25.4 C
Jakarta

Waspada, Kaum Radikalis Manfaatkan Agama untuk Kepentingannya

Artikel Trending

AkhbarDaerahWaspada, Kaum Radikalis Manfaatkan Agama untuk Kepentingannya
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Sukabumi-KH. Buya Royanudin, Pimpinan Ponpes Al Istiqomah Kab.Sukabumi, mengatakan banyak kaum radikalis memanfaatkan agama untuk kepentingan di luar agama, hingga memunculkan sikap sikap yang melenceng dari akar agama tersebut, Jumat(25/6/2021).

Keberagaman di Indonesia dapat menjadi pisau bermata dua. Dapat menjadi menjadi daya tarik dan kekhasan dari Indonesia karna memiliki berbagai macam suku ras budaya agama.  Namun dilain sisi keberagaman apabila diimbangi dengan rasa toleransi dan menghargai justru dapat menjadi pemecah persatuan bangsa. Hal ini sering dimanfaatkan kaum radikalis untuk memecahbelahkan bangsa Indonesia.

Seperti yang sedang berkembang saat ini yaitu munculnya intoleransi dalam berkeyakinan sehingga memaksakan agama tertentu di dalam masyarakat. Hal ini juga bisa disebabkan karena agama oleh kaum radikalis disusupi kepentingan tertentu sehingga dijadikan alat untuk memecah belah masyarakat.

KH. Buya Royanudin, Pimpinan Ponpes Al Istiqomah Kab.Sukabumi, mengatakan banyak orang memanfaatkan agama untuk kepentingan diluar agama, hingga memunculkan sikap sikap yang melenceng dari akar agama tersebut. Seperti munculnya sikap seperti intoleransi, radikalisme berujung pada terorisme yang membuat hilangnya persatuan dan kesatuan masyarakat.

BACA JUGA  Jamaah Islamiah (JI) Semarang Kembali Disabotase Densus 88

“Agama tidak boleh diselewengkan untuk kepentingan tertentu seperti yang dilakukan oleh kaum radikalis. Masyarakat harus memahami bahwa agama dibuat untuk kedamaian masyarakat, tidak ada pemaksaan, ataupun kekerasan. Apabila sikap sikap yang bertentangan dengan agama dibiarkan hal ini akan mengganggu persaudaraan, kebinekaan, dan rasa kebangsaan,” ucap KH. Buya Jumat, 25/6.

Pihaknya menjelaskan bahwa agama mengajarkan kita untuk hidup damai di dunia maupun akhirat. Damai lahir maupun batin. Agama mengajarkan untuk saling menghargai sehingga menciptakan ketenangan dan ketentraman dalam bermasyarakat. Oleh sebab itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat, yang saat ini telah terkontaminasi dengan intoleransi, radikalisme, harus merenungi kembali.

“Kita hidup didunia ini hanya sementara, dan agama merupakan pelita,” pungkas KH. Buya yang juga merupakan Wakil Ketua MUI Kab Sukabumi

Seperti diketahui bahwa sikap intoleransi adalah bibit bagi radikalisme. Sementara radikalisme merupakan cikal bakal munculnya aksi terorisme. Banyak kaum radikalis manfaatkan atas nama agama untuk kepentingan mereka di luar urusan agama. Untuk itu mari kita tingkatkan sikap saling toleransi menghargai antar masyarakat agar tercipta kedamaian dan persatuan.

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru