25 C
Jakarta

Ustaz Rahmat Baequni “Berbohong” Lagi

Artikel Trending

Milenial IslamUstaz Rahmat Baequni “Berbohong” Lagi
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Ustaz yang gemar jualan kiamat ini, kini berceramah lagi. Ceramah-ceramahnya kontradiktif, provokatif, bahkan bisa dibilang manipulatif.

Pada Sabtu lalu (21 Agustus 2021), ia mengatakan bahwa Taliban adalah pasukan akhir zaman. Ustaz Rahmat Baequni berkeyakinan penuh bahwa kelompok Islam di Afghanistan (Taliban), merupakan pasukan pembawa panji hitam (lihat kanal YouTube Al Manhaj).

Keyakinan itu datang, terinspirasi dari ramalan Rasulullah Saw. Yakni, bahwa Rasulullah pernah meramal bahwa akan ada pasukan akhir zaman muncul di wilayah Khurasan. Dengan mimik muka dan intonasi suara yakin, ia mengatakan kepada jemaahnya dan publik luas.

“Rasulullah pernah berkata, akan muncul dari bumi Khurasan pasukan pembawa panji hitam. Tidak ada satu pun kekuatan di muka bumi yang bisa mengalahkannya, sampai mereka mengibarkan panji hitam itu di bumi Al-Aqsa, Al-Quds,” Ujar Ustaz Rahmat Baequni. Khurasan itu adalah perbatasan antara Afghanistan dengan Iran dan itu menunjukkan kepada Afghanistan,” tuturnya.

Ustaz Rahmat Baequni dan Keyakinannya

Ustaz Rahmat Baequni yakin betul bahwa Khurasan yang dimaksud Rasul adalah wilayah perbatasan antara Afghanistan dan Iran. Ustaz Rahmat Baequni bahkan memastikan wilayah itu adalah Afghanistan (Terkini.id 21/8/21). Dengan demikian, maka Ustaz Rahmat mengaku yakin bahwa pasukan akhir zaman yang dimaksud dalam ramalan Rasulullah tersebut adalah Taliban.

Atas dasar itu, menurut ustaz Rahmat, keyakinannya itu lantaran melihat Taliban berhasil menguasai Afghanistan dan memukul mundur pasukan Amerika Serikat (AS) maupun Rusia. Dalam catatan sejarah Taliban ini juga memukul mundur musuh-musuh yang lain, yang pernah menjajah Afghanistan.

“Saya yakin itu Taliban karena Taliban lah yang sekarang berkuasa di Afghanistan dan berhasil memukul mundur kekuatan adidaya, baik Rusia ataupun Amerika”. “Amerika mencoba menguji keberuntungannya, banyak yang stres dari tentara Amerika di Afghanistan karena mereka melawan musuh yang tidak terlihat,” bebernya.

Menurutnya, pasukan Amerika Serikat dibuat stres oleh Taliban lantaran mereka melawan musuh tak terlihat. Adapun musuh pasukan AS tersebut, kata Rahmat, yakni pasukan berjubah putih yang turun dari langit dan membantu tentara Taliban.

“Banyak pasukan berjubah putih yang muncul begitu saja dari langit, mereka tidak tahu itu siapa. Sementara pasukan Mujahidin tidak menyaksikannya, tapi pasukan Amerika menyaksikannya. “Ketika perang dihentikan karena Azan, tapi terdengar suara ledakan di mana-mana, ternyata malaikat ikut berperang,” ujarnya.

Rahmat Baequni juga mengungkapkan bahwa Taliban yang menurutnya adalah pasukan akhir zaman dibantu oleh para malaikat. Hal itu, dibuktikan dengan suara ledakan yang terjadi di mana-mana ketika azan berkumandang (Terkini.id 21/8/21).

BACA JUGA  Menanggulangi Terorisme dengan Menyejahterakan Eks-Teroris, Memangnya Berhasil?

Sampai di sini, kita mungkin dibuat ngekek oleh ceramah Ustaz Rahmat Baequni ini. Karena, apa yang ia bicarakan adalah apa yang ia tidakketahui. Bukanlah seorang ahli sejarah, bahkan tak sampai membaca data, karya, dan fakta sejarah yang sedang berlangsung hari lalu dan hari ini.

Betapa Berbahayanya Ceramah Ustaz Rahmat Baequni

Yang Ustaz Rahmat Baequni sodorkan adalah khayalannya sendiri, yang mengarah kepada manipulatif dan pembodohan. Sebab dakwahnya itu jauh dari fakta yang ada. Okelah, Taliban menang. Dan Ustaz Rahmat Baequni mayakinkan bahwa Taliban adalah pasukan pembawa panji hitam, yang dibantu oleh malaikat-malaikat berbajuh putih. Karena itu, lantas tentara AS dan beberapa orang yang pro demokrasi di Aghanistan (di Kabul) lari dan menyerah.

Jika berangkat ke pengajian Ustaz ini dengan kepala kosong maka kita bakal percaya. Tetapi jika kita melek sedikit, pasti kita tahu apa-mengapa alasan tentara AS mundur dan politik Timur Tengah sedang dingin. Peperangan bukanlah penentu kalah dan memang. Tapi politiklah kunci daripadanya.

Tentu sah-sah saja apabila seseorang mempercayai sebuah keyakinan. Tetapi kepercayaan pada keyakinan diri, kemudian mengobralkan kepada orang awam sangatlah berbahaya. Bagaimana jika orang awam ini benar-benar percaya, kalau Taliban ini adalah pasukan akhir zaman. Sebagaimana kepercayaannya dulu terhadap ISIS. Bagaimana jika orang-orang percaya bahwa Afghanistan adalah Khurasan. Sebagaimana mereka percaya bahwa kamp ISIS itu seperti negeri syurga. Dan orang-orang berbondong-bondong lagi ke sana.

Ceramah-ceramah Ustaz Rahmat Baequni sejak lama memang manipulatif, kontradiktif, provokatif. Ia sering memanfaatkan hadis-hadis Nabi untuk ditarik semaunya. Dulu, ia mengutip hadis tentang bani Rum yang mengambil pernjanjian perang dan kemudian ditarik terhadap kejadian mesranya Raja Salman dengan China dan AS. Ternyata setelah ditiliti hadisnya, tidak satupun ada hadis yang mencantumkan redaksi macam itu.

Kita mungkin merasa kasihan terhadap jemaah Ustaz Rahmat Baequni ini, yang tiap ia datang ke majlisnya, selalu dapat pelajaran tak masuk akal. Tetapi lebih kasihan lagi terhadap Ustaz Rahmat Baequni, karena tak tanggung-tanggung menyampaikan kebohongan dan berani mencatut nama Nabi untuk sebuah ambisi dakwahnya.

Bukankah bohong dan dusta mancatut nama Nabi, api neraka adalah tempatnya? Bagaimana kalau jemaah Ustaz Rahmat Baequni menyampaikan ceramah-ceramah yang sama kepada teman, tetangga, kerabat, dan lain-lainnya? Sungguh berbahaya Ustaz Rahmat Baequni ini.

Agus Wedi
Peminat Kajian Sosial dan Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru