24.2 C
Jakarta

Terpenjara Soal Cinta

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Apa Itu MaʻRûf dan Apa Itu Munkar

Kedua kata maʻrûf dan munkar merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab. Kemudian keduanya diserap ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga penulisan keduanya dalam Kamus...

Aku Vera Bella Tri Davinda. Lumayan namaku kepanjangan. Begitu kesan temen-temenku di sekolah. Aku belum tahu kronologis papa dan mama ngasih nama sepanjang itu. Memang aneh. Rata-rata temenku dikasih nama paling banyak dua kata.

Aku nggak peduli komentar temen-temen yang suka ngeledekin aku karena namaku yang kepanjangan. Biarlah. Masih banyak yang ngedukung aku, termasuk orangtuaku sendiri.

Temen-temen suka manggil aku Vera. Entahlah. Mereka senang manggil Vera, karena sebutan ini terdengar indah.

Di rumah aku suka bareng mama dibandingkan papa. Mungkin, karena mama lebih friendly dibandingkan papa. Kendati begitu, aku tetap mencintai papa, karena ia yang banting tulang biayain aku sekolah.

Buku Terbaru Khalilullah Bertema “Mengintip Senja Berdua”Di usia tujuh tahun rasa keingintahuanku begitu tinggi, lebih-lebih soal cinta. Mama kadang kesulitan ngejawab celotehanku. Tapi, aku beruntung punya mama yang sabar ngejawab pertanyaan demi pertanyaan.

“Tuhan itu siapa, Mam?” ketusku.

Mama menggerutkan dahi seakan memilihkan kosakata simpel untuk menjelaskan soal Tuhan. “Tuhan itu yang menciptakan manusia, Nak, termasuk Vera,” katanya.

“Tuhan itu seperti apa?”

Seperti apa ya? Mama berdesis.

“Tuhan tak terindera, Nak. Ya, tak seperti apa-apa.”

Papa geleng kepala mendengar pertanyaan Vera yang terkesan polos. Papa memilih diam sembari menyeruput kopi di atas meja.

“Kenapa ada Vera di dunia, Mam?”

“Itu takdir, Nak.”

“Apa itu takdir?”

“Kehendak Tuhan.”

“Tuhan itu hebattt.”

Mama tersenyum melihat Vera jingkrak.

“Sarapan dulu yuk! Sudah jam tujuh.”

Masakan mama terlihat segar. Kata papa, masakan mama lebih enak dari masakan warung sebelah. Tak ayal, papa lebih sering makan di rumah daripada beli di luar.

Di tengah sarapan, Vera mulai tanya lagi. “Tuhan itu baik ya Mam?”

Mama mengangguk.

“Tuhan mencintai makhluk-Nya.” Papa tiba-tiba ikut bersuara.

“Cinta.” Vera berdesis sembari garuk kepala seakan merumuskan sesuatu di kepalanya.

“Papa tahu cinta?” Vera seketika tanya.

Papa diam seakan tidak menghiraukan.

“Papa, papa, papa.” Vera memangilnya.

“Ma, jelasin.”

“Cinta itu menyenangkan.”

“Hm… kalo Vera senang belajar, berarti Vera cinta seperti Tuhan cinta makhluk-Nya.”

“Benar, Nak.”

Air gelas di atas meja diteguknya. Suap demi suap nasi tertelan seakan tak terasa satu piring habis.

Vera belum bisa makan sendiri. Senangnya disuapin mama.

“Ma, ada temenku di sekolah yang broken-home, apakah papa-mamanya tidak cinta?”

Mama terdiam.

“Berarti mereka tidak cinta,” tambah Vera.

“Cinta, tapi tidak jodoh.”

“Berarti cinta jahat, Ma.”

“Tidak, Nak. Cinta membahagiakan.”

“Kok mereka bertengkar?”

Mama terdiam.

Vera belum puas mendengar jawaban mamanya. Mama sendiri kebingungan ngebahas soal cinta dengan buah hatinya yang masih kecil. Belum waktunya Vera ngomongin cinta.

Diamnya mama, lebih-lebih papa, pada hakikatnya jawaban. Saat besar nanti Vera akan mengerti sendiri kenapa semua pertanyaan Vera ada yang tidak terjawab seperti pertanyaan yang lain.

Cinta serba teka-teki. Semakin menyelam, semakin karam. Para pencinta tidak bakal sampai di dasar cinta, sehingga menemukan jawaban yang final.

Vera akhirnya berangkat sekolah. Ransel mungil digendongnya. Tak terasa sinar matahari meninggi.

Khalilullah
Khalilullah
Lulusan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...