29.8 C
Jakarta

Turki Tolak Seruan Kebangkitan Khilafah Islam

Artikel Trending

Harakatuna.com, Ankara – Partai berkuasa di Turki telah menolak seruan majalah pro-pemerintah atas kebangkitan khilafah Islam, menyusul pembukaan kembali Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid.

Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada Senin (27/7/2020) meyakinkan kaum skeptis bahwa Turki akan tetap menjadi republik sekuler setelah majalah Gercek Hayat menimbulkan kegemparan dengan menyerukan kebangkitan khilafah Islam serta pembaruan kekhalifahan.

“Republik Turki adalah negara yang demokratis dan sekuler berdasarkan aturan hukum,” kata Juru Bicara Omer Celik dalam sebuah cuitan di Twitter. “Republik kita adalah payung bagi kita semua berdasarkan kualitas-kualitas ini.”

“Adalah salah untuk memicu polarisasi tentang sistem politik Turki… Debat dan polarisasi tidak sehat yang muncul di media sosial kemarin tentang sistem politik kita tidak ada dalam agenda Turki,” tulis Celik.

“Republik Turki akan berdiri selamanya. Dengan doa dan dukungan dari negara kita, dan di bawah kepemimpinan presiden kita, kita berjalan menuju apa yang disebut tujuan yang tak terjangkau untuk negara dan kemanusiaan kita. Republik kita akan terus bersinar,” tambahnya sebagaimana dilansir Al Araby.

Respon Aparat Atas Isu Kebangkitan Khilafah Islam

Cuitan resmi dari AKP Itu muncul sebagai respon atas seruan Gercek Hayat agar pemerintah meluncurkan kembali kekhalifahan yang dihapuskan tak lama setelah jatuhnya Kekaisaran Ottoman. Gercek Hayat adalah majalah mingguan surat kabar Yeni Safak yang terkait dengan pemerintah.

BACA JUGA  Menlu Arab Saudi Minta Palestina-Israel Utamakan Perundingan

Sampul majalah Gercek Hayat yang menyerukan pembaruan kekhalifahan Islam. (Twitter/@aDilipak)

“Sekarang Hagia Sophia dan Turki bebas; bersiaplah untuk kekhalifahan,” demikian tercantum dalam sampul terbitan Gercek Hayat terbitan 27 Juli “Jika tidak sekarang, lalu kapan? Jika bukan kamu, lalu siapa?” tanya sampul itu, tampaknya merujuk pada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Kekhalifahan adalah negara Islam yang dipimpin oleh seorang khalifah yang dianggap sebagai penerus Nabi Muhammad SAW. Kekhalifahan terakhir, dipimpin oleh Ottoman, dibubarkan pada 1924 selama tahun-tahun awal Republik Turki.

BACA JUGA  Ribuan Warga Israel Lanjutkan Protes Tuntut Netanyahu Mundur

Pernyataan itu disertai dengan terjemahan dalam bahasa Inggris dan Arab. Seruan itu muncul beberapa hari setelah Turki membuka kembali Hagia Sophia sebagai masjid pada Jumat (24/7/2020).

Dibangun sebagai katedral di bawah Kekaisaran Bizantium Kristen, Hagia Sophia diubah menjadi masjid setelah 1453 penaklukan Istanbul oleh Ottoman sebelum kemudian dialihkan menjadi museum pada 1934, masa berdirinya Republik Turki modern.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru