29.8 C
Jakarta

Video Hayya Ala Al-Jihad Bagian dari Penyalahgunaan Agama

Artikel Trending

Harakatuna.com. Jakarta – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi menyebut seruan jihad yang dilantunkan seorang muazin saat melantukan azan Hayya Alal Jihad dalam video yang viral di media sosial salah kaprah.

Menurutnya, panggilan jihad itu tidak relevan apabila dikaitkan dengan situasi Indonesia saat ini.

“Jika seruan itu dimaksudkan memberi pesan berperang, jelas tidak relevan. Jihad dalam negara damai seperti Indonesia ini tidak bisa diartikan sebagai perang,” kata Zainut kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/11).

Ia mengaku belum bisa menyimpulkan maksud dari konten adzan yang viral tersebut.

Jika itu dimaksudkan untuk menyampaikan pesan perang di Indonesia maka tidak relevan karena saat ini dalam situasi damai.

Untuk itu, Zainut mengajak pimpinan ormas Islam dan para ulama untuk bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak terjebak pada penafsiran tekstual tanpa memahami konteks dari ayat Al Quran atau Al Hadits.

BACA JUGA  Pemuda Muhammadiyah Ungkap Gejala Radikalisme di Tubuh FPI

Pemahaman agama yang hanya mendasarkan pada tekstual, kata dia, dapat melahirkan pemahaman agama yang sempit dan ekstrem.

Apapun motifnya, kata dia, video tersebut bisa berpotensi menimbulkan kesalahan persepsi di masyarakat.

“Di sinilah pentingnya pimpinan ormas Islam, ulama dan kyai memberikan pencerahan agar masyarakat memiliki pemahaman keagamaan yang komprehensif,” kata dia.

Dalam menyikapi persoalan tersebut, Zainut meminta setiap pihak untuk menahan diri, melakukan pendekatan secara persuasif dan dialogis sehingga bisa menghindarkan diri dari tindakan kekerasan dan melawan hukum.

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan seorang pemuda melantunkan lafaz hayya alal jihad dalam azan beredar di media sosial.

BACA JUGA  Medsos Harusnya Dimanfaatkan Untuk Hal Yang Positif

Narasi yang disematkan pada video menuliskan seruan tersebut merupakan respons sejumlah warga atas pemanggilan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab oleh polisi terkait kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru