34 C
Jakarta

Tiga Strategi Pemprov Kaltara Hadapi Radikalisme dan Terorisme

Artikel Trending

AkhbarDaerahTiga Strategi Pemprov Kaltara Hadapi Radikalisme dan Terorisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Kalimantan Utara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah menyiapkan tiga strategi untuk mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi “Peran Masyarakat dan Media dalam Mencegah Paham Ekstrimisme, Radikalisme, dan Terorisme di Wilayah Kalimantan Utara” .

Acara yang berlangsung di Aula Gedung Gadis Pemprov Kaltara dibuka oleh Sekretariat Daerah H Suriansyah mewakili Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang yang berhalangan hadir pada forum tersebut.

“Menanggulangi terorisme, harus berangkat dari landasan awal, yakni menangkal pencegahan radikalisme terorisme,” ungkap Suriansyah dalam sambutannya, Rabu, (25/08/2021).

Suriansyah menyampaikan pula hakekat pencegahan serta penanggulanan radikalisme dan terorisme ada 3 cara, yakni:

  1. Strategi Kesiapsiagaan dengan mencegah individu paham radikalisme dan terorisme.
  2. Strategi Kontra-Radikalisasi melalui mencegah individu atau kelompok yang sudah terpapar radikal rendah maupun menegah agar tidak masuk kembali kepada paham radikalisme.
  3. Strategi Dere-radikalisasi yaitu mencegah individu atau kelompok yang terpapar pada kadar cukup tinggi, agar tidak melakukan aksi terorisme atau terkena paham radikalisme.

Lebih lanjut tiga strategi tindakan pencegahan terorisme radikalisme dengan cara komperhensif dan efektif sesuai sasaran.

Acara sosialisasi dihadiri Kepala BIN Kaltara Brigjen TNI Sulaiman, Dirbinmas Polda Kaltara, DKIP, perwakilan tokoh masyarakat, adat, media dan mahasiswa se Kalimantan Utara.

Hal terpenting juga untuk penanganan terorisme adalah keikutsertaan masyarakat bersatu bersama aspek organisasi pemerintah provinsi Kalimantan Utara.

“Bahwa paham radikalisme, terorisme, dapat dicegah sedini mungkin dan tidak berkembang di Kalimanta Utara,” ungkapnya.

BACA JUGA  Radikalisme Marak di Babel Hingga Jangkit Guru Pondok Pesantren

Sementara itu Datu Iskandar selaku Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Utara mengatakan, Kaltara merupakan daerah perbatasan yang rawan paham doktrin radikalisme dan terorisme.

“Kaltara tidak hanya rawan terorisme tetapi berbagai tindakan kejahatan bagi negara, ada senjata api, penyeludupan, yang terbaru masalah narkoba dengan geografis seperti ini Kaltara rawan,” ujarnya kepada TribunKaltara, Rabu (25/08/2021).

Dikemukakan, Kaltara berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia, tepatnya Sabah dan Serawak di wilayah-wilayah tersebut.

Sabah dan Serawak berbatasan langsung dengan Brunei Darussalam.

Lanjutnya pemahaman pokok permasalahannya adanya doktrin radikalisme dan terorisme berawal perbedaan pandangan politik, ekonomi hingga berita hoax di media sosial yang mempengaruhi pola kelompok sosial masyarakat tertentu.

“Jadi saat ini berdasarkan survei 2021 dari jumlah penduduk indonesia 267juta jiwa, itu 67% masyarakat indonesia banyak menggunakan internet, artinya ini potensinya sangat besar menyampaikan  hoax dan paham radikalisme,” tegasnya.

Salah satunya akun palsu memposting berita negatif tentant politik, bahkan membawa nama agama yang makin marak peredaranya di media sosial Instagram, Twitter dan lain sebagainya.

“Ciri-ciri orang terpapar radikalisme ini sama seperti orang terpapar narkoba, cuma kalo radikal ini jiwa yang sakit,” ungkapnya saat memberikan materi di Gedung Gadis Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru