019