25 C
Jakarta

Artikel Trending

Profil Harakatuna Media

Istiqamah Merawat Ideologi Bangsa

Harakatuna Media hadir sebagai bagian dari tanggungjawab anak bangsa yang resah dan gelisah atas maraknya gerakan yang hendak mengganti ideologi negara dengan menggunakan dalil agama dan sentimen keagamaan. Memulai gerakannya dengan kontra narasi Khilafahisme yang diusung Hizbut Tahrir Indonesia dengan propaganda utamanya pendirian Negara Khilafah Islamiyah. Harakatuna berpandangan bahwa akar persoalan radikalisme agama di Indonesia adalah kuatnya keinginan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia sembari memprovokasi umat Islam dengan mendakwakan bahwa NKRI adalah taghut dan kafur, dan mendukung negara taghut seperti Indonesia adalah bentuk lain dari kekafiran itu sendiri.

Harakatuna memfokuskan diri pada tiga gerakan utama kontra radikalisme-terorisme. Pertama, kontra narasi. Kedua, kontra ideologi. Ketiga, kontra propaganda. Terhadap tiga gerakan di atas, Harakatuna telah melakukan pelbagai kegiatan antara lain: Halaqah Kepesantrenan, yang melibatkan para tokoh pesantren lintas organisasi masyarakat untuk terlibat aktif memberikan pencerahan pada masyarakat akan bahaya paham radikalisme dan terorisme di Indonesia. Dialog Kebangsaan dan keislaman yang melibatkan para pakar dan akademisi pada jaringan kampus se-Indonesia dengan tujuan utama membentengi mahasiswa dari masifnya penyebaran paham radikalisme-terorisme.

Pendirian Pustaka Harakatuna sebagai gerakan literasi berbasis ilmiah dan akademik dengan fokus utamanya pada tema-tema yang mengarah pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman. Produk lanjutan Pustaka Harakatuna berupa terselenggaranya diskusi dan bedah buku yang diselenggarakan di kampus, pesantren dan tempat umum lainnya. Pembuatan website Harakatuna.com adalah upaya nyata dalam memberikan pencerahan dan penguatan narasi kebangsaan dan keislaman sekaligus sebagai media kontra narasi radikalisme-terorisme berbasis online melalui ulasan standar ilmiah yang sangat tinggi dengan melibatkan para penulis muda lintas kampus dan lintas daerah di Indonesia, bahkan luar negeri.

Penyebaran buletin Jumat Harakatuna dengan melibatkan para pengurus masjid di kota-kota besar di Indonesia. Buletin Jumat dipersiapkan secara khusus sebagai alternatif bacaan umat Islam di tengah merebaknya buletin Jumat yang mengusung tema yang mengarah pada perlawanan eksistensi negara-bangsa dan indoktrinasi paham radikal dan fundamental. Pelatihan Jurnalistik Santri dan Siswa sebagai jawaban atas dominannya konten yang mengarah pada doktrinasi paham dan ideologi radikalisme-terorisme di dunia maya. Generasi muda harus disiapkan bekal yang cukup untuk berdakwah di dunia maya dengan konten positif, damai dan mencerahkan umat Islam. Produksi meme, video dan ceramah pendek merupakan usaha lain dalam mempromosikan Islam yang rahmatan lil alamin dan moderasi beragama dengan pilihan konten yang unik, kreatif dan mencerdaskan.

Akhirnya, mari bersama-sama menjadikan Harakatuna Media sebagai gerakan dakwah bersama dalam memberikan penyadaran dan pencerahan bahwa keberagaman puncaknya adalah keberagamaan dan puncak dari keberagamaan adalah kemanusiaan. Perdamaian dan kedamaian adalah pesan utama dalam Islam dan Islam melarang segala bentuk kekerasan atas nama agama.

Mengenal Redaksi

Artikel Terbaru