Tulisan yang Baik Adalah Tulisan yang Sempurna?

Terlalu berkutat pada kesempurnaan dalam menulis justru menjadi momok yang akhirnya membuat kita takut menulis.


Sebagai seseorang yang baru belajar menulis, ada ketakutan-ketakutan tersendiri yang sering penulis rasakan. Takut tidak ada yang membaca, takut salah, takut tulisannya jelek dan takut-takut lainnya. Ada perasaan inferior atau minder dalam diri ini. Apalagi kalau penulis harus membaca sebuah karya tulis, entah itu buku atau artikel-artikel di media online, seperti di Harakatuna.com ini misalnya, penulis merasa minder dan berpikir, “apa aku bisa menulis sebagus mereka?”

Belum lagi kalau penulis mengetahui yang menjadi kontributor di media-media yang bersangkutan adalah penulis dengan jam terbang tinggi dan pengalaman segudang. Rasa takut dan minder itu makin menjadi-jadi. Bahkan ketika penulis mencoba menulis artikel dan mengirimkan artikel ini kemari pun masih banyak mikir, mau dikirim atau tidak. Nah, adakah yang pernah mengalami hal serupa dengan penulis?

Menulis itu memang butuh latihan dan kesabaran. Membanding-bandingkan diri sendiri dengan penulis lain apalagi yang lebih berpengalaman tentu tidak ada gunanya. Itu hanya akan membuat diri makin minder. Apakah itu berarti kita tidak bisa menulis sebaik mereka? Tentu saja tidak. Satu hal yang perlu diingat adalah mereka telah lebih dulu malang-melintang di dunia kepenulisan sehingga pengalaman mereka jauh lebih banyak dibanding kita yang mungkin masih tahap belajar.

Sebelum mereka jadi sekeren itu, penulis yakin mereka pasti pernah mengalami proses belajar, mencoba, gagal, belajar lagi, mencoba lagi dan seterusnya sampai akhirnya karya mereka bisa terkenal dan diakui banyak orang. Ingat, tidak ada kesuksesan yang instan.

Lalu, benarkah tulisan yang baik adalah tulisan yang sempurna tanpa cela? Menurut penulis, tidak. Tidak ada yang bisa menghasilkan tulisan yang sempurna bahkan penulis professional sekalipun. Kesempurnaan itu tidak ada. Kita juga hanya manusia yang punya banyak keterbatasan dan ketidaksempurnaan. Termasuk juga keterbatasan pengetahuan atau informasi akan suatu hal.

Baca Juga:  Kuatnya Kata-Kata, Jadi Menulislah!

Menulis adalah kegiatan menuangkan ide-ide atau pemikiran ke dalam tulisan. Pemikiran setiap manusia berbeda-beda. Begitu pula dengan pengetahuan atau informasi yang dimiliki. Tidak ada manusia yang punya pengetahuan atau informasi mendalam tentang segala hal. Pasti ada saja hal-hal yang belum atau tidak diketahui.

Selain itu, pernahkan kalian menemukan tulisan yang ditulis oleh penulis berbeda namun dengan tema yang sama? Nah, tulisan yang ditulis oleh penulis berbeda namun dengan tema yang sama pun kadang bisa kita temukan sudut pandang atau cara penyampaian yang berbeda antara keduanya.

Mungkin ada hal yang tidak dibahas oleh penulis A namun dibahas oleh penulis B dalam tulisannya, begitu juga sebaliknya. Perbedaan pengetahuan atau informasi yang dimiliki bisa membuat sudut pandang mereka berbeda dalam menanggapi suatu hal yang sama. Oleh karena itu, tidak mungkin satu penulis bisa menghasilkan karya yang sempurna sehingga karya dari penulis lainnya bisa saja saling melengkapi.

Jadi, tulisan yang baik itu yang bagaimana? Sekali lagi, tulisan yang baik bukanlah tulisan yang sempurna. Tulisan yang baik adalah tulisan yang bermanfaat bagi pembaca. Tulisan yang baik adalah tulisan yang berisi informasi, pesan atau nilai-nilai kebaikan di dalamnya.

Jika sebuah tulisan memuat berita bohong, misalnya, berarti itu bukan tulisan yang baik. Ingat, apa yang kita tulis kelak bisa dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt di akhirat. Semoga kita semua bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
lunaseptalisa