30 C
Jakarta
Array

The al-Falah Institute Yogyakarta Akan Selenggarakan Bedah Buku HTI, Gagal Faham Khilafah

Artikel Trending

The al-Falah Institute Yogyakarta Akan Selenggarakan Bedah Buku HTI, Gagal Faham Khilafah
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

The al-Falah Institute Yogyakarta Akan Selenggarakan Bedah Buku HTI, Gagal Faham Khilafah

HTI adalah ormas Islam yang selama ini tampak begitu menggebu-gebu menyuarakan pentingnya khilafah Islam di Indonesia. Ormas ini memahami bahwa sejatinya sistem yang terbaik untuk diterapkan di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya adalah sistem khilafah bukan demokrasi ataupun pancasila. Keberadaan HTI yang demikian, tentu merupakan tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Beberapa aksi penolakan terhadap HTI cukup sering terjadi, seperti pernah dilakukan oleh Banser yang mencopot baliho HTI di beberapa daerah, tetapi tentu saja cara seperti ini bukanlah cara yang baik untuk memupus idelogi HTI.

Di luar aksi penolakan fisik, para pemikir Islam di Indonesia juga berupaya untuk mereduksi ideologi HTI dengan cara menuliskan karya-karya yang berisi gugatan atas ideologi HTI. Salah satu pemikir yang baru-baru ini ikut andil dalam meyakinkan kelemahan sistem khilafah yang ditawarkan HTI adalah Makmun Rasyid lewat bukunya yang berjudul “HTI, Gagal Paham Khilafah”. Dalam buku ini, Makmun Rasyid memfokuskan pada penafsiran ayat-ayat khilafah yang dipahami oleh HTI. Ia menyatakan bahwa HTI tidak bisa membuktikan berupa dalil-dalil dari al-Qur`ân dan al-Sunnah dengan jawaban komprehensif dan kongkrit tentang ideologi Khilafah.

Gagasan Makmun Rasyid dalam buku ini merupakan gagasan yang menarik di tengah gencarnya HTI mengkritisi ideologi Pancasila. Hadirnya buku ini setidaknya memberikan sumbangsi tersendiri antara perdebatan ideologis Pancasila dan Khilafah. Oleh karena itu, kami, The al-Falah Institute Yogyakarta, tertarik untuk menelaah lebih jauh buku tersebut dengan mengadakan acara bedah buku HTI: Gagal Paham Khilafah. Bedah buku ini diharapkan dapat memunculkan pemahaman yang memadai bagi masyarakat Indonesia, Yogyakarta khususnya, tentang sisi-sisi positif dan negatif ideologi khilafah.

Bedah buku ini akan dilaksanakan di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga pada tanggal 27 Maret 2017 dari pukul 08.30-13.00 WIB. Bedah buku yang selenggarakan oleh sekumpulan alumni PP. al-Falah Jember ini sifatnya terbuka untuk umum dan berkapasitas peserta maksimal sekitar 200 orang.

Bedah buku ini akan mendatangkan tiga orang pembicara, pertama Makmun Rasyid selaku penulis buku. Kedua Ust. Siddiq al-Jawwi dari DPP HTI. Kehadiran Ust. Siddiq ini diharapkan akan memberikan nuasa hangat dalam bedah buku ini. Hadirnya tokoh HTI dalam acara  ini tentu akan membuat acara ini semakin bernas, karena dipastikan diskusi akan berjalan tidak monoton atau linear. Sementara untuk membuat diskusi buku ini tidak hanya beraroma debat kusir, The al-Falah Institute juga menghadirkan pembicara lain sebagai penengah dari kalangan akademisi kampus, yaitu Dr. Sahiron Syamsuddin. Pembicara yang saat ini sedang menjabat sebagai Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga ini merupakan seorang pakar tafsir. Mengingat perspektif Makmun Rasyid dalam buku ini adalah kajian tafsir, maka kehadiran Sahiron Syamsuddin tentu akan memberikan sumbangan yang tidak sedikit dalam diskusi buku ini.

 

Muhammad Arif

Direktur The al-Falah Institute Yogyakarta

(081934944310)

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru