27.5 C
Jakarta

Waspadai Bibit Radikal, Kebumen Perlu Gencarkan Deradikalisasi

Artikel Trending

AkhbarDaerahWaspadai Bibit Radikal, Kebumen Perlu Gencarkan Deradikalisasi
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Kebumen – Untuk mencegah dan mewaspadai adanya bibit bibit paham radikalisme di Kebumen, Pemerintah dinilai perlu mengencarkan program Deradikalisasi. Terlebih menjelang tahun politik, dimana, kelompok ini terkadang kerap menyelusup ke masyarakat untuk membuat gaduh dan memecah belah umat.

Hal itu disampaikan Ketua Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Cabang Kebumen, Gus Asyhary Muhammad Alhasani, di Pondok Pesantren Alhasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen. Senin 9 Januari 2022. Menurutnya, Deradikalisasi masih perlu digencarkan di Kebumen,terutama di ormas yang agamis atau nasionalis, lembaga negara maupun sipil.

“Deradikalisasi masih perlu digencarkan di Kebumen, terutama kepada ormas ormas yang agamis atau nasionalis, lembaga negara maupun sipil. Ini untuk mewaspadai adanya bibit radikalisme,’’ ujar Ulama yang akrab disapa Gus Hary itu.

Lebih jauh menuruh Gus Hary, sosialisasi deradikalisme juga perlu di evaluasi dan apa saja yangg telah dilakukan sejumlah lembaga Pemerintah. Terlebih anggaran semestinya telah disiapkan setiap tahunya.

“Sosialisasi deradikalisme perlu di evaluasi, apa saja yang telah dilakukan oleh sejumlah lembaga dengan anggaran sebesar itu setiap tahun, tapi masih terjadi seperti ini,’’ imbuhnya.

Gus Hary mengatakan, paham radikalisme bisa berdampak pada gerakan terorismen dan dapat membuat masyarakat merasa resah. Para teroris kerap menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, dan terkadang hanya untuk tujuan politik semata, terutama kepada masyarakat yang sudah terkapar dengan radikalisme.

“Kelompok Radikal biasanya menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik, namun dengan cara kekerasan atau dengan sikap yang ekstrem,” tuturnya.

Untuk itu, Deradikalisasi dianggap penting untuk menetralkan pemikiran-pemikiran bagi mereka yang sudah terkapar dengan radikalisme. Apalagi, belum lama ini, di Kebumen juga sempat terdapat salah seorang warga yang diduga teroris dan telah diamankan oleh Tim Densus.

“Sekali lagi, ini untuk mewaspadai, jangan sampai tumbuh bibit bibit paham radikalisme, Pemerintah wajib hadir memberikan sosialisasi ke masyarakat, apalagi mendekati tahun politik,’’ tegasnya.

Kaum radikal bisa saja mempengaruhi masyarakat untuk ikut membenci pemerintah, dengan menebar berita hoax. Masyarakat digiring untuk mempercayai berita tentang kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan, padahal itu adalah pernyataan yang dipelintir kebenarannya.

“Dengan cara-cara ini, diharapkan masyarakat khususnya generasi muda tidak akan mudah kena bujuk oleh kaum radikal. Karena mereka tahu bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya diraih karena usaha dari satu kaum, melainkan dari perjuangan pahlawan-pahlawan yang berasal dari suku dan agama yang berbeda-beda. Mereka jadi bisa menghargai perbedaan dan belajar untuk tidak mengkafirkan orang lain.’’pungkasnya.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru