34.4 C
Jakarta

Ulama Lebak Desak Polri Tangkap Muhammad Kece

Artikel Trending

AkhbarDaerahUlama Lebak Desak Polri Tangkap Muhammad Kece
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Benten-Ulama karismatik Kabupaten Lebak KH Hasan Basri mendesak polisi menangkap Youtuber Muhammad Kece yang diduga menistakan agama Islam dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Semua ulama Lebak menyesalkan beredarnya video M. Kece melalui kanal Youtube telah menistakan agama Islam, padahal dia sebelumnya penganut Islam,” kata KH Hasan Basri, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Kabupaten Lebak, Banten, Antara, Minggu, 22 Agustus.

Menurut dia, pernyataan M. Kece tentu masuk kategori menistakan agama Islam, karena menuduh Nabi Muhammad SAW dikelilingi setan dan pendusta.

Selain itu, juga menyatakan kitab kuning yang diajarkan di pondok pesantren (Ponpes) menyesatkan dan menimbulkan radikalisme.

Penyampaian Muhammad Kece itu tentu menyebarkan kebencian dan penghinaan terhadap agama Islam.

“Kami berharap polisi segera menangkap Muhammad Kece, karena berpotensi menimbulkan perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya menegaskan.

Menurut dia, selama ini, pondok pesantren salafi di Indonesia, termasuk di Banten yang mengaji kitab kuning tidak ditemukan kiai maupun santri terpapar radikalisme dan terorisme.

Kebanyakan pesantren salafi itu dari kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU). Mereka kiai dan santri ponpes salafi sangat cinta Tanah Air sendiri, karena bagian dari pada keimanan.

Semestinya, kata dia, M. Kece menebar kebaikan dan saling menghormati dan menghargai di tengah perbedaan keyakinan itu dan tidak boleh menghina juga menistakan agama Islam.

Sebab, prinsip agama Islam menjaga toleransi menjadikan kewajiban, seperti dalam Al Quran “Lakum dinukum waliyadin” artinya bagimu agamamu bagiku agamaku.

BACA JUGA  FKPPI Kota Semarang Gelar Sarasehan Pancasila dan Terorisme

“Kami mengecam tindakan dan pernyataan M. Kece yang intoleransi, dan aparat kepolisian harus segera menangkapnya,” kata Komisi Fatwa MUI Banten itu pula.

Ia mengajak umat Islam tidak terpancing dengan pernyataan Youtuber M. Kece yang menistakan agama Islam. Umat Islam wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di NKRI.

Di samping itu, juga menjaga sikap toleransi dengan menghormati serta menghargai di tengah perbedaan agama, suku, bahasa, dan adat. “Allah SWT menciptakan manusia di muka bumi dengan perbedaan, keragaman itu untuk saling bersatu dan melindungi serta jangan terjadi perpecahan,” katanya lagi.

Dalam akun Youtube-nya, M. Kece melakukan pembelaan diri. Kenapa MUI sampai menngecam pernyataannya ini. Muhammad Kece, dilansir detik.com lalu memunculkan ayat Al-Quran yang membuat dirinya dinilai menistakan agama. Muhammad Kece kemudian membacakan ayat itu.

“Saya dapat informasi Muhammad Kece dikecam, channel Muhammad Kece dikecam oleh MUI gara-gara mengatakan Muhammad dekat dengan jin. Nah, ini dia ayatnya, saya akan bentangkan ayatnya yang membuat Muhammad Kece dikecam MUI. Nah, ini dia,” ujarnya.

“Oh, ini rupanya Al-Qur’an tidak boleh diterjemahkan, makanya MUI mengecam Muhammad Kece, MUI mengecam gara-gara ini ditampilkan di publik, katanya Al-Qur’an untuk semua manusia, kenapa disiarkan Muhammad dekat dengan jin tidak terima?” sambungnya.

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru