24.2 C
Jakarta

Lawan Terorisme BNPT Jalankan Program Sinergisitas

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Harakatuna.com Jakarta – Program sinergisitas antar kementerian atau lembaga (K/L) menjadi salah satu cara pemerintah menanggulangi terorisme. Melalui program tersebut, pemerintah mencegah masuknya paham radikal terorisme melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar yang juga Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas melaporkan, tahun ini Tim Sinergisitas yang dikoordinasikan oleh BNPT telah melakukan 232 pembangunan fisik dan 349 pembangunan nonfisik. Program penanggulangan terorisme melalui peningkatan kesejahteraan ini menyasar masyarakat yang sudah dan rentan terpapar, tempat ibadah, serta lembaga Pendidikan.

“Dampak kegiatan Sinergisitas adalah perubahan pola pikir atau mindset transformation, dan persepsi sasaran terhadap pemerintah menjadi positif. Kedua pemerataan pembangunan di lokus kegiatan yang selama ini tidak terbuka kepada program pemerintah,” urai Boy dalam keterangan tertulis, Minggu (15/11/2020).

Data yang disampaikan Boy terangkum dalam buku Laporan Pelaksanaan Sinergisitas Antar 38 K/L Tahun 2020 yang diserahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mohammad Mahfud MD di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (14/11).

Laporan tersebut berisi keagiatan yang telah dilaksanakan Tim Sinergisitas dalam program penanggulangan terorisme tahun 2020 di provinsi Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur. Turut hadir perwakilan 38 K/L, serta penerima manfaat program Sinergisitas yakni eks teroris yang berasal dari Bima dan Dompu.

Program Sinergisitas K/L dianggap efektif untuk memerangi paham radikalisme yang menentang pemerintah. Hal itu diungkapkan Ustaz Gunawan, penerima manfaat program sinergisitas yang merupakan mantan panglima Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Pria asal Penatoi, Nusa Tenggara Barat itu mengaku sentuhan pemerintah lewah program sinergisitas, telah mengubah perspektifnya terhadap pemerintah. Ia pun berikrar untuk kembali setia pada NKRI.

“Kami sudah kembali sadar, semoga kami mampu untuk memimpin sebuah perubahan di Bima,” kata Ustaz Gunawan mewakili eks teroris penerima manfaat.

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD ingin program sinergisitas terus dilanjutkan. Dari program tersebut diharapkan masyarakat yang terpapar radikalisme bisa kembali setia pada negara, sehingga tercipta keamanan yang kondusif.

“Saya mengharapkan Kementerian/Lembaga memberikan prioritas dalam upaya pemberantasan terorisme karena tugas ini adalah tugas mulia agar seluruh rakyat Indonesia yang beragam agama budaya tetap merasa bersatu dalam keberagaman, kami sangat mengharapkan dukungan dan prioritas alokasi anggaran Kementerian/Lembaga untuk kegiatan Sinergisitas di tiga Provinsi tersebut,” ungkap Mahfud yang juga Ketua Pengarah Tim Sinergisitas.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...