28.9 C
Jakarta

UIN Walisongo Kampanye Moderasi Beragama di Kalangan Millenials

Artikel Trending

AkhbarDaerahUIN Walisongo Kampanye Moderasi Beragama di Kalangan Millenials
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Pemalang-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN-RDR) Angkatan ke-77 Kelompok 18 sukses menggelar Webinar Moderasi Beragama bertajuk “Optimalisasi Media Sosial sebagai Media Dakwah di kalangan Millenial”. Kegiatan ini digelar Minggu (17/10/2021) bersama Ketua Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMASABA) Kabupaten Pemalang.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Anis Fitria, M.Si, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif dengan menghadirkan narasumber Syukron Khasani, S. Pd, Ketua Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMASABA) Kabupaten Pemalang.

Dalam sambutannya, Anis Fitria, M. Si menyampaikan harapannya mengenai moderasi beragama yang memang tengah digaungkan oleh UIN Walisongo Semarang.

“Moderasi Beragama yang dikampanyekan banyak pihak harus dijadikan kebutuhan bersama. Moderasi beragama tidak lagi hanya sebatas program pemerintah, melainkan harus menjadi program bersama pemerintah dan masyarakat untuk membentuk karakter keislamakeislam yang santun,” kata Anis Fitria.

Sementara itu, Syukron Khasani, S.Pd menjelaskan perihal pentingnya peran kaum Millenial dalam mengkampanyekan perilaku moderasi beragama terlebih dengan menggunakan kekuatan sosial media. Tidak hanya itu, maraknya konten-konten intoleran bahkan konten radikalisme yang menimbulkan perpecahan juga menjadi salah satu tugas generasi millenial dengan membuat konten konten serupa yang moderat serta toleran.

BACA JUGA  Begini Kesaksian Bupati Pandeglang atas Warganya yang Tewas Bersama Ali Kalora

“Tugas kita adalah memberikan edukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang ajaran agama yang damai, saling menghargai, dan menerima keberagaman dengan memanfaatkan berbagai platform dimedia sosial karena hal itu mampu meredam marakmya konten yang berbau radikalisme dimasyarakat. Apabila mereka membuat 1000 konten intoleran dan radikal maka tugas kita adalah membuat 10.000 konten pembanding yang toleran juga moderat,” jelas Syukron.

Oleh karena itu, Syukron juga minta agar para kaum millenial dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai media dakwah terutama untuk mengkampanyekan nilai nilai moderasi dalam beragama. Kaum Millenials yang paham dan moderat dilarang keras untuk diam dan bersikap acuh.

Sebab, bersikap diam artinya sama saja membiarkan Indonesia berada dalam ancaman. Karena yang dapat berbicara dengan generasi millenial adalah generasi millenial itu sendiri. Makan, perbanyaklah membaca buku dan mencari ilmu.

“Menjadi pendakwah tidak harus menjadi seorang ulama terlebih dahulu, tapi dapat dimulai dengan menyebarkan kebaikan sekecil apapun termasuk menggaungkan nilai nilai moderat dalam beragama,” pungkas Syukron.

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru