31.7 C
Jakarta

Yayasan Cinta Quran Diduga Kuat sebagai Sayap Juang Eks-HTI

Artikel Trending

Islam dan Timur TengahIslam dan KebangsaanYayasan Cinta Quran Diduga Kuat sebagai Sayap Juang Eks-HTI
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Masih ingat seorang ustadz bernama Fatih Karim? Pada tulisan sebelumnya saya pernah mengulas perjalanan intelektual-spiritual Fatih Karim, mulai dari kuliahnya sampai keterlibatannya dengan organisasi radikal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Fatih Karim ini orang baik dan memiliki kecintaan terhadap agamanya. Tapi, dia hanya salah pergaulan saja atau salah memilih guru agama, sehingga dia terjebak dalam doktrin agama yang keliru.

Bukti spirit Fatih Karim dalam mengabdikan dirinya untuk agamanya dapat dilihat dari geliat dia dalam mendirikan Yayasan Cinta Quran di Kota Bogor. Yayasan ini berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia Cinta Quran, dimana kehidupan ditata berdasar Quran dan Sunah Rasulullah SAW, sehingga umat Islam Indonesia dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai inspirasi dan solusi kehidupan.

Berdasar rapat gabungan pada 11 Desember 2015, nama Yayasan Cinta Quran Global diganti menjadi Cinta Quran Foundation, dan mulai dilakukan re-branding menggunakan nama tersebut, termasuk publikasi pada media sosial. Selain itu, Yayasan Cinta Quran diduga kuat sebagai sayap juang Eks HTI, dengan indikasi dari ketokohan Fatih Karim, tokoh yang diundang pada kegiatan Eks HTI dan tagline dakwah tema kegiatan Eks HTI.

Sungguh sangat disayangkan atau seakan tidak berguna alias sia-sia, bahkan malah memalukan, jika pendirian Yayasan Cinta Quran dilakukan tidak sesuai dengan spirit agama, melainkan didorong oleh hawa nafsu belaka. Dorongan hawa nafsu ini dapat diperhatikan dari motivasi yang ada di belakang pendirian yayasan berjubah Islam ini, yaitu untuk mengkampanyekan ideologi HTI yang jelas-jelas dilarang di Indonesia.

Motivasi yang keliru ini jelas membohongi banyak orang yang terlanjur percaya atau menjadi bagian di dalamnya. Apalagi, motivasi busuk ini dibungkus dengan kebohongan, yaitu Cinta Quran Foundation bervisi menjadi lembaga independen yang terdepan mendakwahkan Al-Quran sebagai solusi dan inspirasi untuk Negeri, serta bermisi, menumbuhkan motivasi agar masyarakat mencintai dan mendakwahkan Al Quran sehingga menjadi solusi, inspirasi, panduan dan gaya hidup bagi masyarakat.

BACA JUGA  Dakwah Melawan Paham Radikal di Tengah-Tengah Politik

Sebagai yayasan yang sudah terorganisir dengan baik, Yayasan Cinta Quran memiliki struktur yang cukup lengkap. Berikut susunan pengurus yayasannya, Dewan Pembina: Fatih Karim (Tokoh Eks HTI), Ketua Yayasan: Hadi Azis Pratama, Sekretaris: Ivan Sopian, Bendahara: Ayu Lestari, Editorial: Jajang Hartono dan Ulfa Mu’adhotin Qori’ah, Content Management: Fikar Harakan dan Aulia Nur Hasan, Fotografer: Fatih Solahuddin, Distributor: Syafaat Nuryadi, Helmi Oky Purnama dan Boby Kurniawan.

Ada banyak kegiatan Yayasan Cinta Quran yang dijalankan oleh Fatih Karim. Pertama, Indonesia Bisa Baca Quran (IBBQ), mewadahi program Cinta Quran Foundation terkait gerakan masif untuk membantu masyarakat muslim Indonesia agar bisa membaca Al-Quran dengan hashtag #IndonesiaCintaQuran. Gerakan ini hadir dengan memberikan pelatihan tidak berbayar kepada masyarakat dengan metode pembelajaran yang dirancang khusus untuk memudahkan peserta belajar membaca Al-Quran. Mitra strategis program IBBQ ini, yakni Wardah, Paragon Technology, XL dan Sprin.

Kedua, Cinta Quran Call, layanan pendampingan tahsin dan tilawah Alquran via multiplatform yang dibimbing langsung oleh Asatidz/ah Cinta Quran. Mitra strategis program IBBQ ini, yakni Wardah, Paragon Technology, XL dan Sprint. Ketiga, Majelis Cinta Quran, mewadahi dan melaksanakan kegiatan kajian yang dikemas seperti talkshow di berbagai daerah. Dalam pergerakannya, Majelis Cinta Quran berkolaborasi dengan komunitas Eks HTI lainnya yang eksis di daerah tersebut untuk menyukseskan kegiatannya. Mitra strategis pada program ini, yakni Pertamina Patra Niaga, Permata Bank Syariah, GMF Aero Asia (Garuda Indonesia Group) dan Citilink.

Sebenarnya masih banyak kegiatan Yayasan Cinta Quran. Bagaimanapun bentuk kegiatannya, selama masih bergerak di bawah doktrin HTI, tetap keliru. Yayasan ini akan benar-benar dapat diterima jika keluar dari HTI, karena dengan cara itulah yayasan ini berdiri di rel yang benar.[] Shallallah ala Muhammad.

Khalilullah
Khalilullah
Penulis kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman, kadang menjadi pembicara di beberapa seminar nasional

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru