34.4 C
Jakarta

UNISMA Perangi Radikalisme di Dunia Kampus

Artikel Trending

AkhbarDaerahUNISMA Perangi Radikalisme di Dunia Kampus
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Malang – Fakultas MIPA bersama BEM dan HIMAPRODI Unisma Malang menggelar Diklat Kepemimpinan Mahasiswa dan Bakti Karya Lingkungan (DKM BKL), Jumat (30/7/2021) untuk tangkal radikalisme.

Kegiatan yang digelar secara daring itu mengangkat tema “Aktualisasi Diri Melalui Pengembangan Leadership sebagai Generasi Saintis berbasis Aswaja yang Progesif, Dinamis dan Cinta Tanah Air”.

Dr. Arfan Kaimuddin, SH., MH. menjadi narasumber dalam acara ini. Dalam materinya ia memberikan wawasan tentang gerakan anti-radikalisme. Wawasan yang sepintas kontroversial ini sangat penting diketahui dan dideteksi oleh Mahasiswa agar tidak terjerumus ke dalamnya.

Menurutnya, aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikalis sesungguhnya juga didorong oleh motif ajaran serta nilai yang diyakininya. Gerakan radikalis bertujuan mendirikan sistem yang sesuai dengan nilai yang dicitakan. Yaitu sistem khilafah sebagaimana mereka pahami secara parsial oleh kelompoknya sendiri.

Dalam mengikuti acara tersebut, peserta diberi kebebasan berpartisipasi aktif. Peserta diminta untuk berdiskusi dalam bagaimana ciri-ciri radikalisme dan bagaimana mengatasinya. Hal ini setidaknya untuk memantik peserta untuk merasa terlibat dalam penanganan radikalisme dan terorisme.

BACA JUGA  Pendidikan Bela Negara Mampu Tangkal Radikalisme

Menurutnya ciri-ciri yang paling mencolok dan mudah dikenali antara lain; sempit (pandangan tentang keberagaman), fundamental, eksklusif, keras (tidak mau mendengarkan pendapat orang lain), dan selalu ingin mengoreksi paham orang lain.

Cara untuk mengatasi radikalisme dan intoleransi di Indonesia antara lain; masyarakat pemeluk agama di Indonesia harus kembali pada ajaran agamanya masing-masing. Maraknya persebaran paham dan ideologi radikal hari ini membuat informasi dan dan ajaran agama simpang siur di tengah-tengah masyarakat.

Mahasiswa harus menjadi penguat bangsa untuk meluruskan pemahaman agama secara benar dengan tuntunan pemuka agama (ulama) yang terpercaya keilmuannya, dan menganggap kebhinekaan itu secara positif harus diterima bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah anugerah dari Tuhan.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru