26.8 C
Jakarta

Yai Husein Muhammad: Guru Besar Universitas Kehidupan

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Seingatku pertama bertemu Yai Husein Muhammad di kediaman Ibu Sinta Nuriyah ketika diskusi tentang kitab Uqudullujain. Hasil diskusi berkala tersebut kemudian menjadi buku yang diterbitkan oleh Kompas dengan judul ‘Kembang Setaman Perkawinan’. Kalau tidak salah sih sekitar tahun 2004.

Ternyata menurut Pak Yai ada pertemuan lebih awal. Kami pernah bersama dalam satu tim studi banding ke Turki. Mereka punya layanan kesehatan reproduksi yang terintegrasi dan patut dicontoh.

Setelahnya, kami kerap bertemu di acara-acara Rahima, Alimat, Fahmina, dan terakhir di panel dalam Seminar Nasional Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) tentang Metode Studi Islam Keulamaan Perempuan Indonesia pada tanggal 26 April 2017 lalu di Cirebon.

Khas Sang Yai

Rasanya Kiai Husein ini sejak pertama bertemu sampai sekarang tidak berubah. Padahal sudah belasan tahun. Ya wajahnya, ya juga sikapnya yang konsisten. Kiai Husein kukenal sebagai pribadi yang serius dan tingkat keseriusannya bisa sampai puncaknya jika bertemu Bang Helmi Ali. Entah apa yang diperdebatkan.

Pak Yai juga sepertinya suka merenung dan gelisah. Bagusnya Pak Yai ini hobi menulis sehingga kegelisahannya berbuah tulisan. Banyaknya karya Kiai Husein sepertinya sejalan dengan banyaknya hal yang digelisahkannya.

Kegelisahan Pak Yai agaknya berawal dari keterlibatannya dalam program Fiqhun Nisa’ Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M). Kata Mbak Lies Marcoes, Pak Yai saat itu sampai demam. Virus pemikiran menjalari sekujur batinnya hingga membuat tubuh Pak Yai panas-dingin.

Sepertinya ini kegelisahan khas para santri yang kecebur dalam dunia aktivis gender. Maklumlah. Di satu sisi, tetap memegang erat-erat iman bahwa Islam dari Allah adalah rahmat bagi perempuan. Namun, di sisi lain juga mewaspadai bahwa Islam sangat mungkin ditafsirkan oleh manusia dengan cara-cara yang justru melemahkan perempuan.

Melihat rekam jejak karya dan kegiatannya hingga kini, Pak Yai agaknya telah memutuskan hal penting dalam hidupnya: membangun tradisi tafsir atas Islam yang adil gender, yakni adil pada laki-laki sekaligus perempuan.

Keahliannya berselancar di lembaran kitab kuning adalah kekuatannya. Pak Yai sangat terampil menemukan mutiara pemikiran ulama klasik yang menguatkan perempuan tapi kadang tersembunyi di tempat yang tak terduga. Lihatlah tulisan Pak Yai. Selalui bertabur kutipan ulama klasik yang kemudian menjadi ciri khasnya.

Konsen dan Istiqamah

Banyak orang mungkin masih heran dengan keputusan ini. Bukankah sebagai laki-laki Pak Yai berada di pihak yang diuntungkan oleh relasi gender yang timpang? Bukankah sebagai laki-laki Pak Yai tidak rentan menjadi korban ketidakadilan gender? Lalu untuk apa menyibukkan diri dengan tafsir yang adil gender? Inilah bedanya.

Bagi Pak Yai, ketidakadilan gender bukanlah masalah perempuan semata, melainkan masalah kemanusiaan. Tafsir agama yang melemahkan perempuan sesungguhnya tidak hanya berdampak buruk pada perempuan, melainkan lebih luas pada sistem kehidupan manusia, termasuk laki-laki. Jika Islam adalah rahmat bagi manusia, maka tafsir atas Islam mesti menjadi rahmat bagi perempuan.

Pilihan untuk tekun dan istiqamah dalam isu keadilan gender Islam bukanlah pilihan mudah. Stigma sebagai agen Barat dan pemikir liberal belum seberapa. Pemikiran Kiai Husein berkali-kali “diadili” karena dipandang nyeleneh.

Pihak yang mengadili pun tidak sembarangan. Salah satu bukunya bahkan dilarang di Negeri Jiran. Apakah hal ini menyurutkan langkah Pak Yai? Nyatanya Pak Yai terus berjalan membawa keyakinannya bahwa Islam adalah agama yang memanusiakan, baik pada laki-laki maupun perempuan. Pak Yai telah lulus sidang munaqasyah universitas kehidupan.

Bagiku, Kiai Husein memanglah Guru Besar. Ia telah memberi teladan penting bagaimana memegang sebuah prinsip dengan teguh, dan tidak surut langkah menghadapi risikonya.

Dalam kondisi tertentu, sejujurnya aku sendiri kadang merasakan nyaris putus asa. Betapa tidak? Ikhtiyar untuk menghadirkan keadilan Islam atas perempuan sebagai konsekuensi iman pada Allah sebagai Dzat yang  Maha Adil tidak hanya pada laki-laki tapi juga perempuan malah dituduh menentang Islam.

Dalam kondisi seperti ini, maka keberadaan figur seperti Pak Yai ikut membangkitkan semangat lagi dan batal putus asa.

Selamat atas penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Walisongo Semarang untuk sang Guru Besar Universitas Kehidupan: al-Mukarram KH. Dr (Hc) Husein Muhammad, beberapa waktu yang lalu.

Wallahu A’lam bi ash-Shawab…

 

Dr. Nur Rofiah Bil Uzm, M.Sc, Dosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Alumni Ankara University, Turki.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...