31.7 C
Jakarta

Wapres Minta Waspadai Munculnya Kelompok Radikalisme Jelang Pilpres 2024

Artikel Trending

AkhbarNasionalWapres Minta Waspadai Munculnya Kelompok Radikalisme Jelang Pilpres 2024
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin meminta semua pihak mewaspadai kemunculan kelompok radikalisme jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Dikatakan Maruf, khusus untuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) dan Badan Intelijen Negara (BIN) diminta mewaspadai kelompok radikal yang dapat memanfatkan politik identitas. Sebab, situasi keamanan dapat terganggu dan tak kondusif.

“Menghadapi Pemilu, Pilpres jangan sampai kelompok radikal kemudian menggunakan mendorong politik identitas. Kita sudah sepakat tidak menggunakan politik identitas di dalam pemilu 2024,” kata Ma’ruf usai menghadiri hari santri di Ponpes An Nawawi Tanara, Serang, Jumat (28/10/2022).

Untuk itu, mantan Ketua MUI itu juga meminta seluruh elemen bangsa terutama para elite partai politik agar tidak melontarkan statement atau pernyataan yang berbau permusuhan agar tidak memecah belah bangsa.

“Parpol jangan mengusung sifatnya politik identitas jangan menimbulkan isu yang bisa memicu konflik di bawah. Ini perlu kesadaran elit politik,” ujar Maruf.

Pada momen hari santri nasional, Ma’ruf  juga mengajak para santri di seluruh Indonesia ikut berperan aktif dalam menjaga stabilitas bermasyarakat.

BACA JUGA  Umat Islam Tidak Boleh Berpikir Radikalisme

Selain itu, kata Maruf, santri masa kini juga dapat membantu pemerintah dalam rangka memberikan pemahaman Islam moderat dan menangkal radikalisme.

“BNPT pasti lebih intens menyasar berbagai pihak ada kelompok radikal, keamanan, dan intelijen. jangan sampai kelompok ini muncul. Saya pikir ini kerja kita bersama santri akan terus menggaungkan Islam moderat,” jelas Maruf.

Adanya permintaan tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya telah melibatkan santri dalam melawan paham-paham radikalisme dan intoleransi.

Bahkan, mantan Kapolda Banten itu mengaku telah bekerjasama dengan kalangan santri dalam rangka literasi digital untuk menyebarkan konten moderasi beragama di media sosial.

“Kenapa santri  harus dilibatkan? karena dengan pendidikan di Ponpes dengan program moderasi beragama ini sangat releven, santri dapat menyiapkan konten kreatif kita sampaikan di sosmed. Sosmed didominasi kaum milenial,” kata Boy ditempat sama.

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru