32.1 C
Jakarta

Urgensi Dakwah Kontra-Radikal Melalui Platform Media

Artikel Trending

KhazanahOpiniUrgensi Dakwah Kontra-Radikal Melalui Platform Media
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Seiring berkembangnya zaman, metode dakwah yang ada di masyarakat semakin bervariasi. Yang pada umumnya hanya sebatas ceramah di dalam masjid, perlahan mulai beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tersedianya radio, televisi, majalah, hingga platform media sosial seperti YouTube, Facebook, Instagram membuat lapangan dakwah ini semakin meluas, termasuk memberantas paham radikal.

Dengan adanya potensi dakwah yang sangat luas, stigma bahwa dakwah hanyalah ceramah di atas mimbar mulai memudar. Hingga saat ini, sudah banyak dai yang menyerukan dakwahnya melalui berbagai platform media sosial. Banyak kajian singkat yang bermunculan di YouTube maupun di Instagram. Bahkan sudah ada dai yang menggunakan Podcast audio untuk menyampaikan dakwahnya.

Proses ini muncul karena adanya kesadaran oleh para dai mengenai keberlangsungan dakwah ini. Semakin hari jamaah yang mendengarkan ceramah di masjid semakin sedikit. Itupun didominasi oleh jamaah yang sudah berusia lanjut. Keberadaan jamaah pemuda sudah berpindah ke media sosial. Di mana sekarang ini banyak pemuda yang menghabiskan waktunya untuk berselancar di dunia maya.

Bila kita tidak bisa menghadirkan masyarakat ke dalam dakwah ini, maka kita hadirkan dakwah ini kedalam kehidupan masyarakat sehari-hari, yaitu dengan media sosial. Apalagi ketika sekarang pandemi Covid-19 melanda negeri ini. Banyak kegiatan pengajian yang harus ditiadakan terlebih dahulu demi menekan angka positif Covid-19. Keadaan ini membuat para dai harus melakukan manuver terhadap metode dakwahnya.

Selain kewajiban memiliki kematangan materi serta pemahaman atas apa yang disampaikan, kemampuan dalam berteknologi juga dibutuhkan oleh dai masa kini. Jika ketiga hal itu dikuasai oleh seorang dai, maka dakwah di lahan media sosial yang luas ini bisa dilakukan dengan lebih optimal.

Di samping dengan tujuan untuk lebih melebarkan cakupan, kelebihan dakwah di media sosial ini adalah tidak adanya batasan waktu dan tempat untuk mengakses materi materi dakwah. Kapan pun dan di mana pun selama ada jaringan internet, kita bisa berulang kali mendengarkan ceramah ustaz yang kita kehendaki.

BACA JUGA  HUT-76 Indonesia: Bagaimana Posisi Islam dalam NKRI?

Tentunya ini juga merupakan ladang amal jariyah seorang dai, karena apa yang ia sampaikan bisa diputar berulang kali dan dengan cakupan pendengar yang lebih luas.

BACA JUGA  Argumentasi dari Khilafah ke Demokrasi, Para Islamis Harus Memahami Ini

Namun terlepas dari beragamnya metode, perlu kita ingat kembali bahwa tujuan dakwah adalah mengajak kedalam kebaikan. Allah SWT berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf  dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali-Imran/3: 110).

Kita bisa memulai dakwah ini dari hal kecil yang ada di lingkungan sekitar kita. Seperti mengajak teman kita untuk sholat, mengaji, mendatangi kajian ilmu dan masih banyak lagi. Itu semua merupakan hal yang mudah bagi kita. Terlebih dakwah ini merupakan sebuah amalan jariyah, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang menunjukkan kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala pelakunya.” (HR. Muslim). Kebaikan yang dimaksud dalam hadits ini  bersifat umum. Yakni kebaikan dunia serta kebaikan akhirat, baik itu yang ditunjukkan dengan lisan maupun perbuatan.

Tanpa harus memiliki jamaah yang begitu banyak atau majelis yang begitu besar, kita bisa berdakwah di lingkungan sekitar. Apalagi dengan adanya gadget di genggaman kita, ini memudahkan langkah kita untuk berdakwah di media sosial dengan cara sekecil apapun. Semisal dengan membuat ajakan untuk melakukan kebaikan yang diposting di Story WhatsApp maupun di Instagram.

Wallahu a’lam bish shawab, Semoga kita semua menjadi orang-orang yang selalu mengamalkan Ammar Ma’ruf Nahi Munkar di kehidupan kita sehari-hari. Radikalisme hingga terorisme harus disosialisasikan melalui dakwah. Tidak hanya di mimbar, melainkan di berbagai platform. Teknologi sudah memberikan akomodasi yang baik untuk dakwah kita, terutama memerangi radikalisme keagamaan oleh para pembangkang NKRI.

Reza Ulil Albab
Mahasiswa IAIN Surakarta. Mukim di Laweyan.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru