Skip to content
Harakatuna.com
  • X
  • Instagram
Kirim Tulisan

  • Editorial
  • Agenda
  • Khazanah
    • Inspiratif
    • Ekonomi Syariah
      Artikel yang membahas tentang ekonomi syariah
    • Literasi
    • Opini
    • Perempuan
    • Perspektif
    • Resensi Buku
    • Resonansi
    • Suara Pembaca
    • Telaah
  • Asas-asas Islam
    • Akhlak
    • Al-Qur’an
    • Fikih Islam
    • Hadist
    • Ibadah
    • Sirah Nabawiyah
    • Syariah
    • Tafsir
    • Tasawuf
  • Akhbar
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
  • Islam dan Timur Tengah
    • Islam dan Kebangsaan
    • Ulasan Timur Tengah
  • Milenial Islam

Khazanah

Terorisme

Terorisme Adalah Hasil Pemahaman Agama yang Dangkal

Harakatuna.com – Terorisme telah menjadi ancaman global yang serius dan kompleks dalam beberapa dekade terakhir. Salah satu faktor yang sering kali menjadi pemicu

by

M. Nur Faizi

13/06/2023

Moderatisme Ekstremisme

Moderatisme Versus Ekstremisme dalam Iklim Keberagamaan Indonesia

Harakatuna.com – Moderasi dapat diartikan sebagai; pengurangan kekerasan dan penghindaran ekstremisme. Dapat pula dimaknai sebagai sikap menghindari perilaku dan perbuatan yang ekstrem dan

by

Ibnul Jauzi Abdul Ceasar

12/06/2023

Perempuan

Perempuan: Bukan Hanya Sekadar Tubuh, Tapi Juga Jiwa

Harakatuna.com – Tak bisa dipungkiri, selama berabad-abad peradaban manusia telah membuat gambaran tentang perempuan dengan cara pandang ambigu dan paradoks. Perempuan dipuja sekaligus

by

Salman Akif Faylasuf

11/06/2023

Islam Indonesa

Menaruh Kebanggaan pada Islam Indonesia

Judul Buku: Islam Rahmatan Lil ‘Alamin: Berasal dari Arab, tapi Islam Bukan Arab, Penulis: Gus Muwafiq, Penerbit: Al Barokah, Cetakan: Pertama, 2019, Tebal:

by

Muhammad Muzadi Rizki

11/06/2023

Seni Bertahan Hidup ala Istri Mantan Napiter Jika kita sering berjumpa dengan buku-buku tentang seni memahami wajah, seni memahami emosi, dan sejenisnya, sepertinya kita perlu mengetahui bagaimana seni bertahan hidup ala istri mantan napiter. Mengapa ini penting? Pada tulisan sebelumnya, saya pernah membahas kisah Ratna Sari Nasution, istri Zen Effendi, mantan napiter yang pernah terlibat dalam pengeboman di Aceh. Kisah Ratna menyiratkan pesan yang sangat mendalam, bagaimana kehidupan istri napiter ketika suaminya berada di penjara ataupun pasca suaminya dipenjara. Selain mendapatkan pengucilan dari tetangga, dan lingkungannya, Ratna begitu struggle dengan caranya membesarkan hidup seorang diri bersama sang anak disaat semua informasi tentang suaminya bisa diakses secara publik melalui google lalu sang anak juga bisa membaca berita tersebut. Melalui kisah Ratna, sepertinya kita perlu melihat bagaimana sosok-sosok Ratna yang lain, yang mengalami pengalaman serupa ketika sang suaminya menjadi napiter. Memahami kisah hidup Ratna, ada beberapa seni yang harus dimiliki, di antaranya: Pertama, regulasi emosi. Ini adalah kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan. Regulasi emosi artinya dapat mengendalikan diri meskipun sedang kesal, empsi ataupun merasa cemas, sedih, dll. Ekspresi emosi baik positif ataupun negatif sebenarnya hal lumrah dimiliki oleh seseorang. Ekspresi emosi yang tepat juga merupakan salah satu kemampuan individu yang resilien. Seseorang yang resilien dan memiliki regulasi emosi setidaknya harus memiliki ketenangan dan fokus. Dua hal ini merupakan hal penting yang dimiliki oleh seseorang sehingga mengurangi stress. Kedua, pengendalian impuls. Ini adalah kemampuan mengendalikan keinginan, dorongan, kesukaan serta tekanan yang muncul dari dalam diri seseorang. perubahan emosi seseorang merupakan hal wajar, apalagi dalam kondisi tersebut istri para teroris adalah individu yang sangat rentan mengalami bully, penghakiman, cibiran, dll. Ketiga, individu yang resilien adalah orang yang optimis. Mereka memiliki harapan untuk masa depan yang lebih dibandingkan dengan hari ini. menjalani kehidupan hari ini yang cukup amburadul, tidak membuat seseorang patah semangat. Sikap optimis ini ditampikan oleh para istri teroris dengan melihat arah lebih baik di masa yang akan datang. Optimisme mengimplikasikan bahwa individu percaya bahwa ia dapat menangani masalah-masalah yang muncul pada masa yang akan datang. Keempat, empati. Sikap ini merepresentasikan bahwa individu mampu membaca tanda-tanda psikologis dan emosi dari orang lain. Empati mencerminkan seberapa baik individu mengenali keadaan psikologis dan kebutuhan emosi orang lain. Sikap ini ditampilkan kepada sang anak untuk menjelaskan kondisi ayahnya dengan melakukan pendekatan yang cukup sesuai kondisi anaknya tersebut. Kelima, analisis penyebab masalah. Ini merupakan bentuk gaya berpikir seseorng untuk menjelaskan hal baik dan buruk yang terjadi. dalam konteks istri teroris, mereka mampu keluar dari jeratan masalah dengan memulai usaha-usaha yang lain. Ratna tetap berpikir dan bertindak untuk terus hidup dengan bekerja agar mampu menghidupi dengan anaknya. Hal ini sama juga seperti Nurul Kholisoh, istri teroris yang terus berikhtiar untuk bekerja agar mampu menghidupi anaknya disaat suaminya berada di dalam penjara. Kenyataan ini membuktikan bahwa, para istri napiter memiliki kemampuan untuk menganalisis penyebab masalah dengan tidak bergabung kepada keadaan. Mereka adalah orang yang cukup struggle untuk menerima keadaan dengan seni-seni bertahan hidup melalui upaya tersebut. Keenam, efikasi diri. Ini merupakan keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi dan memecahkan masalah dengan efektif. Efikasi diri juga berarti meyakini diri sendiri mampu berhasil dan sukses. Individu dengan efikasi diri tinggi memiliki komitmen dalam memecahkan masalahnya dan tidak akan menyerah ketika menemukan bahwa strategi yang sedang digunakan itu tidak berhasil. Efikasi diri ini diwujudkan dengan bagaimana cara istri teroris untuk tetap kuat dan tangguh menghadapi cibiran, bully-an bahkan penghakiman dari masyarakat. Ketujuh, peningkatan aspek kognitif. Ini merupakan kemampuan yang meliputi peningkatan aspek positif dalam hidup. Individu yang meningkatkan aspek positif dalam hidup, mampu melakukan dua aspek ini dengan baik, yaitu: Mampu membedakan risiko yang realistis dan tidak realistis. Selain itu, harus memiliki makna dan tujuan hidup serta mampu melihat gambaran besar dari kehidupan. Individu yang selalu meningkatkan aspek positifnya akan lebih mudah dalam mengatasi permasalahan hidup, serta berperan dalam meningkatkan kemampuan interpersonal dan pengendalian emosi. Para istri teroris memiliki kemampuan meningkat aspek koginitif dengan berbagai hal termasuk, selalu berikhtiar untuk menjalani kehidupan, menemani suaminya meskipun sudah dipenjara ataupun terus berjuang bertahan hidup untuk keutuhan keluarganya. Istri napiter

Cara Bertahan Hidup ala Istri Mantan Napiter

Harakatuna.com-Jika kita sering berjumpa dengan buku-buku tentang seni memahami wajah, seni memahami emosi, dan sejenisnya, sepertinya kita perlu mengetahui bagaimana seni bertahan hidup

by

Muallifah

10/06/2023

Motivasi Menulis

Saat Motivasi Menulis Menurun, Apa yang Harus Dilakukan?

Harakatuna.com – Tak sedikit para penulis yang mengalami penurunan motivasi hingga mengacaukan produktivitasnya dalam menulis. Hal ini terjadi karena berbagai faktor yang menyertainya.

by

Devi Ardiyanti

10/06/2023

Older posts
Newer posts
← Previous Page1 … Page246 Page247 Page248 … Page603 Next →

Latest Post

Buletin Dakwah Harakatuna Edisi 479/03 Juli 2026

03/07/2026

Buletin Dakwah Harakatuna Edisi 479/03 Juli 2026

02/07/2026

Iran Tegaskan Tak Akan Lanjutkan Negosiasi dengan AS Sebelum Kesepakatan Dijalankan

Kaffah tanpa Khilafah: Kritik atas Imajinasi HTI

02/07/2026

Kaffah tanpa Khilafah: Kritik atas Imajinasi HTI

Indonesia-Belarus Perkuat Kerja Sama Cegah Pendanaan Terorisme, Prabowo: Segera Beri Manfaat Nyata

02/07/2026

Indonesia-Belarus Perkuat Kerja Sama Cegah Pendanaan Terorisme, Prabowo: Segera Beri Manfaat Nyata

Judul: Kapolri: Polri Antisipasi Ancaman Nihilistic Violent Extremism, Zero Terrorist Attack Terjaga Sejak 2023

02/07/2026

Kapolri: Polri Antisipasi Ancaman Nihilistic Violent Extremism, Zero Terrorist Attack Terjaga Sejak 2023

Masuk Surga Jalur FYP?

02/07/2026

Masuk Surga Jalur FYP?

Aparat Terorisme

02/07/2026

Menyelamatkan Aparat dari Amukan Terorisme

Judul: PBB: Gaza Masih Dilanda Krisis Kemanusiaan, Israel Kuasai 70 Persen Wilayah

01/07/2026

Gaza Masih Dilanda Krisis Kemanusiaan, Israel Kuasai 70 Persen Wilayah

Hizbut Tahrir

01/07/2026

Hizbut Tahrir sebagai Conveyor Belt to Terrorism

01/07/2026

AI dan Dakwah Digital, Peluang Besar sekaligus Tantangan

Popular

Densus 88 Tangkap Terdugga Teroris Afiliasi JI

Bus Pembawa Anak-Anak Jadi Target Bom Saudi di Yaman, 29 Orang Tewas

Catatan Akhir Tahun 2019: Terorisme Musuh Semua Negara dan Agama

Dalil Doa dan Amalan Mengusap Mata Saat Adzan

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Bagi Istri, Ridho Allah Itu Ada Pada Ridho Suami

Hadis Nabi, Di Akhir Zaman Islam Tinggal Nama Saja

Berapa Usia Para Istri Rasulullah Ketika Dinikahi? Ini Jawabannya

Harakatuna ©2026

Maintenance and Developed by Pondokgue Digital

Perdoman Media Siber Redaksi

KIRIM TULISAN